Aku dia & kita

Aku dia & kita
Jio Jangan Sedih


__ADS_3

"Hore jalan jalan" Ucap Alif dengan girang, saat ini mobil sudah mulai berpacu dengan kepadatan jalan raya, senyuman tak pernah luntur dari kedua bocah ini


"Alif jangan loncat loncat, nanti jatuh" Ucap Lia pelan


"Maafin Alif bunda" Ucap Alif tertunduk, saat ini Lia duduk di antara kedua bocah 6 tahun ini, sedangkan Arya?, ia menjadi sopir, yah beginilah nasib Arya jika bepergian, Alif tidak mau duduk di sampingnya, dan bahkan tak mengizinkan bundanya duduk di samping Arya, Arya hanya bisa menghela nafas dan menyesuaikan diri dengan profesinya, ia adalah CEO di perusahaan permata Wijaya, namun ia menjadi sopir untuk Alif dan Lia, bukankah itu lucu?


"Jio kok diam aja?" Ucap Lia dengan nada pelan, sepanjang perjalanan hanya Alif yang mengoceh sedangkan Jio?, ia diam dan melihat interaksi keluarga Alif yang bahagia


"Ngak papa tante, Jio senang banget, akhirnya Jio bisa jalan jalan sama tante dan om, Alif sering banget cerita tentang Tante" Ucap jio pelan, sebenarnya ia merasa sedih, ia sendiri lupa kapan terakhir ayahnya mengajak jio pergi jalan jalan,


"Oh iya?"


"iya Tante, Alif bilang bundanya baik dan sayang banget sama dia, tapi sayang Jio ngak punya bunda, Jio ngak seberuntung Alif" Ucap Jio menghela nafas pelan, saat teman teman menceritakan betapa hebat orang tua mereka Jio hanya bisa menepi, karena ia bahkan tak memiliki kesempatan untuk merasakan itu


"Jio ngak boleh sedih, kan kita mau seng seneng, ia kan yah?, bunda?, Alif tadi juga udah bilang kan kalo ayah Jio ngak dateng ngak papa, dulu ayah Alif juga sering telat, tapi sekarang Alif udah punya bunda, dan Jio pasti bisa nemuin bunda yang cantik dan baik kayak bundanya alif" Ucap Alif lagi


"Iya sayang, jio ngak boleh sedih, mungkin ayah jio masih sibuk, senyum dong, kan kalo senyum gantengnya keluar" Ucap Lia dengan nada nan begitu lembut, uh ada banyak anak yang menjadi korban akibat ayah mereka yang selalu gila kerja


"Tante mau peluk boleh" Ucap Jio dengan nada pelan pelan, Lia tersenyum lembut dan memeluk jio dengan hangat

__ADS_1


"Jio jangan nangis, dan ngak boleh sedih," Ucap Lia mengelus pucuk kepala jio yang sedang terisak di pelukanya


"Jio kangen sama mama jio," Ucap jio pelan,


"Jio ngak boleh sedih, bunda jio udah seng sama Tuhan, iya kan yah" Ucap Alif polos,


"Iya," Ucap Arya pelan, yah ini memang yang selalu ia katakan saat Alif mempertanyakan masalah bunda padanya,


Jio tersenyum lebar, dan kini mobil kembali hiruk oleh ocehan kedua teman sebaya itu, sedangkan Lia hanya memandangi mereka dalam diam, seorang anak memang sangat terpukul jika tak di dampingi oleh orang tuanya, apa lagi di acara sekolah seperti ini.


"Sekarang kita turun" Ucap Alif tersenyum lebar, saat ini mereka sedang berada di sebuah kebun binatang yang terletak di sekitar kota jakarta


"Iya yah," Ucap Alif tersenyum lebar, Arya berlalu meninggalkan ketiganya


"Bunda"


"Iya sayang"


"Bunda ngak mau pegang tangan Alif, nanti kalo Alif ilang gimana? " Ucap Alif

__ADS_1


"Ah anak bunda udah pintar godain bunda ya sekarang" Ucap Lia mencubit hidung Alif gemas


"Jio, sini tangan jio" Ucap Lia menggenggam tangan Alif dan jio secara bersamaan,


"Tangan tante lembut banget, hangat juga" Ucap jio pelan


"Iya dong, kan bundanya Alif, jio tau ngak kalo pelukan bunda Alif hangat banget, bahkan Alif kalo nangis langsung diam kalo bunda yang meluk" Ucap Alif pelan


"Bunda Alif memang keren"


"Sekarang jio sama Alif pegang tangan bunda, bunda ngak mau kalian ilang" Ucap Lia pelan, setelah menunggu akhirnya Arya datang, mereka masuk ke kebun binatang dengan tersenyum lebar


"Yah, liat ada kancil, eh itu juga monyet, ah Alif jadi rindu rumah bunda" Ucap Alif pelan, yah di pedesaan Alif dapat melihat monyet bermain di alam lepas


"Bunda kancilnya makan" Ucap Alif lagi, Lia hanya tersenyum, ia masih menggenggam tangan jio, sedangkan Alif?, sudah beralih pada Arya,


"Tante ayo liat orang hutan" Ucap Jio menunjuk kandang yang berada tak jauh dari mereka berdiri


"Eh iya, ayo yah bun" Ucap Alif, mereka berjalan beriringan menuju kandang si orang hutan,

__ADS_1


"Tante?, jio boleh ngasih makanan ngak ke orang hutannya," Ucap jio mendongak menatap lia, lia mengguk sembari tersenyum, Arya segera menemui pengurus kebun binatang, setelah berbincang Arya datang dengan beberapa buah pisang, yah pengunjung memang boleh memberi makanan, tapi harus makanan yang di sediakan oleh pengurus kebun binatang.


__ADS_2