Aku dia & kita

Aku dia & kita
Bersama


__ADS_3

Hari berlalu dengan begitu cepat, hubungan Lia dan Alif kini semakin erat bahkan sudah seperti keluarga yang sangat harmonis dan penuh akan kebahagiaan,


Arya dan Lia saling bekerja sama untuk merawat dan menjaga Alif, keberadaan Lia benar benar membantu proses penyembuhan penyakit Alif, lagi dan lagi Arya hanya bisa mengucapkan rasa syukur dengan berkah Tuhan yang sangat tak terduga ini


Keduanya juga sudah memiliki hubungan yang jauh lebih baik, kebersamaan membuat keduanya menjadi saling mempercayai tak jarang arya titipkan Alif pada Lia saat ada urusan di luar kota bahkan di luar negri ia percaya jika Alif akan di jaga dengan baik oleh Lia.


Hari ini Alif merengek minta di ajak nonton, mereka sudah tak bermain bersama selama beberapa waktu ini, hal ini di karenakan kesibukan masing masing, Lia yang sibuk dengan bimbingannya dan Arya yang sibuk dengan segala pekerjaannya


Namun meskipun begitu mereka tentu saja masih menyempatkan waktu untuk menemani bermain meskipun secara bergantian, dan jujur saja saat di ajak pergi nonton ia sangat ingin menolak, ia sangat malas ke bioskop, namun bukan Alif namanya kalo tidak bisa membuat hati Lia luluh, ia bahkan dengan begitu mudah membuat Lia mengikuti keinginannya seperti saat ini


"Hallo Assalamu'alaikum bunda" Ucap Alif yang sedang berada dalam sambungan telpon dengan Lia, karena mereka susah membuat janji tentu saja mereka harus menepatinya, dan seperti yang di rencana dari jauh hari mereka akan pergi menonton malam ini.


"Waalaikumsalam sayang" Ucap Lia yang kini sedang duduk di depan laptopnya, beberapa waktu lalu ia baru selesai bimbingan dan seperti biasa ia harus merevisi beberapa poin dalam proposalnya ini


"Kita jadi nonton kan bunda, bunda udah janji loh Ama Alif bakalan nemanin Alif nonton bioskop malam ini" Ucapnya dengan nada pelan, mereka membuat janji sedari dua hari lalu, hal ini di karenakan Arya dan Lia harus mengatur waktu terlebih dahulu agar bisa menemani Alif bermain


"Iya sayang, bunda ingat kok" Ucap Lia sembari terkekeh pelan, mereka memang sudah lama tak bermain bersama, terlebih Lia yang di sibukkan dengan bimbingan


"Alif sama ayah sudah mau jalan ni bunda tunggu ya, oh iya jangan lupa dandan yang cantik ya"


"Hm ya sudah sayang, bunda siap siap dulu"


"Iya bunda, Alif tutup dulu ya, Assalamu'alaikum" Ucap Alif


"Waalaikumsalam" Ucap Lia dan segera memutuskan sambungan telfon.


"Bunda" Ucap Alif memeluk Lia, Lia hanya tersenyum dan menggendong Alif untuk segera masuk ke mobil tentunya bersama sahabatnya Riana juga.


Kini mobil sedan hitam itu kini mulai melaju dan berpacu dengan keramaian aktivitas jalan raya menuju sebuah bioskop

__ADS_1


"Kita makan malam dulu atau gimana" Ucap Arya dengan anda pelan, seperti biasa Alif akan menentukan apa yang ingin ia lakukan, dan mereka hanya perlu menurutinya


"Nanti habis nonton aja yah, Alif udah ngak sabar"


"Hm yasudah kalo gitu, ayok" Ucap Arya


"Ayo bunda" Ucap Alif menarik tangan Lia menuju lantai atas


"Ayah beli tiket dulu ya sayang Alif beli makanan sama bunda" Ucap Arya tersenyum mengelus pucuk kepala Alif, Riana memandang Lia dengan tatapan kagum, interaksi ketiganya tak pernah lepas dari pandangan Riana, ia selalu merasa iri saat melihat kebahagian keluarga kecil itu, ia berharap suatu saat ia ditemukan dengan laki laki sebaik Arya dan di karuniai anak sepintar Alif


"Siap" Ucapnya sembari menujukan senyuman lebar, lengkap sudah segala kebahagiaannya, ia memiliki ibu yang sangat menyayanginya dan ayah yang dulunya sibuk kini juga sudah mulai menyempatkan waktu untuk menemaninya sekedar bermain dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama.


