AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU

AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU
Episode 42


__ADS_3

WARNING...!!!


ADEGAN 17+ KEATAS...


MOHON BIJAK DALAM MEMBACA...


HAPPY READING ALL...


👇👇👇👇👇


*****


Jeffry menurunkan Valery diranjang yang sudah dihias sedemikian rupa oleh perias pengantin dan ibunya.


"Kau sangat cantik sayang." ujar Jeffry.


"Kau juga sangat tampan." kata Valery. "Tapi apa yang kau dan Ramon bicarakan tadi, sepertinya sangat serius?" tanyanya.


Jeffry mengangguk. "Memang sangat serius, tapi aku tak ingin merusak malam pengantin kita. Besok aku akan mengatakannya padamu." ujar Jeffry.


Lalu ia membantu Valery membuka sanggulan rambutnya, melepaskan hiasan kepala sampai akhirnya Jeffry membuka gaun pengantin itu sambil mengecup setiap kulit yang terbuka didepannya. Valery melenguh, ia merasakan tubuhnya mulai dijalari hawa panas akibat sentuhan tangan dan bibir suaminya.


"Kulitmu sangat lembut dan cantik istriku." ujar Jeffry.


"Jeff, tak bisakah aku mandi terlebih dahulu." tanya Valery.


Jeffry terkekeh. "Tentu saja sayang, aku tak akan menerkammu jika kau merasa belum siap." jawabnya.


"Ini bukan masalah siap atau tidak, ini bukan pertama bagi kita sayang. Tapi tubuhku lengket dengan keringat." ujar Valery.


"Aku akan membuat malam malam panas kita seperti malam pertama sayang, percayalah padaku. Dan kau mandilah dulu, aku akan menunggumu." ujar Jeffry.


Valery mengangguk, ia mengambil jubah mandinya lalu menanggalkan gaun pengantinnya dan masuk ke kamar mandi.


Setengah jam kemudian, Valery keluar dengan wajah yang segar. Jeffry tersenyum saat menatapnya.


"Kau membuatku menunggu terlalu lama sayang." ujar Jeffry namun ia hanya menghampiri Valery dan mengecup keningnya. Pria itu masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


*****


Jeffry menyelesaikan mandinya dengan cepat, ia tak tahan melihat tubuh istrinya yang mulus itu. Sebenarnya ia ingin sekali mandi bersama istrinya, namun ia tak akan terburu buru memainkan cara itu, ia takut Valery terkejut dengan keliarannya.


Jeffry menatap istrinya yang terlelap, ia menghampiri wanita itu. "Kau cepat sekali tertidur sayang. Apa hari ini sungguh melelahkan?" tanyanya.


Valery membuka matanya. "Aku belum tertidur, aku masih menunggumu." jawab Valery.


"Undangan yang bagus istriku." ujarnya seraya menciumi wajah Valery. Tak satupun terlewat olehnya.


Jeffry menciumi hidung mancungnya, lalu mengecup bibirnya dengan lembut. Jeffry menggigit kecil kecil bibir merah itu, lalu ia memainkan lidahnya perlahan untuk mencicipi bibir itu. Valery mulai mengerang yang membuat Jeffry semakin menggila. Pria itu memasukkan lidahnya kedalam mulut Valery. Ia mulai menelusuri gigi putih itu dan mencari cari keberadaan lidah istrinya.


Jeffry menemukan lidah itu dan mulai memainkannya, menarik, menghisap dan menggigit lidah itu sampai Valery mendesah kenikmatan. Jeffry mulai menarik tali jubah tidurnya dan membukanya, ternyata istrinya tak memakai apapun dibalik jubah itu. Menampilkan 2 gunung kembar yang cantik, kenyal dan putih dihiasi puncak yang kecoklatan. Pandangan Jeffry terus sampai pada bukit milik Valery yang menggemaskan.


Jeffry kembali menciumi bibir istrinya sampai keduanya kehabisan nafas. Pria itu meninggalkan bibir Valery menuju lehernya yang putih. Ia menciumi dan menjilati leher tersebut bahkan Jeffry meninggalkan beberapa kissmark disana. Jeffry terus menuruni lehernya menuju 2 gunung kembar tersebut. Ia meremas keduanya, dan mulai mengecupi sekitar payudara tersebut. Valery semakin melengkungkan tubuhnya keatas, membuat Jeffry semakin berani meninggalkan kissmark disekitar payudara tersebut.


Desahan sangat keras keluar dari mulut istrinya saat Jeffry menjilat dan menghisap ujung payudara tersebut secara bergantian.


"Jeff, aku tak tahan...aaaahhh..." lenguh Valery.


