
Beberapa jam sudah berlalu, acara mewarnai pun sudah selesai dan saat ini tingga mendengarkan pengumuman pemenang lomba, saat yang telah di nanti nantikan oleh para peserta lomba
"Bunda, nanti kalo Alif ngak Menag gimana?" Ucap Alif dengan nada pelan, untuk pertama kalinya ia merasa gugup karena takut tak menghasilkan yang terbaik, ia ingin membuat bundanya merasa bangga, ia ingin menghadiahkan piala besar ini pada bundanya, ia ingin menujukan pada semua orang kalo dirinya pun sama, ia memiliki ibu dan akan merasakan kehangatan kasih sayang Seornag ibu
"Alif usaha lagi, kalo belom dapet kali ini masih ada kesempatan esok, yang penting Alif ngak boleh nyerah, harus usaha biar mencapai hasil yang memuaskan" Ucap Lia dengan nada lembut,
Mendengar jawaban dari sang bunda ia bahkan hanya bisa menggukan kepalanya dengan pelan, ia menanyakan hal ini bukan Tampa alasan, beberapa waktu lalu bahkan ia pernah mendengar salah satu temanya yang di marahi ibunya karena tak berhasil mendapat juara, dan ia tak ingin bundanya menjadi marah karena ketidak mampuannya
Ia ingin membuatnya bangga dengan mendapatkan juara dalam perlombaan ini, hanya saja ia merasa tak percaya diri saat ini, ia merasa jika ia tak mampu mendapatkan piala itu, dan itu membuatnya sedih karena tak bisa menujukan pada sang bunda jika dirinya adalah anak yang akan membuatnya menjadi bangga
"Tapi bunda beneran ngak marah kan?, kemaren teman Alif di marahin mamanya karena ngak bisa dapat juara, Alif cuma takut kalo Alif ngak bisa buat bunda jadi bangga" Ucapnya dengan nada lirih
"Sayang, bunda bangga kok punya Alif, Alif cuma harus berusaha, jika tidak menang kali ini masih ada hari esok kan, hidup masih panjang, dan semua tak akan berhenti sampai di ini kan?" Ucap Lia sembari mengelus pelan pucuk kepala bocah menggemaskan ini, sedari tadi selalu saja mengatakan jika takut jika ia akan membuatnya malu
"Sekarang jangan cemberut lagi, tu Mis Nina udah jalan ke depan dan bentar lagi pasti mau ngumumin siapa pemenang lomba ini" Ucapnya lagi, lagi lagi Alif hanya mengguk sembari menatap Mis Nina yang saat ini sudah berada di atas penggung
"Selamat siang anak anak dan bunda bunda" Ucap Mis Nina dengan ramah
__ADS_1
"Selamat siang Mis" Jawab mereka bersamaan
"Akhirnya lomba tahunan kita kali ini selesai dan saatnya untuk mengumumkan pemenangan, murid murid Mis pasti penasaran kan siapa yang menjadi pemenang dalam lomba kali ini" Ucap Mis Nina lagi
"Yaudah, saya ngak bakalan banyak omong lagi, langsung saja pemenang lomba mewarnai jatuh pada...." Ucap Mis Nina menjeda ucapannya beberapa saat, dan seperti yang di harapkan seluruh anak anak terlihat begitu tengang menanti pengumuman ini di sampaian, mereka berharap jika merekalah yang di sebutkan dan akan maju kedepan dengan penuh rasa bangga
"Pemenang lomba mewarnai jatuh kepada... Alif, selamat ya Alif, sekarang Alif maju kedepan untuk mengambil pialanya" Ucap Mis Nina sembari tersenyum, mendengar namanya di sebut sontak saja membuat Alif melompat kegirangan ia tak menyangka jika ia akan menjadi pemenang, dengan semangat menggebu ia bahkan langsung menghambur kepelukan sang bunda,
"Alif Menag Bun, makasih bun" Ucapnya dengan nada pela
"Alif Menag Bun, Alif dapat piala gede ini Bun" Ucap Alif dengan semangat menyerahkan pialanya pada sang bunda, sesuai yang ia katakan sebelumnya ia akan menghadiahkan piala ini sebagai salam penyambutan atas kedatangan sang bunda di dalam hidupnya
"Alif keren banget, Alif hebat" Ucap Lia dengan nada pelan dan kembali memeluk putra kecilnya itu
"Makasih bunda, Alif sayang banget sama bunda, karena bunda Alif jadi semangat dan akhirnya Alif bisa dapetin piala ini, Alif seneng banget" Ucap Alif memeluk Lia erat begitu erat, untuk pertama kalinya ia mendapatkan hadiah dan mendapatkan piala besar ini, dan untuk pertama kalinya lupa ia di puji oleh sosok yang sedari beberapa waktu lalu ia sebut sebagai bunda
"Bunda bangga sama Alif " Ucap Lia dengan nada pelan sembari mengecup lembut kening Alif dan jangan lewatkan senyuman indah yang selalu terpajang di wajah indah itu,
__ADS_1
Alif juga bangga pada dirinya, akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ia bisa mendapatkan piala besar ini dan sesuai janjinya ia akan menjadikan Pila ini sebagai hadiah pertemuan mereka
Pelukan keduanya terlepas saat ondel Lia berdering, Lia melepas pelukanya dan mengangkat telpon dari sahabatnya ini
"Hallo" Ucap Lia berjalan agak menjauh dari keramaian, kelas sedang begitu ramai, dan jika memaksa tingga maka ia tak bisa mendengar apa yang di katakan Riana dengan baik
"Lo dimana" Ucap Riana dengan nada pelan, yah suara itu berasal dari seberang telepon, dan seperti biasa, Riana akan menyuruh Lia kembali untuk segera mengikuti pelajaran, hal seperti ini sudah sangat biasa Riana lakukan, mereka memang berteman baik, hanya saja Lia memang lebih suka mengabiskan waktu sendiri dan membiarkan Riana melakukan urusnya
"Gue masih di luar ni ada urusan dikit" Ucap Lia dengan nada nan begitu pelan, seperti biasa Riana akan menelponnya dan akan mengomelinya beberapa saat
"Ayo cepat kembali ke kampus hari ini kuis lagi" Ucap Riana lagi, sudah hampir waktunya, dan tengu saja seharunya Lia sudah berada di kelas menunggu sang dosen
"Ok, gue bakalan balik ke kampus sekarang, jadi jangan ngomel terus ngak capek apa ngomel terus" Ucap Lia memijit dahinya dengan pelan, ia benar benar lupa hari ini ada jamnya ibuk killer, semua mahasiswa selalu bergidik ngeri jika berurusan dengan dosen yang satu ini, jika salah maka bersiap lah mengulang di semester depan
"Sekarang cepat kekampus mumpung dosen belum masuk kelas, kalo bukan gue siapa lagi yang bakalan mengomel sama Lo, habis aga Lo kebiasaan amat sih di luar mulu sampe telat awas aja lo" Ucap Riana dengan nada pelan
"Iya, gue berangkat ni, ngak bakalan telat, gue jamin dah" Ucap Lia mematikan telepon, dan setelahnya bergerak kembali mendekati Alif, yang di katakan Riana sebelumnya benar, gue udah hampir lupa sama waktu, gue harus segera balik ke kampus, karena gue ngak suka telat dan ngak di izinkan telat, karena dosen kali ini bahkan sembarangan dosen, kalo bikin salah dikit aja, bisa bisa ngak ikut UTS
__ADS_1