Aku dia & kita

Aku dia & kita
Janji?


__ADS_3

"Yah" Ucap Alif dengan suara seraknya, ia sudah menganggu di waktu yang begitu lama namun tak ada kabar apapun dari sang bunda, saat ini sedang merindu, cemas dan sangat kahwatir, ia takut kembali kehilangan, ia tak bisa menerima jika bundanya kembali di ambil Tuhan, tidak Alif tidak akan sanggup


"Iya sayang, ada yang sakit?, mana sini ayah liat" Jawab Arya dengan nada pelan sembari mengelus pucuk kepala putranya, Alif sudah terbaring cukup lama dengan penyakit yang bahkan tak di ketahui, para dokter hanya mengatakan jika Alif mengalami tekanan mental, kepalanya akan sangat sakit jika berfikir banyak


"Bunda udah ngak sayang ya sama Alif?, kok Alif ngak pernah liat bunda lagi, ayah tau Alif kangen banget sama bunda, Alif mau bunda" Ucapnya dengan nada nan begitu sendu,


Arya bahkan tak bisa melakukan apapun, ia hanya bisa menarik tubuh mungil Alif kedalam pelukanya, dari hari kehari keadaan Alif semakin memburuk, Ia tak pernah menyangka jika keberadaan gadis itu merubah Alif drastis ini, semenjak bertemu dengan Sosok Lia, ia tak habis pikir bagai mana mungkin orang asing bisa membuat Alif seperti ini


"Bunda masih sibuk sayang, ayah yakin pasti bunda jengukin Alif kalo udah ngak sibuk lagi" Ucap Arya membujuk putra kecilnya, ia tak ingin melihat Alif terpuruk dalam kesedihannya, kelalaiannya membuat dampak yang begitu besar bagi kehidupan putranya, ia berjanji, di masa depan ia akan lebih memperhatikan Alif dan tak akan membiarkan siapapun menyakiti Alif, karena Alif adalah satu satunya keluarga yang ia miliki di sini


"Kalo bunda ngak ingat lagi sama Alif gimana yah, atau karena alif nakal?, dan bunda ngak mau punya anak nakal" air matanya bahkan Tampa permisi langsung lolos ke pipinya, ia terisak pelan, ia sudah menahannya cukup lama, ia ingin sekali memeluk bundanya sembari bercerita mengenai segala


"Hm ngak mungkin sayang, Alif tau kan kalo bunda sayang banget sama Alif, lagi pula Alif ngak nakal kok, Alif anak baik pintar, bunda pasti sedang sibuk dan belum punya waktu buat ketemu sama Alif, hm Sekarang alif makan dulu habis itu minum obat biar cepat sembuh dan bisa main lagi" Ucap Arya membawa makanan dan duduk di tepi ranjang, bik anjani baru saja mengantarkan makanan  untuk tuan kecilnya,


"Alif capek minum obat terus yah, obat itu ngak enak" Ucap alif menutup mulutnya dengan kedua tangan, Alif sudah mengonsumsi obat obatan itu cukup lama, ia merasa bosan dan lelah, namun arya tentu  tak akan membiarkan Alif tak minum obat,

__ADS_1


"Alif ngak boleh gitu dong, kalo Alif ngak minum obat gimana arif bisa sembuh" Ucap Arya masih membujuk dengan penuh kasih sayang, Alif memang sudah mengonsumsi obat dalam jangka yang cukup panjang, wajar jika ia merasa bosan


"Alif udah sering minum obat yah, tapi sampai sekarang Alif ngak sembuh sembuh kan, Alif cuma butuh bunda bukan obat yah, kalo Alif ketemu bunda pasti Alif sembuh, Alif janji, kalo bunda dateng Alif pasti bakalan jadi anak yang baik" Ucap Alif meraih poto yang berada tak jauh darinya, ia bahkan memeluknya dengan begitu erat, hanya ini yang ia miliki, Poto di saat ia menerima piala beberapa bulan lalu, dan setelahnya ia jatuh sakit dan sang bunda menghilang seolah di bawa angin ribut


