Aku dia & kita

Aku dia & kita
Kembali Ke Jakarta


__ADS_3

"Ibu, Ayah" Ucap Lia saat Ibu dan Ayahnya memasuki rumah, yah keduanya baru saja kembali dari tengah ladang dan akan beristirahat sejenak untuk makan siang dan sholat Zuhur


"Siapa ini nak?" Ucap Ibu Lia yang sedikit terkejut dengan keberadaan pria ini, ia tak mengenal pria ini dan dari pada terjadi kesalah fahaman maka akan lebih baik jika ia bertanya


"Ini ayah Alif bu" Ucapnya dengan nada pelan


Arya menyapa ayah dan ibu Lia dengan begitu sopan, ia datang bertamu dan ia bahkan tak memberi kabar sedikitpun, hanya bermodalkan alamat dari Lia sebelumnya ia nekat datang Tampa sebuah pemberitahuan


"Hm ya udah kalo gitu, ibu sama ayah mau bersih bersih dulu kamu temani nak Arya ya" Ucap Ibu dan Ayah Lia berjalan ke dapur untuk meletakan alat bekerja, dan setelahnya keduanya berjalan beriringan ke sungai untuk membersihkan diri


''Alif" Ucapnya pelan, Alif dan Iki langsung menghentikan acara bermainnya dan berlari mendekati Lia yang baru saja memanggilnya


"Iya bun?" Ucap Alif


"Sekarang alif ganti baju dulu ya" Ucapnya dengan anda pelan, Alif akan kembali ke kota dan jelas saja ia harus berganti pakaian yang lebih bagus, karena setelah ini mereka akan segera terbang ke jakarta


"Loh emang kenapa bunda?, baju ini masih bersih kok, Alif ngak mau bunda kecapean gara gara Alif" Ucap Alif dengan nada pelan, ia tentu dapat melihat bagaimana susahnya mencuci, awalnya ia merasa bingung setelahnya ia faham, ia baru tau jika mencuci harus melelahkan itu ia tak tega jika melihat bundanya menderita karena dirinya, mendengar itu membuat Lia tersenyum kecil, toh ia Menag harus mencuci setiap hari, satu baju kotor tak akan membuatnya merasa keberatan


"Alif ikut ayah pulang ya" Ucapnya dengan anda pelan, sudah dua Minggu Arya berpisah dari anaknya


"Loh kenapa bun?, Alif kira ayah juga tinggal di sini, sama bunda sama nenek, kakek, kak Iki juga" Ucap Alif yang kini cemberut, ia tak ingin meninggalkan bundanya, tapi ayahnya?, bukankah sebelum ini mereka sudah berjanji, mereka akan kembali terlebih dahulu dan setelahnya Sang yah akan menyusul


"Alif kan mau masuk sekolah, jadi Alif harus pulang ke Jakarta ya dan mulai sekolah" Ucap Arya


"Kalo Alif sekolah di sini aja boleh ngak yah?, Alif mau di sini aja, sama kakek, nenek, bunda kak Iki" Ucap Alif dengan polosnya, Arya beralih menatap Lia berharap Lia memberi pengertian pada anaknya ini, bagai mana pun wanita yang di panggilnya bunda ini bukan ibu kandungnya, dan pasti memliki titik lelah

__ADS_1


Lia hanya tersenyum simpul dan meraih bahu Alif


"Alif sayang, nanti kalo Alif di sini ayah sama siapa?, Alif ngak kasihan liat ayah sendirian di Jakarta?," Ucapnya dengan anda lembut


"Kan Ayah juga bisa ikut tinggal di sini, tinggal bareng sama bunda sama kakek, nenek" Ucapnya lagi, mendengar ucapan polos Alif Lia bahakan tak bisa menahan senyumnya


"Trus pekerjaan Ayah sama kuliah bunda gimana?, Alif pulang dulu sama ayah buat ngurus sekolah alif, trus Alif ngak boleh nakal harus denger kata ayah dan ibuk gurunya" Ucapnya pelan,


Setelah lama membujuk akhirnya Alif hanya bisa mengguk dengan begitu lesu, ia berfikir mereka akan tinggal selamanya di sini, tapi kenapa ayahnya datang dan malah mau membawanya kembali ke Jakarta