Tak lama kemudian Arya kembali dengan 4 tiket dan beberapa makanan ringan untuk menemani saat menonton


"Ayo kita masuk "Ucap Arya dan merekapun masuk ke bioskop dan duduk di bangku yang telah di pesan


"Ayah duduk di sini, Alif di pangkuan bunda'' Ucap Alif menepuk kursi yang berada di sampingnya


Hal itu sontak membuat keduanya terkejut dan Lia cepat menarik tangannya sedangkan Alif tersenyum polos, Lia hanya menghela nafas pelan, ini adalah kontak fisik pertama setelah lima tahun berlalu, yah tentu saja bersama Leo, sosok yang sangat ia cintai, Riana menatap Lia dengan cemas, ia khawatir jika Lia kembali mengingat masa kelamnya, oh tidak tolonglah tidak untuk saat ini


Arya terlihat canggung, seperti pria normal pada umumnya siapa yang tidak menaruh hati pada wanita yang berada di sampingnya ini, wanita yang cantik, soleha, berprilaku baik, cerdas dalam segala hal dan yang paling penting adalah gadis ini sangat menyayangi alif


"Ayah kenapa" Ucap Alif dengan wajah polos menatap Arya yang semakin salah tingkah


"Ngk papa" Ucap Arya, sedangkan Lia hanya terdiam, Riana semakin cemas melihat Lia yang bungkam sejak tadi


"Lo ngak papa?" Ucap Riana menepuk bahu Lia, Lia menggerjap pelan sembari menggeleng lesu.


Waktu berlalu kini sudah berada di akhir film namun Lia diam sejak tadi, bahkan ia tak menjawab saat Alif bertanya, Riana semakin cemas,

__ADS_1


"Filmnya bagus banget, ya kan bunda? " Ucap Alif, namun Lia masih diam dan terus berjalan dengan tatapan kosong namun ia masih menggenggam tangan Alif


"Bunda?, bunda kenapa?" Ucap Alif menghentikan langkahnya, ia menatap Lia lekat, bundanya tak pernah seperti ini, apa yang terjadi?, mengapa sang bunda terlihat sangat tak bahagia setelah keluar dari bioskop


"Bunda, bunda" ia berucap sedikit keras, hal itu berhasil membuat Lia kembali ke alam sadarnya, ucapan yang sedikit keras membuat Riana dan Arya menghentikan langkahnya karena kaget dengan Alif yang tiba tiba berteriak


"Bunda kenapa?, bunda sakit?" Ucapnya sembari menatap bundanya dengan tatapan lekat


"Ah bunda ngak papa kok" Ucap Lia dengan nada pelan,


"Bunda sakit?, kenapa bunda diam dari tadi? " Ucap Alif memastikan


"Bunda ngak papa kok sayang, ngak usah kahwatir, bunda cuma lapar"


"Hmm ya udah, ayo kita makan, yah ayo cepetan, bunda udah laper ni" Ucap Alif, ia masih menatap Lia yang bertingkah aneh sedari tadi


"Hm ya udah ayo" Ucap Lia memaksakan diri untuk tersenyum, mereka segera ke restoran yang berada di lantai bawah


"Silahkan pilih menunya pak" Ucap pelayanan memberikan buku daftar makanan pada arya


"Alif pesan apa?" Ucap Arya


"Alif ikut ayah saja" Ucap Alif


"Anda?" Ucap Arya yang kembali mengejutkan Lia dari lamunannya,


"Lia," Ucap Riana, Lia beralih untuk menatap Riana


"Gue ngak papa Rin, samain aja" Ucap Lia pelan, kejadian di dalam bioskop sebelumnya membuatnya kembali teringat pada kejadian di masa lalu, katakan ia lebay, namun itulah kenyataanya, kenangan kebersamaan dengan leo sangat banyak, mereka sudah menjalin hubungan sejak awal duduk di bangku SMA, setelah menyelesaikan ujian nasional terjadilah pengepungan itu, ia selamat namun tidak dengan Leo, leo meninggal dalam tauran itu, dan itu sangat membuat Lia terpukul dan memilih menjauh dari kota asal, begitu banyak kenangan yang mereka lewati, mulai dari sahabat dan berakhir cinta, lia menghela nafas pelan, oh kenangan mengapa sesakit ini

__ADS_1


''Alif senang banget jalan bareng ayah sama bunda" Ucap Alif yang masih menggenggam tangan Lia dengan erat, takut Lia akan pergi jika tangan itu tak menggengamnya


"Bunda, bunda kenapa?, bunda sakit?, atau bunda capek?, Alif minta maaf kalo Alif udah bikin salah, kalo bunda capek ayo pulang," Ucap Alif pelan, Lia mengelus pucuk kepala Alif sembari tersenyum, kesehatan Alif juga sudah baru membaik, ia tak ingin Alif khawatir, menurut keterangan dokter Alif hanya mengalami sedikit trauma karena kejadian di masa lalu, hal ini juga di dukung dengan kurangnya kasih sayang dari sang ayah, namun semua hanyalah kenangan di masa lalu dan saat ini bocah 6 tahun itu sudah mendapatkan kasih sayang yang lengkap dan berlimpah dari ayah dan bundanya ini, Lia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menyayangi Alif


__ADS_2