Aku dia & kita

Aku dia & kita
Alif ikut


__ADS_3

Mentari pagi sudah kembali menyinari langit biru seperti yang sudah di katakan Lia memilih untuk berangkat hari ini, setidaknya tubuh Alif akan menjadi jauh lebih kuat, saat ini ia sudah duduk di ranjang di kamar Alif, semalam berniat ia ingin kembali ke kosannya namun Alif menghentikannya dan bahkan memaksanya untuk bermalam di sini


Setelah mendapat persetujuan dari Arya Lia akhirnya memilih untuk tinggal, ini memang terasa begitu canggung baginya terlebih hubungan mereka yang tak terlalu akrab, namun?, ia tak bisa menolak keinginan Alif, ia tak ingin Alif kembali bersedih,


Sebelumnya Arya sudah menujukan beberapa surat pemeriksaan Alif di dan hal ini membuat hatinya tergerak untuk menetap dan inilah yang terjadi, ia bangun pagi dan menunggui Alif yang sedang mandi, tentu saja


"Bunda" Ucapnya keluar dari kamar mandi dengan handuk sedada, seperti yang telah di rencanakan kami akan berangkat saat pagi hari dan tentu saja harus segera bersiap agar tak ketinggalan,


Sebelumnya ia berniat kembali menggukan bus, hal ini tentu saja untuk memperkecil biaya perjalanan, namun saat Alif mengatakan ingin ikut dan membuatnya harus naik pesawat, tak ingin berhutang Budi dan sudah membayar biaya tiket pada Ayah Alif


"Bunda, Alif buka anak kecil lagi, dan bunda nggak boleh bantuin Alif" Protes Alif saat Lia meraih bedak tabur di sampingnya, Lia sudah bersiap meneploki Alif dengan bedak yang tebal, pasti sangat menggemaskan, dan lagi mereka akan menempuh perjalanan yang cukup panjang hari ini, ia tak ingin tubuh Alif iritasi


"Siapa yang bilang Alif anak kecil?" Ucap Lia menaikan alisnya, anak berusia Enam tahun tentu saja masih begitu kecil bukan?, imut dan sangat menggemaskan


"Alif ngak perlu pake bedak lagi bunda, Alif udah besar, Alif udah besar bun" Ucap Alif yang duduk berhadapan dengan sang bunda, Lia tersenyum menangkup wajah Alif dan menciumnya gemas, bedak bukan hal yang memalukan bukan?, mereka akan menempuh perjalanan yang cukup panjang, ia tak ingin kulit Alif iritasi, toh waktu kecil ia juga di perlakukan seperti ini oleh ibunya


"Siapa bilang kalo udah besar ngak boleh pake bedak?, perjalanan jauh, nanti kalo kulit Alif iritasi gimana?, lagian bunda juga pake kok" Lia berucap dengan pelan


"Beneran bunda?, tapi Alif kok ngak pernah liat ayah pake?" Ucap Alif dengan tatapan tanya, mengapa bundanya yang sudah besar menggunakan bedak sedangkan ayahnya tidak?


Lia tersenyum dan menyisir rambut alif dengan lembut


"Itu karena ayah Alif malu, nanti Alif malah ngetawain dia kalo sampe ketahuan" Ucapnya sembari mencubit hidung Alif

__ADS_1


"Ngomongin ayah ya" Ucap Arya yang kini sudah berada di ambang pintu, pagi ini entah mengapa ia menjadi begitu bersemangat, ia sudah bersiap sedari tadi dan lihatlah, saat ini ia sudah begitu rapi dengan stelan formalnya


"Ngak kok yah, Alif sama bunda ngak lagi ngomongin Ayah" Ucap Alif mengelak, Ayahnya pasti tak akan mengaku jika di tanya, ia akan mencari tau sendiri nanti,


"Beneran?" Arya melangkah mendekati Alif


"Iya ayah, Alif ngak mungkin ngomong ayah, ia kan Bun?"