"Trus bunda?, bunda juga ikut pulang juga kan ke Jakarta" Ucap Alif lagi


"Alif pulang dulu sama ayah, nanti bunda bakalan nyusul belakangan, kasihan kan kakek sama nenek kesepian kalo ngak ada bunda," Ucapnya dengan nada pelan


"Hmm ya udah, tapi bunda janji ya cepat pulang, Alif pasti bakalan rindu banget sama bunda" Ucap Alif mengacungkan jari kelingkingnya


"Mari" Ucap Lia, Arya berjalan pelan meninggalkan rumah menuju mobilnya yang terparkir di pinggiran jalan


"Fatma, anda saya antar atau bagai mana?" Ucap Arya dengan nada pelan, ia yang membawa Fatma ke sini dan jelas saja ia harus mengantarkan Fatma kembali


"Oh ngak usah nanti kak Lia aja yang nganterin" Ucap Fatma menujukan senyum lebarnya, ia ingin bersama sepupu tercintanya ini beberapa saat lagi


"Hm baiklah, terimakasih sudah membantu saya"


"Ok" Ucapnya dengan ringan, toh juga sekalian, ia ingin menemui saudaranya, dan siapa yang menyangka ia malah bertemu dengan pria tampan ini, anggap saja sambil menyelam minum air

__ADS_1


"Bunda hati hati ya di sini" Ucap Alif dengan nada pelan, ia merasa tak rela jika harus meninggalkan sang bunda, ada banyak hal yang harus ia tinggalkan disini, buah buahan nikmat, kolam panjang yang berarus, ia akan sangat merindukan sang bunda dan tempat ini


"Iya sayang, Alif juga ya, jangan nakal nakal, dengerin kata ayah" Ucap Lia mencium pucuk kepala anaknya, Alif mengguk dan perlahan masuk ke mobil


"Terimakasih sudah menjaga Alif dengan sangat baik, dan maaf sudah merepotkan anda" Arya berucap dengan sungkan, ia merasa tak enak hati karena telah membuat gadis di hadapannya ini begitu kerepotan


"Sama sama" Ucap Lia dengan anda nan begitu lembut, setelah berpamitan tentu saja Arya harus segera masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan, namun sayang, rencananya masuk malah di hentikan oleh Alif yang tiba tiba berteriak dengan begitu nyaring


"Loh kok bunda ngak cium kening Ayah juga, " Ucap mengeluarkan kepalanya dari pintu mobil, hal ini membuat keduanya terkejut karena Alif yang bahkan bergerak dengan begitu tiba tiba


"Alif kok teriak" Ucap Lia


"Maafin Alif bunda, bunda jangan marah ya" Ucap alif dengan rasa bersalah


"Lain kali Alif ngak boleh teriak teriak lagi kan bisa ngomong pelan pelan" Ucap Lia lembut


"Maaf, tapi, Alif liat liat Ayah ngak pernah cium kening bunda seperti bundanya teman Alif, dan kemaren juga waktu di bandara ayah juga ngak nyium kening bunda" Ucapnya dengan nada tanya, ia masih ingat Kiki pernah mengatakan jika setiap papa mereka pergi keluar kota atau bekerja selalu mencium kening Mamanya terlebih dahulu


Lia membuang nafas pelan, dari mana bocah sekecil ini sudah bicara soal cium cium


"Kami berangkat, maafkan ucapan saya harap anda tak memasukannya ke hati" Ucap Arya dengan nada nan begitu canggung, ini sangat memalukan


"Tak apa, hati hati" Ucap Lia pelan Arya menggukan kepalanya dan setelahnya masuk ke mobil,


"Anaknya lucu ya, kakak liat wajah Ayahnya kayak nahan malu gitu" Ucap Fatma tersenyum kecil dan kembali menuju rumah

__ADS_1


"Jangan di bahas, ngak penting juga kan"


"Ganteng sih, ganteng banget malahan, tapi udah punya anak, sayang banget kan kalo gitu" Ucap Fatma menggembungkan pipinya


__ADS_2