"Coba ayah liat bunda Alif cantik banget kan?, liat bunda senyum, Alif tambah kangen sama bunda, coba aja bunda ada di sini Alif pasti bakalan senang banget" Ucapnya sembari menunjukkan poto Lia pada sang ayah, setelahnya ia hanya menujukan sebuah senyuman nan begitu apakah ia tak pantas bahagia?, ia hanya membutuhkan kasih sayang, ia ingin hidup seperti teman temanya, namun sayang ia tak bisa, ia bahkan harus membayar dengan kehilangan karena hari hari indahnya beberapa waktu lalu


"Kalo bunda di sini pasti bunda yang nyuapin alif, iya kan yah, bunda pasti peluk Alif, cium kening Alif trus bilang, Alif cepat sembuh, bunda kahwatir" Ucap alif lirih, ia memeluk poto itu erat, hanya itu yang tersisa, semua lenyap dalam sekejap, pelukan hangat, kecupan lembut hingga tatapan penuh cinta, semuanya benar benar lenyap dalam sesaat.


Arya menghela nafas pelan melihat wajah Alif yang selalu murung,


"Hm yaudah Alif istirahat ya" Ucap Arya dengan lembut dan setelahnya menyelimuti tubuh kecil Alif


"Iya yah, besok Alif mau sekolah, Alif mau ketemu bunda, boleh kan yah" Ucapnya pelan, membayangkan hari esok ia bisa berjumpa dengan wanita yang sangat ia sayangi itu, ah semoga saja ia bisa bertemu, ia tak akan berhenti berharap,


"Alif kan masih sakit, dan untuk beberapa waktu ini izin dulu ya, ayah takut kalo Alif ngak kuat kalo maksa sekolah"

__ADS_1


"Alif udah sembuh kok yah, Alif juga minum obat terus dan makan terus Alif cuma mau nunggu bunda" Ucapnya dengan nada pelan, sedari awal pertemuan mereka selalu berawal dari sebua ketidak sengajaan, dan saat ini ia ingin mencoba sebuah peruntungan


"Gimana kalo ayah aja yang jemput bunda, Alif di rumah aja istirahat" Ucap Arya mengelus dan mencium sayang pucuk kepalan anak semata wayang nya


"Beneran yah ayah mau jemput bundanya Alif? Janji?"


"Iya sayang ayah janji sekarang Alif istirahat biar cepat sembuh trus main deh sama bunda"


"Hm ya sudah alif bobok dulu, selamat malam" Ucap Alif dengan nada pelan dan setelahnya perlahan memejamkan matanya, ia berharap jika waktu berjalan dengan cepat agar ia dapat segera bertemu dengan bundanya


Arya mencium kening Alif dan perlahan keluar dari kamar menuju taman depan rumahnya, pikirannya melayang entah kepala, udara malam terasa sangat dingin Arya mempererat jaketnya, ia menghela nafas, ia menatap indahnya langit malam, begitu banyak bintang yang menemani, sedangkan dirinya?, ah ia tak terlalu berharap banyak, waktu berjalan namun nyatanya ia tak bisa memenuhi tanggung jawabnya, lagi lagi Alif sedih, lagi lagi Alif terluka dan lagi lagi Alif menderita, dan lagi lagi alif harus merasakan sakitnya kehilangan, sebagai ayah ia tentu sedih melihat keadaan putranya,


Lagi lagi ia hanya menghela nafas pelan, membiarkan terpaan angin menemani malamnya yang kelam,


Ia hanya bisa berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini, yah ia berharap bisa segera menemukan gadis yang di sebut alif bunda dan segera membawanya menemui alif, alif pasti akan sangat senang dan dengan cepat sembuh,

__ADS_1


__ADS_2