AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU

AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU
Episode 35


__ADS_3

Malam ini Sassy memberanikan diri menemui pria yang mengancamnya. Ia sudah sampai di hotel POP dan mencari nomor kamar 232. Setelah menemukan kamar itu, dengan ragu ia berdiri di depan kamar sebelum mengetuknya. Setelah beberapa menit ia berdiri di depan pintu kamar itu, akhirnya ia mengetuk pintu kamar. Namun tak ada suara apapun. Sassy kembali mengetuk, dan benar memang tak ada penghuninya.


Sassy menghela nafasnya dan ia akan kembali ke rumah saja malam ini, ia beruntung bisa menghindari pria itu malam ini walaupun ia sangat penasaran, saat baru beberapa langkah ia terkejut melihat pria itu sedang dipapah wanita seksi. Sassy segera bersembunyi sambil memperhatikan pria itu.


Ya Tuhan, pria itu mabuk berat dan membawa wanita murahan. Apa setiap hari ia selalu seperti itu. gumam Sassy.


Sassy menunggunya sampai masuk ke kamar. Setelah merasa aman, Sassy keluar dari persembunyiannya dan segera ingin keluar dari hotel menuju lift. Tapi tiba tiba tangannya ditarik oleh seseorang.


"Ternyata aku tidak salah lihat, kau Sassy." ujar seorang pria yang ternyata adalah Samuel.


Sassy berbalik dan ia sangat terkejut saat melihat pria itu, matanya terbelalak. "Bukankah kau sudah masuk ke kamarmu?" tanyanya. Pria itu benar benar bau alkohol.


"Ikut denganku." jawab Samuel sambil menarik Sassy dengan kasar.


"Lepaskan aku... Aku akan berteriak jika kau memaksaku." bentak Sassy.


"Berteriaklah...dan besok kau akan tertangkap polisi." ancam Samuel. Ia terus membawa Sassy ke kamarnya, sedangkan wanita tadi yang membawanya ternyata sudah ia usir. "Kau tak bisa lari Sassy karena aku akan membuatmu menyesal." ujarnya lagi.


Samuel mendudukkan Sassy di ranjangnya. "Apa yang kau inginkan?" tanya Sassy.


"Kau lupa aku menginginkan apa?" tanya Samuel balik sambil menatap Sassy dari atas sampai bawah. "Kau memang menggairahkan cantik." sambungnya.


Samuel terus mendekati Sassy. "Jangan coba coba kau melakukannya." teriak Sassy sambil terus mundur.


"Ayolah cantik, kita nikmati saja malam ini." ujar Samuel lagi dan terus mendekati Sassy.

__ADS_1


Pria itu terlihat sangat mabuk, Sassy menyadari ia akan dalam bahaya.


"Aku bilang berhenti, aku ingin tahu siapa kau dan mana bukti yang kau punya." bentak Sassy.


Samuel tertawa. "Kau terlalu terburu buru sayang, kita bisa bermain sebentar. Lalu kita akan membahas itu nanti." jawab Samuel seraya menarik Sassy sampai jatuh ke ranjangnya.


Samuel memerangkap tubuhnya lalu mulai mencium Sassy. Sassy terus memberontak, tapi kekuatannya kalah dibanding Samuel.


"Lepaskan aku, kau pria gila, lepaskan..." teriak Sassy, tapi Samuel membungkam mulutnya dengan ciumannya lagi.


"Sangat manis, aku menyukainya." ujar Samuel. Tangan Sassy ia tahan diatas kepalanya dengan kuat, Samuel terus menciumi wajah Sassy. Hingga akhirnya Sassy menyerah karena tenaganya sudah mulai habis.


"Aku mohon hentikan." pinta Sassy sambil terisak, hanya itu yang bisa ia lakukan sekarang.


Samuel menghentikannya, ia melepaskan tangan Sassy. "Apa kau tak menyukai sentuhanku Sassy?" tanya Samuel sambil tersenyum licik, ia menghapus airmata di wajah wanita itu.


Samuel menarik sudut bibirnya keatas. "Aku lupa memperkenalkan diri, namaku Samuel." jawabnya, lalu ia membuka lacinya dan menyerahkan foto mobil Sassy dan saat Sassy keluar dari mobil itu saat kecelakaan.


"Apa kau bisa percaya sekarang?" tanya Samuel.


Sassy terbelalak. "Bagaimana kau bisa mendapatkan foto ini?" tanyanya lagi.


"Aku adalah saksi utama dalam kecelakaan itu, dan kau tahu yang kau bunuh adalah orang tua dari wanita yang aku sukai. Saat itu aku masih SMP dan aku mengabadikan semua yang terjadi saat itu dengan ponselku. Seharusnya kau memanggil ambulan saat itu, tapi kau malah kabur. Aku sangat marah padamu, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa." geram Samuel.


Sassy menangis. "Aku sangat ketakutan, saat itu aku juga masih duduk di bangku SMA. Jika aku ketahuan polisi membawa mobil tanpa SIM dan menyebabkan kecelakaan, maka sudah pasti aku masuk penjara. Aku tak sengaja, aku takut." ujarnya.

__ADS_1


Samuel tersenyum licik. "Kau saja takut apalagi aku yang masih SMP, aku bahkan tak bisa menghubungi polisi karena takut. Ya Tuhan, aku melihat kejadian mengerikan itu. Kedua orang itu meminta tolong padamu dan kau malah lari." bentak Samuel. "Aku hanya ingin tubuhmu malam ini, kau layani aku sekarang, maka foto foto itu tak akan sampai pada polisi." pinta Samuel.


Sassy mundur, ia ingin lari dari kamar itu. Ia tak ingin melayani pria yang sedang mabuk.


"Jika kau ingin masuk penjara maka silahkan keluar dari kamar ini." ancam Samuel.


Sassy terdiam kaku, ia menatap Samuel. "Apa kau suka tidur dengan wanita yang baru kau kenal?" tanyanya.


Samuel tertawa. "Tentu saja, selama wanita itu cantik dan bisa membuatku puas." jawabnya.


"Kau gila..." teriak Sassy.


Samuel kehilangan kesabarannya, ia memaksa Sassy kembali, ia menarik dan mendorong wanita itu ke ranjangnya lagi dan mulai menciuminya. Sassy memberontak sambil menangis tapi lagi lagi ia tak berdaya, ia tak bisa menolak karena takut masuk penjara. Pria itu merobek pakaian Sassy, dan mulai menyentuh tubuhnya. Sassy bergeming, membuat Samuel sangat kesal.


Semakin Sassy bergeming, maka Samuel akan semakin menggila. Pria itu terus melakukan perbuatan asusilanya pada Sassy. Keduanya akhirnya melakukan hubungan layaknya suami istri.


Samuel sangat puas karena akhirnya wanita itu membalas semua sentuhannya. Samuel merasa lebih gila saat bisa melakukannya pada Sassy.


"Aku pikir kau akan terus diam sayang, ternyata kau tak tahan dengan sentuhanku. Dan jujur saja, kau lebih menggairahkan dari wanita yang pernah aku tiduri." ujar Samuel sambil terus melakukannya.


Sassy tak menjawab apapun, wanita itu justru ikut menggila diatas ranjang membuat Samuel semakin bergairah. Keduanya terus melakukannya sampai akhirnya keduanya tertidur dengan nyenyak.


*****


Happy Reading All...😘

__ADS_1


Untuk yang pernah membaca, maaf ada pengeditan...🙏🙏🙏


__ADS_2