
Hari beranjak Sore, lia masih terus menemani Alif bermain, Alif sangat manja bahkan tak mau lepas dari ibundanya, Arya menatap hal itu pun hanya bisa menghela nafas, apakah dia benar benar tak di inginkan lagi?, ah sudah lah jangan berfikir terlalu jauh, Arya berjalan pelan mendekati Lia dan Alif yang sedang bermain di kamarnya.
"Alif sayang banget sama bunda" Ucap Alif mempererat pelukanya, seolah tak ingin melepaskannya karena tak ingin kembali di pisahkan, ia suah menunggu selama beberapa bulan ini dan selama itu pula ia tersiksa dengan segala harapan yang ternyata hanya angan agannya saja
"Bunda juga sayang banget sama Alif, Alif harus janji ngak bakalan sakit lagi dan ngak bakalan nolak buat minum obat"
"Asal bunda sama Alif, Alif janji bakalan jadi anak yang baik, dan bakalan rajin minum obat" Ucapnya dengan nada nan begitu pelan
"Anak pintar, hari sudah sore banget dan bunda pamit dulu ya" Ucap Lia pelan, ia sudah bersama Alif seharian ini, dan bahkan ia sudah ketinggalan bus pertama, dan mau tak mau ia harus menunggu bus berikutnya, dan akan berangkat jam 21:00 ini, ia harus kembali untuk mengambil pakaian dan barang barang bawaannya
"Bunda mau ninggalin alif lagi?" Ucap Alif yang seketika wajah ceria itu berubah menjadi begitu sendu, baru saja sang bunda mengatakan akan selalu bersamanya, namun mengapa sang bunda tak mau menemaninya lebih lama lagi?
"Ngak kok sayang Bunda ngak bakalan ninggalin Alif, cuma sekarang bunda harus ke terminal" Ucapnya dengan nada pelan, pertanyaan Alif yang seperti ini membuatnya menjadi serba salah, ia tak sekejam itu meninggalkan bocah malang ini, namun?, ia benar benar harus kembali ke rumah, sudah hampir dua tahun ia tak kembali, dan ia sangat merindukan ibunya
"Bunda mau pergi kemana" Ucap Alif lagi, bundanya ingin ke terminal, ia tak begitu tau tempat itu, namun ia yakin jika tepat itu adalah tepat yang akan membuatnya kembali terpisah dari sang bunda
"Bunda mau pulang ke rumah"
"Alif bisa anterin bunda"
"Bukan rumah yang di sini"
"Trus rumah yang di mana?"
__ADS_1
"Di kampung, rumah ayah sama ibu bunda, unda usah kangen banget sama mereka karena bunda udah ngak pulang selama beberapa tahun ini" Ucap Lia dengan nada pelan, selama ini ia selalu di sibukkan dengan kegiatan kampus, dan kali ini ia memiliki beberapa waktu luang dan bukankah lebih baik menggunakan waktu singkat ini untuk kembali dan melepas rindu pada orang yang tersayang
"Kampung buda di mana?"
"Kampung bunda jauh banget dari sini"
"tapi masih di sekitaran Jakarta kan?"
"Ngak, kampung bunda di Sumatra"
"Sumatra Tempatnya jauh banget ya yah?," Ucap Alif beralih ke ayahnya
"Lumayan" Jawab Arya dengan nada pelan
"Bunda mau ninggalin Alif lagi?, kata ayah tempat itu jauh dan bunda pasti mau ninggalin Alif kan?"
"Alif takut, takut bunda ninggalin Alif lagi, Alif takut Tuhan ngambil bunda Alif lagi, Alif takut pisah sama bunda, Alif cuma mau bunda" Ucap Alif memeluk Lia dengan erat isakan itu kembali terdengar di telinga Lia, ia sudah pernah kehilangan dan tak akan sanggup untuk kembali kehilangan, Lia menghela nafas pelan ia tentu tak tega meninggalkan anak kecil yang sangat membutuhkan kasih sayangnya ini, tapi? .
