Aku dia & kita

Aku dia & kita
Ayah bohong


__ADS_3

1 minggu sudah berlalu tapi Lia tak kunjung di temukan, Arya bahkan sudah hampir putus asa mencari, ia sudah melakukan berbagai upaya untuk menemukan gadis itu namun?, sampai saat ini pencariannya tak kunjung berujung temu, benar benar sulit mencari seseorang di dalam keramaian seperti ini


ketidak mampuannya inilah yang membuatnya semakin Marasa bersalah pada Alif, ia sudah mengatakan begitu banyak janji namun akhirnya?, hanya sebuah ucapan Tampa ada pembuktian, saat ini Alif bisa saja masih mempercayainya, namun lambat laun Alif akan meragukannya, dan hal ini lah yang akan membuat menjadinya semakin khawatir, dari hari kehari keadaan Alif menjadi begitu menurun, ia sudah mogok makan dan tak ingin bertemu dengan Arya lagi, saat ia mencoba membujuk ia hanya berteriak berkata kalo Arya pembohong, bahkan sampai sekarang Arya tak membawa bundanya pulang,


(Kamu ngak tau gimana pengorbanan ayah mu mencari wanita yang bahkan tak di kenal nya di kota jakarta yang luas ini, nak nak)


"Kemana lagi saya akan mencarinya, bahkan saya tak tau namanya" Ucap Arya sembari menghela nafas lelah, matanya terlihat bahkan sudah terlihat begitu sayu karena sibuk mencari Lia siang dan malam walaupun hasilnya tetaplah nihil, namun ia masih bersikeras untuk berusaha, selagi ia mencari ia yakin cepat atau lambat ia pasti bisa menemukan gadis itu


"Semangat, sampai selama anda masih berada di bumi yang sama saya akan menemukan anda, Alif, maafkan ayah yang hanya bisa berjanji, namun kamu bisa memegang janji ayah, ayah akan menepatinya, meskipun dalam waktu yang bahkan tak bisa ayah tentukan" Arya membatin, ia bertekad untuk menemukan gadis itu, demi Alif ia akan melakukan apapun, bahkan ia tak akan sungkan untuk merendahkan dirinya


Malam sudah begitu larut dan dengan gerakan pelan Arya memutar mobil untuk segera kembali kerumah, ia harus menemani Alif dan memastikan jika Alif sudah meminum obatnya, mobil sudah terparkir di garasi dan dengan langkah pelan segera memasuki rumah


"Bunda" Ucap Alif berucap dengan begitu semangat, saat ini ia bahkan sedang duduk di sofa untuk menantikan kepulangan sang ayah, dan tentu saja ia masih berharap jika ayahnya akan kembali dengan gadis yang sampai saat ini ia panggil bunda, tapi harapannya hanya sebatas angan lagi dan lagi ia harus berakhir dengan sebuah rasa kecewa hal ini di karenakan bundanya tak kunjung di temukan, dengan tertunduk ia kembali ke kamarnya dengan air mata yang mengalir begitu saja, ia sudah menunggu, tapi mengapa?, mengapa ayahnya selalu saja berbohong


"Alif makan sama minum obat dulu ya, habis itu istirahat" Ucap Arya mendekati Alif yang sedang menangis, ia suah mencari kemanapun, namun yang di cari memang sepertinya menghilang, ia bahkan juga sudah menyuruh orang mencari keberadaan Lia, namun hasilnya bahkan tetap sama

__ADS_1


"Ngak mau yah, Alif mau bunda, Alif mau bunda Yah, Alif cuma mau bunda titik" Ucap Alif mendorong makanan yang di ulurkan, ia tak ingin makan, ia hanya ingin bundanya, ia hanya ingin bundanya, dan ia hanya akan makan dan minum obat jika Bundanya sudah di bawa pulang


