
Mentari kemabli menampakan diri di ufuk timur, dan saat ini ia sudah siap untuk ke kampus, untuk melakukan beberapa hal, layaknya mahasiswi semester akhir pada umumnya
Merasa sudah rapi ia segera keluar dari kamar kos kosan, ia mengetuk pintu kamar yang berada tak jauh dari kamarnya, yah itu adalah kamar Riana yang bahkan masih tertutup dengan begitu rapi
"Ri" Ucapnya sembari mengetuk pintu kamar namun tak ada sahutan dari dalam
"Kak Riana nya udah pergi dari tadi pagi" Ucap seorang gadis pelan, mendengar itu Lia mengguk dan segera menuju parkiran untuk membawa motornya memulai aktivitas hidup
"Tu anak main ninggalin gue aja" Batinnya pelan, tak butuh waktu lama ia sudah berada di parkiran, setelah memarkirkan motor ia segera bergerak menuju gedung yang akan ia tuju, setelah beberapa saat ia kembali bergerak meninggalkan gedung, urusannya sudah selesai dan ia sudah mendapatkan tandatangan dari orang yang bersangkutan,
Lia melihat jam di tangannya, sudah jam 10.00 dan ia masih memiliki janji untuk menemani Alif, karena sudah selesai tentu saja ia harus segera ke sekolah Alif
"Li, gue kira Lo ngak ke kampus" Riana berucap pelan
"Main ninggalin aja Lo, gue udah ngetok pintu kamar Lo dari tadi, tapi kagak ada suaranya" Ucap Lia dengan nada malas, ia di tinggal begitu saja, yang benar saja
__ADS_1
"ya gue kira Lo ngak ke kampus, secara kan Lo udah kelar" Riana berucap dengan nada pelan, Lia hanya menunggu jadwal ujian dan tentu saja membuat Riana berfikir jika Lia tak akan ke kampus
"kelar apanya, baru aja di mulai" Jawab Lia dengan nada malas, selesai apanya, ini baru langkah pertama, jalannya masih begitu panjang
"Setidaknya Lo ngak bimbingan proposal lagi kan? enak sih yang tinggal nunggu jadwal ujian, nah gue entah kapan, masih sibuk dengan drama per dosenan Mulu" Ucap Riana dengan nada pelan, sebelumnya Lia bahkan terlihat begitu tak memiliki minat dengan kampus, dari itu ia pergi terlebih dahulu, namun siapa yang menyangka jika mereka akan bertemu di sini
"Kelar apanya, hal yang sesungguhnya akan di mulai setelah ini," Jawab Lia dengan nada pelan, meskipun tinggal menunggu jadwal ujian itu bukan akhir dari perjuangan, bahkan ini baru saja di mulai, masih banyak hal yang harus ia urus dan selesaikan sebelum masuk ke jenjang penelitian yang tentunya akan lebih memusingkan
"kan mendingan lo dari gue, gue udah kayak orang begok tau ngak, ke kampus setiap hari dan ngejar ngejar dosen Mulu, drama perkuliahan emang melelahkan banget tau ngak"
"Mau kemana Lo?"
"Sekolahnya Alif, ada acara di sana, Lo mau ikut?"
"Ngak deh, gue mau nemuin pembimbing dua gue dulu, pokonya dalam Minggu ini proposal gue udah harus di ACC dan bisa nyusul lo seminar deh"
__ADS_1
"Yaudah, yang semangat ya, gue duluan"
"Ok, hati hati ya" Ucap Riana pelan, Lia menggukan kepalanya dan setelahnya segera bergerak meninggalkan Riana
"Tin" Sebuah mobil sedari tadi menunggu Lia saat berkendara, Lia menggembungkan pipinya kesal, apa sih maunya si pengemudi mobil
"Lo punya masalah apa?, jalan segini besar" Ucap Lia setelah turun dari motor, ia tak bisa tinggal diam jika begini, mobil merah ini telah mengikutinya sejak pagi, apa yang di inginkan mereka sebenarnya?
Lia menghela nafas pelan saat si pengemudi mobil perlahan keluar
"Lo lagi?, sudahlah, Gue buru buru" Ucap Lia berbalik menuju motornya, ia terlalu enggan menghadapi Rita yang selalu mengusiknya sejak pertemuan pertama
"Hey cewek kampung, lo tu sadar ngak sih?, punya kaca ngak sih di rumah?, penampilan kucel gini berani merani godai pacar orang"
"Seharusnya lo bilang itu pada diri sendiri, gue udah capek ya berurusan sama lo" Ucap Lia, ia sudah mulai kesal, ia sangat membenci pengganggu, lagi pula jika ingin marah maka silahkan pada Arya, Lia tak tau apa mengenai hal ini.
__ADS_1