AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU

AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU
Episode 21


__ADS_3

Jeffry Sean sampai di perusahaannya, ia sangat marah. Bagaimana jika Valery tidak mau berhenti dari pekerjaannya. Maka kehidupan rumah tangga mereka tidak akan berjalan dengan baik, sama sama akan sibuk diluaran. Jeffry menyenderkan tubuhnya di kursinya sambil memejamkan matanya. Pikirannya sangat kalut sampai Ramon mengetuk pintu pun sama sekali tak ia dengar.


"Ya Tuhan Jeff, aku kira kau tak ada di ruanganmu. Aku ratusan kali mengetuk pintu." ujar Ramon.


Jeffry membuka matanya. "Maaf aku tak mendengarnya." jawabnya.


"Apa yang kau pikirkan pagi pagi seperti ini Jeff? Lama lama kau menua sebelum menikah." ejek Ramon.


"Aku memang sudah tua, aku kan telat menikah." jawab Jeffry datar.


Ramon tertawa. "Sepertinya kau dalam mood yang tidak baik, aku tidak tepat waktu menemuimu." ujarnya.


"Ada apa Mon, katakanlah. Kau seperti tak mengenalku saja." jawab Jeffry.


"Tentu saja ini soal pekerjaan Jeff, aku sudah mengirim orang ke perusahaan Samuel. Banyak sekali kejanggalan dalam keuangannya. Sepertinya Samuel sudah tahu jika kau akan melakukan hal ini, jadi ia memindahkan beberapa aset dan uang ke rekening rahasianya." ujar Ramon.


"Pantas saja ia sangat tenang, tapi kau tahu kan apa yang akan dilakukan?" tanya Jeffry.


"Tentu saja Jeff, aku kemari hanya ingin kau tahu sebelum aku menindaknya." jawab Ramon.


"Aku juga meminta tolong padamu Mon, sepertinya Samuel tahu tentang kecelakaan orang tua Valery. Aku ingin kau menyelidikinya. Kalau memungkinkan, buat ia mengatakan semuanya." ujar Jeffry.


"Jadi ia benar benar tahu soal itu?" tanya Ramon.


Jeffry mengangguk. "Aku rasa ia tahu, karena Valery tak pernah mempublikasikan soal kecelakaan itu. Kemungkinan Samuel mengikuti Valery sejak ia kehilangan orang tuanya." jawab Jeffry.


"Bravo, pria itu sulit sekali ditebak. Sepertinya ada tujuan lain di balik ini semua. Baiklah Jeff, aku akan membantu kalian. Aku akan membuatnya mengatakan siapa pelakunya sebisa mungkin." ujar Ramon.


"Kau memang sahabat terbaikku Mon, terima kasih banyak. Aku akan sibuk mengurus Paul juga wanita yang mengaku sebagai ibuku itu." kata Jeffry.


"Apa ibumu maksudku bu Susi sudah disini?" tanya Ramon.


Jeffry mengangguk. "Aku belum siap menemuinya, tapi aku harus segera menyelesaikan ini Mon. Aku muak terus menerus diganggunya." jawab Jeffry.


"Aku harap kau bisa segera menyelesaikannya. Soal pekerjaan kau tak perlu khawatir. Ramon Jacob selalu ada disini." ujarnya bangga.


Jeffry tertawa mendengarnya. Ramon meninggalkan ruangan Jeffry. Ana baru sampai di kantornya lalu segera masuk ke ruangan Jeffry.


"Maaf pak, aku dari rumah sakit." ujar Ana.

__ADS_1


"Tidak apa apa Ana, aku juga mengizinkanmu mengurus adikku. Tolong marahi anak bodoh itu agar segera bangun, katakan padanya jangan bermalas malasan dan membuat abangnya terus khawatir." ujar Jeffry.


Ana tersenyum. "Ini jadwal pak Jeffry hari ini." Ana menyodorkan laporannya.


"Mulai hari ini dan seterusnya, kosongkan jadwalku pagi sampai pukul 9, dan sore pada pukul 3 sampai pukul 5. Aku akan mengantar jemput kekasihku." pinta Jeffry.


"Jadi pak Jeffry dan ibu Valery, kalian berdua?" tanya Ana.


Jefrry hanya mengangguk memotong atas pertanyaannya.


"Selamat pak, semoga kalian langgeng. Jujur kalian sangat cocok." ujar Ana.


"Terima kasih atas pujianmu Ana. Sudah saatnya kita ke toko perhiasan Sean Permata sekarang." perintah Jeffry.


