
"Brak" Pintu itu di buka dengan sedikit tergesa gesa,
Arya beserta semua yang berada dalam ruangan terkejut,
Namun setelahnya Arya mendengus kesal saat melihat kedua pria sebaya yang berdiri di ambang pintu
Mahluk pengganggu ini, bisakah membiarkan mereka menjadi tenang dan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya saja
"Maaf Pak, pak danil, sama pak dion maksa mau ketemu" Ucap KinanĀ pelan, ia sudah memberikan penjelasan pada kedua pria itu, tapi yah keduanya tak mendengar
Keduanya bahkan menjadi begitu penasaran, selama ini mereka selalu bebas keluar masuk ruangan Arya
Namun kali ini mereka di tahan begitu saja, saat di tanya apakah ada klien penting Kinan hanya menggeleng
itu tentu saja membuat keduanya menjadi sangat penasaran, dan itu membuat mereka semakin bersemangat untuk mencari tau apa yang dilakukan Arya di dalam sana dan siapa yang menemaninya hingga bahkan menolak mereka
"Anda bisa kembali" Ucap Arya pelan
Toh sudah Tak ada gunanya lagi, Daniel dan Dion sudah menerobos masuk dan mau tak mau mereka harus bergabung dalam pesta kecilnya ini
"Baik Pak" Ucap Kinan dengan anda pelan
Setelah mendapat persetujuan dari sang atasan ia segera berbalik dan menutup pintu untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda
Apapun yang yang di lakukan Arya bukanlah urusnya, ia hanya Seornag sekretaris yang harus menyusun semua jadwal meeting dan merombaknya kembali
Sepanjang perjalanan Kinan hanya bisa tersenyum geli, selama bertahun tahun bekerja bersama Arya ia bahkan tak melihat siapapun yang boleh mendatangi ruangannya
Jika tidak membicarakan urusan pekerjaan maka ia aka mencari cara untuk menghindar
"Pantes aja semangat banget, ternyata dapat surprise dari kesayangan, yaudah deh pak, demi kebahagiaan bapak dan mengingat hari ini bapak ulang tahun jadi saya ngak keberatan deh buat ngatur jadwal lagi, ya walaupun pasti cuma bikin pusing, tapi itu sepadan lah" Batin Kinan
Merubah jadwal Arya adalah tugasnya dan saat ini ia hanya perlu menelfon beberapa pihak untuk mengkonfirmasi, jika dalam beberapa jam ini Arya tak bisa melakukan pertemuan
__ADS_1
Saat Kinan tersenyum sendiri sembari sibuk mengerjakan pekerjaannya, di sisi lain Daniel dan Dion masih berdiri di depan pintu
Keduanya bahkan melongo dan terlihat linglung, dan itu sangat memalukan,
"Lo berdua nunggu apa lagi?, malah bengong" Ucap Arya pada keduanya
Kedua mahluk ini malah bengong dalam waktu lama, apakah memiliki hal yang sangat penting hingga menerobos ruangannya ini?