"Yaudah, kalo gitu yuk turun, sarapan udah siap tuh di bawah, sebelum berangkat harus isi perut dulu, ah ia, jadwal keberangkatan kalian bentar lagi" Ucap Arya yang bahkan hanya di balas dengan anggukan pelan


"Ye sarapan, sama ayah, sama bunda" Alif terlihat begitu bersemangat, ia menaikan kedua tangannya dan itu adalah pertanda jika ia minta di gendong oleh bundanya, namun di hentikan oleh Arya, ia tak ingin terlalu merepotkan gadis itu, ia cukup bersyukur karena Lia menyayangi Alif dengan tulus, Dan begini lah akhirnya Alif dalam gendongan ayahnya dan lia yang mengikutinya dari belakang,


Dari kejauhan bi anjani tersenyum ikut bahagia atas kesembuhan tuan kecil dan kebahagian ketiganya.


"Yah, akhirnya pak bos nikah juga" Ucap lani dengan nada pelan, setelah kepergian asih mereka menjadi bebas di dalam rumah, sebelumnya asih selalu menekan dan menindas mereka, namun saat ini?, mereka telah bebas dari tekanan gadis tak tau diri itu


"Kita doain yang terbaik aja buat pak bos" Sahut kang Adi yang merupakan tukang kebun, saat ini ketiga pekerja Arya sedang sibuk mengintip kehangatan keluarga kecil yang bahagia itu


"Iya, den Alif udah menderita dari kecil, dan sekarang den Alif udah ketemu sama bunda yang beneran sayang sama dia"


Mereka sangat bersyukur, setelah sekian lama akhirnya tuan mereka memilih Seornag wanita, dan dalam sekali lihat saja mereka tau jika sang tuan tidak memilih orang yang salah, selain cantik wajah Lia juga cantik hatinya


"Yaudah, yuk balik ke belakang, jangan sampai pak bos tau kalo kita lagi ngintilin dia" Ucap bi Anjani dengan nada pelan, ketiganya membubarkan diri untuk melakukan pekerjaannya masing masih

__ADS_1


Acara sarapan bersama berlalu begitu saja, dan saatnya berangkat ke bandara, karena sudah hampir waktunya berangkat ke bandara


"Ayah, ayah beneran ngak mau ikut sama kita?" Ucap Alif dengan nada pelan, ia merasa sedikit tak rela jika harus meninggalkan ayahnya, tapi?, ia sangat takut jika bundanya akan pergi lagi


"Ayah masih ada kerjaan, nanti kalo kerjaan ayah selesai ayah bakalan nyusul deh" Ucap Arya dengan nada pelan


"Beneran yah?" Alif mendengarnya langsung menjadi begitu bersemangat karena ayahnya mengatakan akan menyusul nanti, mereka bisa menghabiskan waktu bersama bermain bersama dan bersenang senag di rumah bundanya


"Tanya sama bunda dulu boleh ngak"


"Bunda boleh ngak Ayah nyusul kita"


"Boleh" Jawab Lia dengan nada ringan, jujur saja Lia merasa tak nyaman dengan interaksi seperti ini, bagai manapun mereka hanyalah dua orang asing, yang baru bertemu beberapa kali, bagai mana mungkin bisa kehilangan rasa canggung.


Setelah menempuh perjalanan  beberapa menit akhirnya mobil pajero itu berhenti di depan bandara, ia menarik koper dan mengantar Lia dan Alif hingga pesawat akan berangkat


"Hati hati, Alif jangan nakal ya, jangan bikin bunda repot, trus dengerin apa kata bunda" Ucap Arya berlutut dan mencium pipi Alif


"Ia Ayah, ingat kalo ayah udah janji mau menyusul Alif ke sana" Ucapnya pelan sambil memeluk Ayahnya, ini adalah kali pertamanya ia pergi jauh dari sang Ayah, biasanya dirinya yang di tinggalkan, tapi kini keadaan berbalik, saat ini ia yang kan meninggalkan ayah


"Iya sayang, tapi tunggu kerjaan ayah di sini selesai dulu ya" Ucap Arya


"Ayah hati hati, Alif pasti rindu sama ayah" Ucap Alif mencium kedua kelopak mata Arya

__ADS_1


'Penerbangan jakarta Sumatra akan berangkat dalam beberapa menit lagi para penumpang di silahkan menduduki bangku masing masing' Itu suara pemberitahuan dari pihak bandara


__ADS_2