
Valery masuk rumah sakit setelah ia kontraksi di rumah membuat Jeffry dan Susi panik. Seharusnya ia melahirkan seminggu lagi menurut perkiraan dokter Fransiska tapi ternyata anak mereka ingin segera mengetahui isi dunia. Valery menjerit kesakitan membuat Jeffry sangat frustasi.
"Ada kontraksi hebat di luar kendali kita pak, sepertinya kita harus menjalani operasi caesar mengingat nyonya Vale tak kuat menahannya." ujar dokter Fransiska.
"Lakukan apapun asal istri dan anak anakku selamat dok." jawab Jeffry panik.
"Baik kami akan segera menyiapkan ruang operasi." kata dokter Fransiska.
Setengah jam kemudian, Valery pingsan dan segera dibawa ke ruang operasi. Jeffry mengikuti proses kelahiran putra dan putrinya. Karena baby twins adalah berjenis kelamin laki laki dan perempuan. Jeffry sangat panik saat dokter mengatakan keadaan istrinya melemah. Ia terus menangis sepanjang proses kelahiran itu.
Kelahiran 2 anaknya berjalan dengan lancar, tapi Valery masih dalam keadaan kritis. Jeffry tak mau meninggalkan istrinya yang sedang terbaring. Ia terus membisikkan kata kata cinta pada Valery.
"Bangunlah sayang, anak anak kita sudah lahir. Kau ingat kan ingin bersamaku merawat mereka sampai mereka sukses nanti. Aku mencintaimu Vale, aku tak bisa hidup tanpamu begitu juga anak anak kita yang membutuhkanmu." bisik Jeffry sambil menangis.
Tiba tiba mata Valery terbuka, ia menatap Jeffry dan menangis. "Aku kembali sayang, aku takkan meninggalkanmu." jawab Valery dengan suara yang parau.
Air mata Jeffry kembali keluar dengan derasnya. Ia bersyukur Tuhan masih mengembalikan istrinya. Tapi dokter tetap membawa Valery ke ruang ICU untuk mendapat perawatan yang lebih baik. Jeffry melepaskan tangan istrinya saat Valery akan masuk ke ruang ICU.
Susi dan yang lainnya sudah menunggu di luar dan saat Jeffry keluar dari ruang operasi. Susi langsung memeluknya seraya menangis.
"Cucu cucu ibu sehat semua, kita hanya menunggu Vale kembali sehat juga." ujar Jeffry sambil menangis.
Susi mengangguk dan menenangkan putranya. "Ibu yakin Vale akan kembali pada kita dan anak anaknya sayang." jawab Susi.
"Abang harus yakin, kak Vale itu wanita kuat." sambung Paul dan yang lainnya pun ikut menenangkan termasuk Ramon dan istrinya yang sudah datang ke rumah sakit.
Jeffry akhirnya bisa kuat mendengar ucapan ucapan mereka. Ia lebih kuat lagi setelah kedua anaknya sudah dibersihkan dan keluar menuju ruang perawatan bayi. Mereka semua mengagumi ketampanan dan kecantikan bayi tersebut. Susi tak berhenti menangis saat melihat cucu cucunya tersebut. Mereka semua bahagia melihat bayi yang lucu itu.
*****
Sudah 2 hari, akhirnya Valery kembali seperti sediakala. Ia sudah berada di ruang perawatan VVIP bersama kedua anaknya yang sedang diberi asi pertama setelah Valery sehat. Jeffry tak henti hentinya menciumi kening istrinya, ia sangat bersyukur istrinya kembali sehat.
"Aku ingin mati rasanya saat melihat kau dalam keadaan kritis sayang." ujar Jeffry.
Valery tersenyum. "Sekarang aku baik baik saja Jeff, aku sehat demi anak anak kita. Aku ingin merawat mereka dan menua bersamamu." jawab Valery.
"Jangan pernah membuatku takut Vale. Kau harus terus bersamaku sampai anak anak kita tumbuh dewasa dan sukses nanti." pinta Jeffry.
Valery mengangguk. "Tentu saja sayang. Maaf sudah membuatmu khawatir." ujarnya.
__ADS_1
Jeffry kembali mencium kening istrinya dan mencium putra putrinya juga. "Kau dan anak anak kita adalah hadiah yang terindah dari Tuhan. Terima kasih telah membuatku selalu bahagia." ujarnya.
*****
Seminggu setelah kepulangan Valery dan anak anak mereka. Rumah semakin ramai dengan tangisan tangisan bayi mereka. Paul lebih sering ke rumah Jeffry karena sangat menyukai ponakan ponakannya yang lucu.
"Jadi sekripsimu berhasil nak?" tanya Susi.
"Tentu saja bu, Paul itu cerdas. Dua minggu lagi Paul wisuda." jawab Paul percaya diri.
"Seminggu setelah wisudamu di kampus, abang akan adakan perayaan kelulusanmu sekaligus pembabtisan Jonathan Sean dan Jenita Sean." ujar Jeffry.
"Jadi acara Jojo dan Jeje akan berbarengan dengan acara wisudaku?" tanya Paul.
"Apa kau tidak suka?" tanya Valery.
"Tidak, tidak...aku sangat suka. Itu bisa jadi acara yang sangat besar buatku dan ponakan kesayanganku kak." jawab Paul.
Semuanya tertawa melihat tingkah Paul Sean. "Apa bisa kau menikah, jika tingkahmu masih seperti anak TK seperti itu Paul." ujar Susi.