"Alif jangan buat ayah tambah pusing ya, kamu fikir ayah ngak capek dengan sikap kamu yang seperti ini?, kamu fikir ayah ngak nyariin bunda kamu hah, kamu pikir ayah diam aja selama ini?, kamu fikir ayah ngak punya urusan lain, jangan banyak berulah, sekarang minum obat kamu, dan istirahat biar cepat sembuh" Tampa sadar Arya berteriak ke Alif, ia benar benar berada di ambang emosi, di saat ia berada di titik rendah bahkan ia harus kembali di tekan oleh keadaan Alif yang bahkan selalu meminta bundanya kembali, mendengar bentakan tak terduga dari sang ayah seketika mata mungil itu berbinar menahan tangisnya, selama ini ayahnya selalu lembut, dan sekarang ayahnya membentaknya?,


"Alif ngak mau ayah, Alif cuma mau bunda, Alif benci ayah, Alif benci" Ucapnya berteriak dan berlari menjauhi Arya, apakah ia tak salah dengar?, ia sedang dibentak oleh ayahnya sendiri, Alif semakin menjadi sedih karena seumur hidupnya sang ayah selalu menyayanginya, namun hari ini?, hari ini untuk pertama kalinya sang ayah berbicara dengan nada nan begitu tinggi, ia ketakutan


"Alif" Ucap Arya mengejar Alif yang berlari meninggalkan kamarnya, ia menyesal karena telah meneriaki Alif, ia lepas kendali, ia suah di Bebani dengan begitu banyak beban pikiran, namun Alif bahkan nambahnya,


"Ngak mau, ayah jahat, Alif benci sama ayah, ayah bentak Alif dan marahin Alif" Ucap Alif dengan berteriak dengan begitu kencang


"Arif mau bunda" Ucap Alif menepis air matanya tak henti henti mengalir sejak tadi, seketika hidupnya menjadi suram karena Berkali kali ia harus Kehilangan orang yang sangat di sayang, mengapa dunia begitu kejam?


"Ayah akan kembali mencari bunda besok, Alif minum obat dan istirahat, ayah akan usaha cari bunda buat alif, alif jangan kabur kuburan lagi ya" Ucap Arya menggendong Alif dan membawanya kembali ke kamar, ia akan terus mencari gadis itu, ia yakin suatu saat ia pasti akan menemukan gadis yang telah membuat Alif sangat mencintainya ini


"Ayah janji, bakalan temuin bunda, Alif kangen bunda, yah, Alif mau bunda" Ucap Alif dengan nada lemas, ia tak ingin percaya dengan ucapan sang ayah, namun?, selain sang ayah ia tak memiliki siapapun lagi,

__ADS_1


"Iya, sekarang minum obat trus Alif tidur ya'' Ucap Arya menyelimuti Alif dan membiarkan Alif mengistirahatkan dirinya


"Maafin ayah yang udah bentak kamu, ayah ngak pernah punya maksud buat marah kamu" Ucap Arya dengan nada pelan sembari mengecup lembut pucuk kepala Alif,


Setelah Alif tertidur Arya bergerak pelan untuk meninggalkan Alif, ia melangkah menuju ruang kerjanya, ia menghela nafas pelan sembari mendudukkan dirinya di balik meja kerja, hpnya berdering, ia menghela nafas sembari meraih ponsel yang berada tak jauh dari sana, di layar sudah tertera nama Kinan sebagai sekretarisnya


"Hallo" Ucapnya saat telpon di hubungkan


"Selamat malam pak, maaf jika menunggu saat malam larut seperti ini"


"Ada apa?"


"Pak Alex memutuskan kontrak karena merasa tak puas dan membuat para investor lain merasa ragu untuk berinvestasi" Ucap Kinan dengan nada pelan


"Kenapa anda baru bilang sekarang?" Ucap Arya dengan kesal, masalah sebesar ini bahkan tak di katakan dengan cepat

__ADS_1


"Pihak pak Alex baru saja mengabarinya pak, dan dalam beberapa menit kekacauan lain terjadi, saat ini kita hanya bisa bergantung pada klien yang akan di temuin besok" Ucap Kinan dengan nada pelan


"Atur pertemuan besok dan kita harus mendapatkan klien itu" Ucap Arya dengan nada pelan


__ADS_2