"Bunda, Alif mau ikut bunda" Ucapnya melepaskan pelukannya menatap Lia penuh harap, ia tak akan membiarkan sang bunda meninggalkannya kembali, ia harus ikut kemanapun bundanya pergi
"Alif kan masih sakit, dan masih perlu perawatan dari dokter, Alif sama ayah aja dulu bunda ngak lama kok, cuma beberapa Minggu doang" Ucap Lia dengan pelan, ia bahkan baru saja sembuh bagai mana mungkin ia tega membawa Alif menempuh perjalanan yang cukup jauh ini
"Alif maunya sama bunda, Ayah sibuk terus bun dan Alif sendirian di rumah, Alif kesepian" Ucap Alif dengan nada lirih Lia mengalihkan pandangannya pada Arya yang duduk di ranjang berseberangan dengannya, mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia, dengan anak manja dan ibu yang penuh kasih sayang, sungguh keluarga impian bukan?, namun itu hanya sebatas penglihatan mata saja, dan nyatanya mereka tak terikat apapun, mereka hanya dua orang asing yang memiliki kesamaan ya itu sangat menyayangi bocah bernama Alif ini
__ADS_1
Lia menatap Arya yang sedari tadi betah dalam kediaman, sebenarnya ia tak masalah jika Alif ikut, tapi ia juga atas persetujuan pada Arya selalu orang tuanya, ia tak mungkin lupa jika dirinya hanya orang asing yang sudah terlanjur menyayangi bocah enam tahun ini
"Yah, Alif mau ikut bunda" Rengek Alif sambil menggoyang goyangkan tubuh Arya, entah dari mana Alif mendapatkan ide untuk menjahili ayahnya kini Alif malah malah beralih mencium seluruh wajah tampa henti, ia yakin ayahnya pasti akan menuruti keinginannya
"Alif, udah, udah" Ucap Arya, namun Alif sepertinya tak mau tau dengan keluhan ayahnya, dan terus melakukan apa yang ia inginkan sampai keinginannya di penuhi
"Alif ngak mau berhenti sebelum Ayah ngizinin Alif ikut bunda" Ucapnya di sela ciumannya, kedua mata, hidung pipi, alis, dahi dan dagu, pokonya alif mencium seluruh jengkal wajah yang di miliki Arya
"Ia, ia ayah izin kan, anak ayah sudah pintar memaksa ya sekarang" Ucap Arya dengan nada mengejek dan setelahnya segera menggelitik kaki Alif, Alif tertawa karena kegelian
"Bunda, bunda tolong Alif" Ucap Alif dalam tawanya, sang ayah bahkan tak memiliki niat untuk melepaskannya dalam waktu dekat, dan jika seperti ini ia harus meminta pertolongan dari sang bunda
"Bunda ngak ikut ikutan ya" Ucap Lia mengangkat kedua tangannya, tersenyum kecil ke kearah keduanya,
"Ayah, ayah, Alif nyerah Alif nyerah" Ucap alif di sela tawanya, Arya menghentikan kegiatan menggelitiknya dan perlahan duduk
"Ye di bolehin ikut bunda, bunda Alif mandi dulu ya, ngak usah bantuin Alif, Alif udah bisa mandi sendiri kan" Ucap Alif tersenyum lebar dan melompat dari kasurnya dan dengan girang menuju kamar mandi
"Pelan pelan" Ucap Lia.
Setelah kepergian Alif suasana mendadak hening, Lia menarik nafas pelan dan perlahan turun dari ranjang untuk mengemasi barang yang akan di bawa alif nantinya
"Terimakasih, dan Maaf merepotkan anda, saya tak ingin Alif akan kembali sedih jika anda tinggalkan" Ucap Arya berjalan pelan membantu lia membereskan barang barang yang akan dibawa alif
__ADS_1
"Tidak apa" Ucap Lia dengan nada pelan, ia tak merasa keberatan jika Alif pergi bersamanya
"Hari sudah cukup malam, dan jika memaksakan pergi maka sampai di sana akan cukup larut, lagi tubuh Alif masih terlalu lemah untuk pergi hari ini, bagai mana jika anda kembali besok, saya akan mengurus semua tiketnya" Ucap Arya dengan nada pelan, yang di katakan Arya memang benar, Alif bahkan masih begitu lemah, dan jika menempuh perjalanan panjang hanya akan membuatnya sakit.