Ana mengangguk. Jadwal selanjutnya, Jeffry memang harus mengunjungi toko berlian miliknya untuk melihat laporan keuangan dan juga berlian yang masih tersedia. Ana mengikuti Jeffry ke mobilnya.


"Pak Ramon tidak ikut pak?" tanya Ana.


"Kebetulan ia memiliki urusan lain, aku yang harus turun sendiri." jawab Jeffry.


Mereka sudah berada di mobil dan berangkat menuju toko tersebut.


*****


Apakah aku yang harus menghubunginya terlebih dahulu dan meminta maaf? tanya Valery sendiri.


Ia mengambil ponselnya dan segera menghubungi Jeffry. Tapi pria itu sama sekali tak mengangkat telpon dari Valery.


Semarah itukah kau Jeff, sampai kau tak mau mengangkat telponku. pikir Valery.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. "Masuk." ujar Valery.


"Maaf bu Vale, ada yang ingin bertemu dengan anda." ujar Tara.


Valery menyipitkan matanya. Siapa yang ingin bertemu tanpa janji. "Siapa Tar?" tanya Valery.


"Namanya pak Samuel." jawab Tara.


Kali ini Valery terkejut dan membelalakkan matanya. "Untuk apa pria itu kesini, katakan padanya aku sedang sibuk." jawab Valery.

__ADS_1


"Tapi bu..." ujar Tara.


"Kau sangat sombong nona cantik." ujar Samuel menerobos masuk.


"Apa yang kau lakukan, tidak ada sopan santun. Aku akan memanggil keamanan." bentak Valery.


"Lakukanlah Vale, kau tidak akan pernah tahu siapa yang membunuh kedua orangtuamu." ujar Samuel.


"Aku tak akan tertipu lagi pak Sam, terakhir kali kau mencoba ingin memperkosaku kan?" teriak Valery.


Samuel tertawa. "Tidak, aku hanya ingin mengobati rasa panas yang kau rasakan."


"Itu semua karena ulahmu yang mencampur minumanku dengan obat." jawab Valery.


"Tapi hari itu kau lolos dariku Vale, aku sama sekali tidak menyentuhmu. Aku tak tahu siapa yang membawamu keluar dari kelab itu. Apa pria itu Jeffry Sean? Apa ia berhasil mendapatkan tubuh indahmu?" tanya Samuel.


"Diam kau...!!! Kau pikir aku wanita murahan hah?" bentak Valery.


"Hei nona, jangan marah marah seperti itu. Aku semakin menginginkanmu. Cukup lama aku menantinya, sudahlah aku tak mau basa basi lagi. Aku ingin memberi penawaran padamu." ujar Samuel.


"Penawaran? Apa kau pikir aku senang tawar menawar denganmu?" bentak Valery lagi.


Samuel tertawa dengan keras. "Ya Tuhan, aku semakin menyukaimu Vale. Bukankah kau bertahun tahun mencari siapa yang menabrak mobil ayah dan ibumu. Aku tahu semuanya Vale, tapi aku ingin menukar informasiku dengan dirimu."


"Aaaa...apppaaa...maksudmu?" tanya Valery tergagap.


"Jadilah kekasihku, maka aku akan memberitahu siapa orangnya. Bahkan aku akan menangkapnya untukmu." jawab Samuel.


"Kau gila...!!! Mana mungkin aku menjadi kekasihmu. Aku bahkan tidak mengenalmu. Aku akan membayar dengan jumlah yang banyak asal kau bisa memberikan informasi itu." kata Valery.


Samuel kembali tertawa. "Kau pikir aku kekurangan uang, aku tak membutuhkannya. Aku menyukaimu sejak SMP Vale, kau tak pernah melihatku sama sekali. Kau wanita sombong yang sangat aku sukai. Sampai saat ini pun aku masih memiliki perasaan itu. Aku tak pernah ingin menikah kecuali denganmu."


Valery membuka mulutnya. Ia sangat terkejut dengan pengakuan Samuel. "Siapa kau sebenarnya?" tanya Valery.


"Aku Samuel atau si gendut yang kalian sebut saat masih SMP dulu. Aku anak gendut yang pernah kau tolong, saat teman temanku membulyku. Kau masih ingat kan." ujar Samuel.


"Si...si...gendut???" tanya Valery. Valery mulai mengingat ingat saat ia masih SMP.


*****

__ADS_1


Siapakah Samuel sebenarnya???


Happy Reading All...😘😘


__ADS_2