
Waktu terus berputar begitu saja, setiap perjalanan tentu memiliki tujuan dan titik akhirnya, dan begitu pula sang mentari yang saat ini sudah menyelesaikan tugasnya, dan saat semua selesai tentu saja ia harus rela untuk meredup dan harus bersedia di gantikan dengan cahaya sang rembulan menghiasi gelapnya langit malam, Lia masih duduk di depan laptopnya, setelah bimbingan beberapa kali, lagi lagi ia membuat masalah pada pada beberapa bab skripsinya, dan mau tak mau ia harus memeriksa dan memperbaiki terlebih dahulu, jika tidak tentu saja ia tak akan bisa di wisuda kan dengan cepat
'Kring' Suara deringan ponsel membuatnya menghentikan acara mengetik, ia beralih menatap layar ponsel, di sana tertulis nama Arya, Lia perlahan menggeser kan tombol hijau itu dan sambungkan telepon terhubung
"Hallo Assalamu'alaikum bunda" Suara dari seberang sana, terdengar sedikit serak, dan tak lupa isakan kecil itu, mengapa ia suaranya begitu serak seolah sedang sakit
"Waalaikumsalam, Alif kenapa?, Alif sakit?" Ucap Lia dengan nada pelan, ia segera menutup laptopnya dan mengalihkan telpon ke sambungan Vidio, ia tak bisa tenang jika belum memastikan jika Alif baik baik saja
__ADS_1
"Alif ngak papa kok bun, Alif baru bangun tidur jadi suaranya berubah, bunda apa kabar?, kapan bunda kembali ke Jakarta?, besok Alif ada pertunjukan loh, Ayah ngak bisa datang karena kerja, bunda datangkan?, Bunda bakalan nemanin Alif kan di sekolah" Ucap Alif dengan suara pelan, suara itu masih terdengar sedikit serak,
"Ia sayang, bunda pasti datang kok, jam 11 kan?, bunda ngak bakalan lupa, Alif jangan sampe lupa minum obat ya, bunda udah di jakarta kok, dan bunda pasti bakalan tepat waktu, udah malam Alif istirahat lagi gih biar besok ngak ngantuk di sekolah" Ucap Lia pelan, ia tentu tak akan membiarkan Alif kesepian di sekolah, Arya selalu sibuk dengan urusan bisnis akhir akhir ini, Lia sendiri pun tak tau apa yang terjadi, beberapa bulan yang lalu Arya nampak memiliki banyak waktu luang, tapi sekarang?, bahkan ia akan pulang saat malam sudah hampir larut, ah lupakan, lagi pula bukan urusannya, juga kan?, saat ini Alif memilikinya, dan ia akan menjaga dan melindungi Alif, meski Alif tumbuh dengan bergelimang harta namun minim akan sebuah kasih sayang, berbeda dengannya, meski Lia hidup dalam keluarga sederhana namun ia selalu mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari kedua orang tuanya, kehidupan seseorang tentu saja memiliki cerita dan kesulitannya masing masing, tak perduli miskin ataupun kaya semua orang pasti pernah di datangi masalah dan musibah
"Iya bentar lagi Alif bakalan bobok tapi sekarang Alif masih kangen sama bunda, bunda lagi di mana?, trus bunda lagi ngapain?" Ucap Alif dengan nada pelan, sang bunda sudah menghilang sejak satu Minggu yang lalu jelas saja menimbulkan kerinduan di relung kalbunya
"Alif juga di kamar bun" Ucap Alif dengan nada pelan, malam memang sudah cukup larut, ia pun sudah bersiap untuk tidur, hanya saja ia belum bisa tenang jika tak Meliah wajah bundanya, ia sangat takut jika kembali di tinggalkan, ia takut jika bundanya bosan dan akhirnya pergi di dalam keheningan, seperti yang selama ini terjadi
__ADS_1
"Alif kenapa blom bobok?, Udah malem banget loh, nanti telat loh ke sekolah, ngak boleh tidur malem malem biar besok bangun nya fresh " Ucap Lia dengan nada pelan, besok adalah hari senin dan sangat tak baik untuk tetap terjaga di malam yang sudah sangat larut seperti ini
"Alif udah mau siap siap mau bobok, Ayah juga, Ayah nemanin Alif bobok, Ayah bilang ayah sayang sama Alif, Alif juga sayang sama Ayah, sama bunda Juga, tapi Alif mau nungguin bunda biar kita bobok bareng" Ucap Alif dengan penuh semangat, saat ini ia juga sedang berada di dalam pelukan sang ayah, jika tidur tak lengkap rasanya jika tak mendengar suara bundanya,
"Yaudah, Alif bobok ya, bunda masih bikin beberapa tugas, tapi bentar lagi selesai kok, Alif ngaknusah nungguin bunda" Ucap Lia dengan nada pelan, pekerjaannya masih belum selesai dari itu ia tahun menyelesaikannya agar besok ia bisa melakukan hal lain
"Alif bobok dulu ya, bunda nanti juga bobok ya, ayah juga bilang selamat malam buat bunda" Ucap Alif cekikikan, bundanya sedang sibuk dan ia mengerti itu, orang dewasa memang seharunya sibuk, tidak sepertinya yang hanya pergi kesekolah belajar dan bermain, begitu seterusnya
__ADS_1
"Ia bunda bakalan bobok bentar lagi, sekarang Alif baca doa dulu" Ucap Lia pelan, Alif pun mulai membaca doa tidur, dan setelahnya sambungan telpon terputus, Alif yang bersiap untuk tidur, sedangkan Lia masih masih sibuk dengan laptopnya dan tentu saja kembali memfokuskan diri dengan segala tugasnya.