"Ibu mengejekku, aku juga ingin punya anak seperti bang Jeff." bisik Paul.
Susi terkejut mendengarnya. "Kalau begitu jangan lama lama, setelah acara wisuda dilanjutkan acara pernikahanmu." ujar Susi.
"Oke aku setuju." jawab Paul. Ia kali ini tak menolak perintah keluarganya karena memang ia sudah ingin segera menikahi Ana.
Percakapan itu diselesaikan mereka, mereka akan menyelenggarakan pesta wisuda sekaligus pemberian nama buat baby Twins.
*****
Pernikahan yang diatur oleh Jeffry dan Valery sudah selesai. Kembali keduanya memakai WO istri dari Ramon. Seperti pengalaman sebelumnya, tapi kali ini pernikahan Paul Sean dan Ana langsung dengan resepsi. Acara yang begitu hikmat dan sakral berubah jadi riuh gemuruh saat pendeta mengatakan mereka resmi menjadi suami istri yang sah.
Dengan menyewa hotel berbintang yang mewah, acara resepsi berjalan dengan mulus dan lancar. Acara tersebut juga dimanfaatkan oleh Jeffry untuk memperkenalkan baby twins nya. Jojo dan Jeje yang semakin lucu di usianya yang sudah hampir 2 bulan. Jeffry sangat bangga akan kehadiran putra putrinya.
Setelah acara selesai mempelai langsung dibawa ke rumah Valery yang sudah diberikan pada Paul Sean. Keluarga besar Sean sudah meninggalkan mempelai menuju rumah masing Jeffry.
*****
Malam pernikahan bagi Paul Sean dan Ana. Keduanya sudah masuk ke kamar. Paul membantu Ana melepaskan hiasan ditubuhnya. Setelah itu Ana masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Paul dengan sabar menanti pengantinnya. Paul juga sudah membersihkan diri di kamar mandi lainnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Ana keluar sudah segar dengan memakai jubah mandinya. Ia akan memakai baju tidurnya namun Paul langsung menariknya.
"Pau, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ana.
Paul mencium leher Ana. "Tentu saja ingin kau sayang." jawab Paul. "Jangan memakai baju tidur, aku tak akan membiarkan kau berpakaian malam ini." sambung Paul seraya menghentakkan tali jubah mandinya.
"Pau..." panggil Ana dengan suara yang mulai tercekat.
Paul membuka jubah mandi Ana sehingga ia tak memakai apapun. Paul menatap tubuh istrinya yang kecil namun berisi di bagian bagian yang Paul sukai. Paul menarik Ana dan mencium bibirnya sambil mendorong tubuhnya sampai jatuh di ranjang besar mereka yang masih dihiasi bunga bunga pengantin yang indah.
Paul terus mencumbunya hingga Ana kehabisan nafas. "Darimana kau belajar melakukan ini Pau?" tanya Ana.
Paul tertawa. "Jangan salah paham sayang, aku tahu tapi sama sekali baru mempraktikkannya padamu. Ini juga malam pertama bagiku." jawab Paul.
Ana ikut tertawa tapi suaranya berubah saat Paul menggigit payudaranya. "Ah...Pau..." desahnya.
Paul terus mencumbu payudaranya hingga sampai ke bagian inti Ana. "Kau sangat cantik sayang." ujar Paul seraya membuka jubahnya juga.
Ana menatap tubuh Paul yang sangat berotot sampai ia menatap milik suaminya yang sudah siap menghujami dalam dirinya. Paul menunduk di area inti Ana dan mulai mencicipi dengan lidahnya membuat Ana menggeliatkan tubuhnya. "Pau...ah...ini gila sayang." teriak Ana.
Paul semakin menggila disana dan akhirnya membuat Ana bergetar hebat karena ia mencapai klimaks pertamanya. Paul kembali berada diatas tubuh Ana. Ia menciumi bibir istrinya lagi. "Apa kau sudah siap?" tanya Paul. Ana mengangguk. "Ini akan sakit sayang, tapi aku akan pelan melakukannya." sambung Paul.
Lalu ia mengarahkan miliknya pada milik Ana. Paul mendorongnya sangat pelan sehingga masih sulit untuk menembus keperawanan Ana. Paul memeluk tubuh Ana dengan erat seraya mendorongnya dengan kuat membuat Ana menjerit kesakitan. Air mata wanita itu keluar begitu juga darah yang mengalir di bagian bawahnya. Paul memainkannya dengan lembut saat Ana mulai tenang.
Mereka bermain dengan irama yang indah di malam pernikahan mereka sampai akhirnya teriakan dan desahan mereka saling bersautan dan mencapai klimaks bersama.
#####
Akhirnya keluarga Sean bahagia. Jeffry dan Valery hidup dengan bahagia bersama putra putri mereka dan juga ibunya. Sedangkan Paul dan Ana pun ikut bahagia membangun rumah tangga mereka, dan tentunya akan ada anak anak yang menghiasi rumah tangga mereka.
#####
Happy Reading All...😘
Akhirnya Author bisa menyelesaikan cerita "Aku Mencintai Supir Tampanku" ini dengan perjuangan dan dukungan dari para Reader semuanya.
Terima kasih yang sebesar besarnya pada kalian yang sudah mengikuti novel novel Author. Dukungan, like dan komen kalian sangat berarti bagi Author...
🙏🙏🙏
__ADS_1
Baca karya karya Author yang lain dengan cara follow, klik foto/profil Author ya...
Terima kasih sekali lagi...😍😍😍