Jeffry semakin menggila saat mendengar itu, ia semakin berani sampai menggigit puncak tersebut membuat Valery menjerit kenikmatan. Setelah Jeffry puas dengan permainan lidahnya di gunung kembar tersebut. Jeffry mulai turun menuju bukit indah milik Valery. Sesampainya disana, Jeffry membuka paha istrinya lebih lebar lagi. Ia ingin mencicipi bukit yang mulai basah itu.


"Aaaahhh...Jeff...ini gila." teriaknya.


Jeffry terus memainkan lidahnya disana sampai milik Valery semakin basah. Ia mencoba memasukkan jari tengahnya disana. Valery kembali menggeliat, Jeffry memainkan jarinya senada dengan lidahnya. Jeffry mencoba memasukkan satu jarinya lagi dan mulai memainkan lubang bukit itu.


Valery mendesah, menggeliat, meronta. Ia merasakan ada hawa panas yang mulai bergemuruh disekitar perutnya. "Jeff, aku sudah tak tahan." teriaknya.


Jeffry mempercepat permainan jari dan lidahnya. Istrinya menarik rambutnya dengan kuat. Istrinya mulai berteriak dan lubang tersebut berkedut hebat saat Valery mengeluarkan klimaks pertamanya.


Jeffry duduk diantara kedua paha Valery. Entah kapan ia membuka baju piyamanya. Rudal tersebut sudah siap meluncur memasuki lubang bukit tersebut. Jeffry mulai menggesek gesekkannya dan seketika memasukkan rudal tersebut dengan kuat membuat Valery kembali berteriak. Jeffry mulai menarik dan mendorong miliknya dengan pelan dan lama kelamaan semakin kuat dan cepat.


Desahan keduanya saling bersautan membuat kamar tersebut semakin dipenuhi hawa panas. Jeffry mengerang saat mulai akan mencapai klimaksnya. Tapi ia ingin membawa istrinya kembali mencapai klimaks. Ia terus mempercepat permainannya, sehingga Valery kembali merasakan hawa panas kedua kalinya.


"Jeff, aku ingin keluar lagi." teriaknya.


"Keluarkan bersamaku sayang." jawab Jeffry. Ia terus mempercepat dorongan dan tarikannya. Dan akhirnya keduanya berteriak dan bergetar bersamaan. Jeffry terjatuh lemas diatas tubuh Valery. Keduanya mengatur nafas mereka yang masih tidak beraturan.

__ADS_1


*****


Valery terbangun di pagi hari, tubuhnya sangat nyeri. Bagaimana tidak, suaminya mengajaknya bercinta sepanjang malam. Pria itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Valery menatap wajah Jeffry yang terlelap disampingnya, lalu ia mengecup kening suaminya.


"Selamat pagi suamiku." bisiknya. Ini pertama kali bagi Valery terbangun di pagi hari bersama suaminya.


Jeffry mulai mengerjapkan matanya. Lalu menarik istrinya ke pelukannya. "Selamat pagi juga istriku sayang." ujarnya.


"Hentikan, aku sudah lelah." ujar Valery.


"Kau canduku sayang, aku tak mau berhenti." goda Jeffry.


Valery cemberut. "Ayo bangun, aku sudah lapar." pintanya.


Jeffry terkekeh. "Baiklah ratuku, aku mandi dulu, aku akan membawakan sarapan kesini." ujar Jeffry.


Valery menggeleng. "Aku makan bersama ibu dan Paul saja. Tidak enak berada di kamar sepanjang hari." katanya.


Jeffry menggeleng. "Hari ini khusus buatku di kamar, aku tak mengizinkanmu melangkahkan kaki keluar dari sini. Tidak ada kata tapi sayang." ujar Jeffry sebelum Valery menolak.


Valery mengangguk, tidak ada gunanya berdebat dengan suaminya sekarang. Jeffry tak pernah mau ditolak.


"Apa kau ingin mandi bersamaku?" goda Jeffry lagi.


Valery menggeleng. "Sudah sana, sudah 5 kali kau menyiram rahimku dengan benihmu semalaman." ujar Valery.


Jeffry tertawa dengan keras. "Kau membuatku geli sayang dengan bahasamu. Apa kau menghitungnya semalaman." ujar Jeffry.


"Jeff..." teriak Valery sambil memukulnya dengan bantal. "Cepatlah kau mandi, jika tidak aku tak akan memberimu jatah lagi." ancam Valery.


"Kau bisa membunuhku Vale, aku tak ingin mengambil resiko." ujarnya seraya bangun dan langsung masuk ke kamar mandi.


Valery akhirnya bisa tertawa melihat suaminya yang takut akan ancamannya tersebut.


*****


Author cuma bisa kasih 1 episode setiap hari, mohon maaf atas keterlambatan up.

__ADS_1


Sebentar lagi cerita ini akan berakhir.


Mohon terus dukung, like, n komen ya guys...


__ADS_2