
Hari hari sudah berlalu tampa terasa hampir 2 minggu Alif bersama Lia, hari hari mereka berjalan begitu indah, seperti saat ini ketiganya nampak bermain air bersama, sembari tertawa ria
"Ayo dikit lagi, Alif udah bisa berenang" Ucap Rizki girang saat Alif sudah mencapainya, setelah berusaha begitu keras akhirnya Alif bisa bereng melawan air sungai yang tentu saja sangat berbeda dengan kolam yang tenang, dan lagi semenjak kedatangan Alif bahkan Rizki menjadi semakin aktif, mengajak Alif kesana dan kemari, melakukan ini dan itu, membuat Lia hanya bisa menatap keduanya dengan senyuman lebar, bagai mana tidak, keduanya begitu serasi dan bersemangat
"Alif, Iki, senyum" Ucap Lia mengabadikan beberapa potret saat keduanya saat bermain air, sebelumnya Alif selalu minta di abadikan momen momennya, ia menemukan banyak hal baru seperti saat sedang manjat pohon, mencari durian, memetik beberapa buah pedesaan dan hal hal menarik yang akan sangat tidak mungkin ia temukan di kota jakarta
"Bunda bunda, ikutan berenang dong, sekarang Alif udah jago banget loh, kak ini ngajarin Alif sampe Alif beneran bisa" Ucapnya beranjak mendekati Lia yang berada di tepian
"Hmm bunda nanti aja sayang bunda mau ke atas dulu, Alif sama iki juga jangan lama lama main airnya ya" Ucap Lia pelan, dan setelah membereskan pakaian dan piring yang telah ia cuci
"Siap boss" Ucap Rizki dan Alif tersenyum lebar dan kembali bermain air, Lia hanya tersenyum dan mengangkat pakaian ke atas, ayah dan ibunya pergi bekerja, seperti biasa ia akan beres dan memasak untuk menyambut ayah dan ibunya kembali dari bekerja
"Kak Lia ku tersayang, aku datang, adik mu yang imut jelita cantik dan mempesona ini menemui mu" Suara itu terdengar nyaring, tak lama kemudian munculah mahluk tengil yang berjabatan sebagai adik sepupunya, ia hanya tersenyum, ia sudah terbiasa dengan adik tengilnya ini, namanya Fatma, sepupu sekaligus temannya sedari kecil, mereka hanya terpaut usia dua tahun dan saat ini Fatma juga sudah tercatat di Universitas ternama di kota ini
"Aku kangen banget tau ngak, kapan pulang, pulang kok ngak ngabarin aku sih?" Ucapnya cemberut sembari menyilangkan tangannya di dada dan jangan lewatkan pipi yang menggembung,
__ADS_1
"2 minggu yang lalu, kamu masih sibuk sih makanya, setelah dari Jakarta aku langsung ke ladang, eh tapi ngomong ngomong Kesini sama siapa?, tumben tumbenan" Ucapnya dengan nada pelan,
"Di cariin Itu" Ucap Fatma sembari menunjuk seorang pria tampan dengan kemeja berwarna maron di padukan dengan celana katun hitam+kacamata hitam, hal ini membuatnya tersenyum kecil melihat pebisnis muda ini,ke ladang sangat tidak cocok untuknya, apa lagi sepatunya yang mengkilap dan menyilaukan monyet yang melihatnya, jika kalian mengira itu adalah Arya makan tebakan kalian tepat sasaran, Arya datang dengan tampilan rapi dan itu ke ladang, yang benar saja?
"Siapa?, dia ganteng banget," Bisik fatma menyenggol sepupunya itu dengan pelan, sedangkan Lia bahkan hanya merespon dengan tatapan malas
"Kamu kan yang bawa dia masak ngak nanya?" Ucap
"Ngak berani nanya, tadi pas mau ke rumah kamu kebetulan ketemu, eh dianya nanya dan kata tetangga sebelah kamu di ladang, ya jadi deh ke sini" Ucapnya dengan nada malas, sebelumnya ia mendapatkan kabar jika Lia kembali ke Sumatra dan sebagai teman dan sepupu yang baik tentu saja ia akan melihatnya dan sedikit bertegur sama, mereka susah tak bertemu selama dua tahun ini, hal yang wajar bukan jika merasakan sebuah kerinduan?
"Saya Baik bagai mana dengan anda?" Ucapnya yang hanya bisa membalas basa basi dari Arya dengan lembut, interaksi mereka memang terlalu canggung, keduanya hanyalah orang asing yang di pertemukan dengan begitu tiba tiba dan di paksa untuk berinteraksi oleh Alif
"Alhamdulillah juga baik, seperti yang dikatakan orang orang, suasana pedesaan memang begitu indah dan astri" Jawab Arya dengan nada pelan, setelah masalah Alif selesai perusahaanya perlahan membaik, dan selama dua Minggu ini ia bekerja keras agar bisa mendapatkan waktu libur untuk menjemput putranya, sekolah akan di mulai dan Alif harus segera bersekolah, bagai manapun saat ini ia baru saja menyelesaikan TK nya dan akan melanjutkan ke sekolah dasar
"Syukurlah jika seperti itu, mari turun, tidak baik berbicara di luar seperti ini" Ucapnya lagi, ia bahkan baru sadar jika ia bahkan lupa mengajak tamunya untuk masuk dan duduk sejenak, setelah Fatma dan Arya duduk Lia langsung bergerak ke dapur untuk menyuguhkan minuman pada si tamu
__ADS_1
"Seadanya" Ucap Lia menyuguhkan air putih dan beberapa buahan yang di dapatkan Alif dan Rizki tadi pagi, karena saat ini sedang musim buahan maka hanya buah buah pedesaan inilah yang bisa ia suguhkan, sebagai tuan rumah yang baik jelas saja harus memperlakukan tamunya dengan baik pula
"Wah, buah durian, manis banget lagi" Fatma berucap dengan penuh semangat, ia pun jarang berada di desa, seperti anak muda lainya, ia lebih suka menghabiskan waktu di kota kabupaten, dan tentu saja sambil kuliah
"Kayak ngak pernah makan durian aja" Ucap Lia terkekeh pelan menatap sepupunya yang bahkan langsung menyambar buah yang ia suguhkan
"Jangan bikin aku malu, kayak orang rakus aja aku jadinya" Fatma berucap dan bergerak mundur, ia terlalu reflek hingga melupakan kehadiran seorang Arya bersama mereka, sedari tadi ia sudah menjaga image di depan pria tampan ini, dan seketika image yang ia bangun hancur karena buah durian yang begitu menggoda
"Silahkan, saat ini sedang musim buahan jadi hanya ada ini" Ucapnya pelan, bagai manapun mereka harus mengerti bagai mana keadaan ladang, sepi dan jauh dari pemukiman, karena itu mereka hanya makan dan mengonsumsi sayur atau buahan yang ada saja
"Terimakasih" Ucap Arya masih dengan senyuman menawannya, ia tak terlalu menyukai buah berbau menyengat ini, namun ia harus menyantapnya demi menjaga perasaan tuan rumah
"Em ini enak" Ucap Arya dengan anda pelan
"Saya tinggal dulu, saya akan memanggilkan Alif dia pasti senang karena ayahnya datang" Ucap Lia dengan anda pelan, dan setelahnya ia segera bergerak menuju sungai, untuk menghentikan kegiatan bermain air ke dua bocah nakal itu, jika di biarkan mereka bahkan sanggup bermain sampai sore hampir menyapa
__ADS_1