Ia tak yakin, kedua mahluk ini bahkan sangat bersemangat untuk merusak hari bahagianya,
"Eh kenalin, aku Daniel, temannya Arya, aku juga direktur pemasaran, senang ketemu kamu, ngak nyangka bisa ketemu kamu di sini" Ucapnya berdiri di depan Lia sembari tersenyum lebar,
Tak lupa dengan tangan yang terulur, namun senyuman itu hilang saat tubuhnya di senggol oleh pria lainya
"Hay nama gue Dion, kamu boleh manggil aku Dion atau mas Dion aja, dan, selain mengerti aku juga sahabat Dion dari zaman kuliah" Ucap dion melakukan hal yang sama, Mengulurkan tangannya ke hadapan Lia
hal ini membuat Lia hanya bisa menujukan senyuman canggung sembari menyatukan tangannya dan membalas sapaan Dion dan Daniel dengan sedikit canggung
Keduanya mengharukan tengkuk mereka yang tak gatal, dan seketika mereka terdiam saat Alif meneriaki kelakuan konyol mereka
"Eh ada yang ulang tahun?, siapa? " Ucap Dion yang berusaha mencairkan suasana sembari meletakan tangannya ke belakang punggung
Alif memang sangat jago mencari ibu untuknya dan dan istri untuk ayahnya, di lihat dari manapun hanya satu yang bisa mereka katakan
Gadis di hadapan mereka ini hampir mencapai sempurna, cantik dan bahkan begitu menarik,
"Ayah Alif dong om, dan ini bundanya Alif" Ucap Alif dengan semangat menggebu
Ia tak maslah untuk mengatakan pada seluruh dunia jika ia memiliki bunda yang cantik lembut yang bahkan sangat menyayanginya
"Selamat ya, sekarang Alif udah punya bunda, Alif jago juga ya nyari bunda, bunda Alif cantik Banget," Ucap Dion berbisik pelan
Ia beralih menatap Arya dengan senyuman penuh arti dan bahkan hanya di balas dengan helaan nafas pelan dari Arya
__ADS_1
"Iya dong om, bunda Alif emang baik dan sayang banget sama Alif, pelukan bund Alif juga hangat dan bahkan tangan bunda Alif lembut juga loh" Ucap Alif semakin menggebu
Dion dan Daniel ini adalah sahabat ayahnya yang memang sangat menyayanginya dan selalu memberikan ia hadiah di hari ulang tahunya
"Tapi kenapa om ngak bisa memegang tangan bunda Alif, sayang banget kan"
Daniel mulai menggoda bocah kecil ini, ia ingin melihat apa yang di lakukan bocah kecil ini saat bundanya di perhatikan oleh orang lain,
Dan hal yang terpenting ialah melihat expresi Arya, selama ini Arya terlalu dingin pada orang di sekitarnya, terlebih pada seorang wanita
Keberadaan bunda Alif ini membuat mereka sedikit terkejut
"Itu karena om bukan muhrimnya bunda, bunda Alif ngak bisa di pegang sama orang sembarangan, selain kakek Alif sama kak Iki Alif bahkan ngak pernah liat bunda pegangan tangan sama orang lai, bahkan ayah aja ngak pernah, ia kan ya"
"Jadi ayah Alif bukan muhrimnya bunda Alif dong"
"Bukan, bunda bilang Alif ngak boleh sembarangan buat ayah memegang tangan bunda, karena itu ngak baik"
"Oh ia?"
"Iya om, dulu Alif pernah buat bunda hampir memegang tangan ayah, trus habis itu bunda pergi satu Minggu ninggalin Alif, bunda pergi ke Bogor ngak bilang bilang sama Alif, dan sejak saat itu deh Alif ngak pernah biarin ayah buat megangin tangan bunda"
"Udah duduk, ni kuenya mau di anggurin sampe kapan?" Ucap Arya yang bahkan sudah kepalang malu selama ini tak ada yang Bernai menolaknya
Ia selalu menjadi pria idaman yang selalu di puja oleh semua wanita, namun tidak dengan Lia, bahkan Lia tak pernah melihat keberadaanya di samping mereka
Lia adalah satu satunya gadis yang mampu menarik perhatiannya hingga bahkan ia pernah berfikir jika ia tak akan mampu kehilangan Lia
Kebersamaan membuat benih cinta di hatinya tumbuh, meskipun ia tau jika sampai saat ini Lia tak menginginkannya,
"Ah, ia om, ini kue bunda sendiri yang pilih, pasti enak, banget" Ucap Alif dengan penuh semangat hal ini membuat Dion dan Danil duduk di sofa
dan setelahnya mereka hanya berbicara dengan ringan, Lia pun menjawab segala pertanyaan yang di lontar oleh duo pengganggu, yah penganggu waktunya Arya sama keluarga kecilnya.
__ADS_1