
Dua jam telah berlalu dengan cepat proses belajar mengajar pun baru saja selesai, dan seperti biasa setelah absen dosen beranjak meninggalkan kelas, dan di susul dengan pembubaran pada mahasiswa, hal ini juga tak terkecuali dengan Lia ia segera dan berjalan menuju pintu untuk segera meninggalkan kelas
"Mau kemana?" Ucap Riana yang membuat Lia kembali menghentikan langkahnya, ia berbalik untuk melihat sahabatnya ini, tumben mahluk ini bertanya, biasanya juga dulu duluan ninggalin kelas kayak punya masalah penting aja
"Keluar" Ucapnya dengan nada singkat, masalah tadi membuatnya menjadi kepikiran, ia memilih untuk menepi sesaat untuk menenangkan diri dari segala masalah kehidupan yang memang tak pernah ada ujungnya
Riana mengguk faham, ia tau jika Lia butuh waktu sendiri, ia butuh waktu untuk menenangkan diri, masalah yang datang bahkan belum terselesaikan, namun masalah lainya datang dan membuatnya menjadi sangat tertekan, Riana tau Lia memerlukan waktu, karena ia tau ia tak akan menganggu, ia hanya perlu mengingatkan kapan Lia harus kembali dan melanjutkan tanggung jawabannya sebagai seorang mahasiswa
"Ok, jangan kelamaan ya, jam 11 kita masuk sama pak anto" Ucap Riana dengan nada pelan dan lagi lagi hanya di balas anggukan kecil oleh Lia, setelahnya ia berjalan pelan menuju parkiran, beranjak meninggalkan kampus tempat favoritnya,
Pemandangan anak anak bermain adalah pemandangan yang indah menurutnya, ia tersenyum melihat keceriaan mereka di sana, saat ini ia sedang duduk di bawah pohon yang berhadapan langsung dengan sebuah taman kanak-kanak, lia dapat melihat aktivitas mereka dengan bebas, dan itu membuatnya mengingatkannya dengan masa kecil yang indah, ia menjergit melihat seorang bocah duduk sendiri di pinggir gerbang, lia berjalan mendekati si bocah
"Kamu kenapa?" Ucapnya dan di samping si bocah, hidup sendirian tampa teman adalah hal yang sangat menyakitkan
"Kakak cantik" Ucap Alif mengangkat kepalanya dan memeluknya dengan erat
__ADS_1
"Eh Alif, Alif ngapain di sini sendirian?, dan kenapa kamu ngak ikutan main sama teman teman?" Ucap Lia dengan nada pelan semuanya sedang sibuk bermain, sedangkan Alif bahkan hanya berdiam diri
"Loh Alif kok nangis?" Ucap Lia menepis air mata yang mengalir di pipi gembul alif
"Alif sedih kakak cantik" Ucapnya sembari terisak pelan
"Alif sedih kenapa?" Ucap Lia lagi, ia selalu membuta bocah ini menagis, dan, apakah ia mengatakan hal yang salah?, Mengapa Alif malah menangis di hadapannya
"Alif ada lomba di sekolah semua teman teman Alif bawa bunda mereka cuma Alif yang enggak, karena Alif ngak punya bunda" Ucap Alif sembari tertunduk dengan wajah nan begitu murung, saat semua orang di temani oleh ibunya hanya dirinya seorang lah yang selalu sendirian, tak ada ayah ataupun ibu tang akan menamainya di tempat ini
"Emang kenapa bunda Alif ngak datang?" Ucap Lia nada nan begitu lembut, hal ini bahkan membuat Alif terdiam sambil menggelengkan kepalnya, Lia menghela nafas dengan pelan ia bersalah karena membuat Alif menjadi sedih, jelas Alif sudah mengatakan jika ibunya sudah bersama tuhan, ini tentu saja sangat menyakiti Alif, lia memeluk Alif dengan erat, ia merasa sedih dan mengasihani nasib malang alif
"Alif jangan sedih lagi, hm gimana kalo kakak aja yang nemanin Alif?, Jangan sedih lagi ya" Ucap Lia dengan nada pelan, senyuman indah itu bahkan sudah terbit di wajah cantiknya
"Beneran kakak?" Ucap Alif menatap Lia tak percaya, ini adalah hari yang paling berharga buatnya, selama ini ia selalu sendiri, ia selalu menghabisi semua hari dan kegiatannya sendiri, jika pun pada akhirnya Arya datang ia pasti terlambat dan membuat alif merasa malu dan sedih
__ADS_1
"Kenapa ngak, ayo cepetan, bentar lagi acaranya di mulai kan? " Ucap Lia tersenyum dengan lembut, toh hanya menemani bocah malang ini bukan?, ia juga sedang tak sibuk, dan tak maslah jika membantu
"Kak cantik" Ucap Alif menatap lia dengan tatapan lekat, ia merasa ragu untuk mengatakannya, apakah ia akan di tinggalkan setelah ini, apakah ia akan di tinggalkan setelah mengatakan ini, namun?, ia sangat ingin mengatakannya
"Kenapa?" Ucap Lia dengan nada pelan, Alif bahkan tiba tiba diam, dan perubahan di wajahnya membuat Lia bertanya tanya apa yang sedang di pikirkan oleh Alif
"Alif boleh ngak manggil kakak cantik bunda?" Ucapnya dengan nada pela semua orang di temani bunda sedangkan dirinya?, ia bahkan hanya sendiri, meskipun sang ayah telah membayar Seornag pengasuh namun pengasuh yang di berikan sang Ayah tidak terlalu baik, ia bahkan menghilang setelah mengantarkan Alif ke sekolah, dan akan kembali setelah puas menikmati hari di luar
"Kenapa enggak?, hm ya udah ayo masuk nanti telat Alif kan ada lomba kan, yuk kita harus tepat waktu" Ucap Lia tersenyum cerah ke anak kecil yang memanggilnya bunda ini, toh hanya sebatas panggilan saja kan?, ia bukan gadis yang berhati sempit, bocah ini membutuhkannya dan ia hanya bisa membantu dan entah mengapa ia bahkan merasa sangat senang saat berada di dekat Alif, mungkin karena rasa simpati pada anak malang ini
"Beneran kak?" Ucap Alif yang bahkan masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan, kakak cantik ini setuju jika di panggil bunda
"Iya, emang kenapa?, kamu bisa manggil apa saya yang kamu mau, dan kakak ngak bakalan marah" Jawab Lia dengan nada tanya, toh hanya sebatas sebuah panggilan bukan, dan ia juga tak masalah jika harus menemani Alif, sejak awal bertemu ia menyukai Alif, ia menyukai bocah kecil yang kuat ini, bahkan dapat tetap bertahan di kehidupan sulit seperti ini, secara materi ia Menag tak kekurangan, namun Seornag anak tentu saja membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya, namun?, bahkan Alif tak memiliki kesempatan untuk menikmati itu, nasib yang malang bukan, Lia sendiri belum tentu kuat jika di letakan dalam posisi seperti itu
"Makasih Kak, eh bunda, Alif sayang banget sama bunda, Alif janji bakalan jadi anak yang baik dan ngak buat bunda marah" Ucap Alif sembari memeluk Lia dengan begitu erat, hal ini membuat Lia terkekeh pelan, anak ini terlalu bersemangat
__ADS_1
"Hm yaudah, kayaknya mau ke sekolah, yuk cepetan"
"Hmm ayo bunda" Ucap Alif dengan riang menarik tangan Lia ke kelasnya