
Flash Back On.
"Dasar gendut, cuma hobi makan saja. Lihatlah tubuhmu seperti babi yang lepas dari kandang." ujar seorang anak laki laki menghina Samuel.
"Mati saja kau, kau menyusahkan orangtuamu untuk memberi makan babi." ujar anak yang lain sambil mendorong Samuel.
Samuel terjatuh, lalu Valery lah yang menolongnya. Valery membangunkan Samuel. "Kalian apa apaan sih? Kalian ingin aku laporkan ke kepala sekolah." bentak Valery.
"Hei Vale, kau tak pantas membela si gendut jelek ini. Kau itu sangat cantik." ujar anak itu.
"Diamlah, si gendut lebih baik daripada kalian. Walaupun fisiknya sangat subur tapi ia memiliki hati baik. Buat apa fisik kalian bagus jika hati kalian busuk." teriak Valery. "Jangan ganggu ia lagi, atau kalian akan aku laporkan dan dikeluarkan dari sekolah." ancam Valery.
Kedua anak tersebut lari dari hadapan Valery. Lalu setelah itu Valery langsung meninggalkan Samuel tanpa melihatnya lagi."
Flash Back Off.
*****
"Jadi kau anak gendut itu, bagaimana bisa?" ujar Valery.
"Akhirnya kau mengingatnya Vale, sejak saat itu aku menyukaimu dan berusaha menjadi kurus agar bisa berdampingan denganmu. Sebelum akhirnya aku kehilangan jejakmu ketika orangtuamu meninggal. Dan sayangnya, aku sangat jelas melihat kejadian itu." jawab Samuel.
"Kau melihat kejadiannya, lalu mengapa kau tak mengatakannya saat itu?" tanya Valery.
"Aku tak tahu dimana kau memakamkan kedua orangtuamu. Aku mencari ke alamat rumahmu, tapi tetanggamu bilang kau ke desa orangtuamu. Aku masih anak SMP Vale, tentu saja aku tak bisa mencarimu. Bahkan saat itu aku takut bercerita pada siapapun." jawab Samuel.
"Jika kau merasa pernah ditolongku, maka saatnya kau membalasnya dengan mengatakan semuanya." ujar Valery.
Samuel tertawa. "Aku akan mengatakannya, maka jadilah kekasihku Vale. Aku tidak gendut lagi, aku juga tidak jelek. Aku pengusaha sukses sekarang."
"Sam, tidak semudah itu. Aku tak memiliki perasaan apapun padamu. Bagaimana aku bisa menjadi kekasihmu. Dan aku sudah memiliki kekasih Sam." jawab Valery.
"Tidak mungkin, aku menemukanmu saat kau mulai merintis perusahaanmu. Dan aku sangat tahu kau tak pernah memiliki kekasih selama ini. Jangan membohongiku Vale." bentak Samuel.
"Valery benar Samuel. Ia sudah memiliki kekasih. Dan itu adalah aku." ujar Jeffry yang tiba tiba masuk ke kantor Valery.
Bukan hanya Valery yang terkejut tapi Samuel juga ikut terkejut dengan kedatangannya.
__ADS_1
"Bagaimana kau bisa kesini?" tanya Valery.
"Apa aku tak boleh menemui kekasihku?" tanya Jeffry sambil mencium kening Valery.
Samuel membelalakkan matanya. "Kau tak mungkin kekasihnya. Kalian bersandiwara untuk membodohiku kan? Sejak kapan kalian saling mengenal?" tanya Samuel.
Jeffry tertawa. "Apa hubunganmu dengan kami. Apa aku harus melaporkan kapan dan dimana kami saling mengenal?"
"Sam...maaf...Jeffry Sean adalah kekasihku." ujar Valery lagi.
"Dan kami akan menikah. Jika kau tidak ingin berurusan denganku, silahkan keluar dari sini." ancam Jeffry.
Wajah Samuel memerah menahan amarahnya, ia tak mungkin melawan Jeffry sekarang. "Aku akan terus membuatmu sadar Vale. Dan tunggu pembalasanku Jeff." ujar Samuel sambil keluar meninggalkan keduanya.
Valery menghela nafasnya. Sejak tadi ia sangat sulit bernafas. Lalu ia memeluk Jeffry. "Terima kasih Jeff, aku sangat takut."
"Maafkan aku terlambat sayang." jawab Jeffry.
"Tapi bagaimana kau bisa kemari?" tanya Valery.
"Ponselku tertinggal didalam mobil, aku sedang mengunjungi toko berlianku. Lalu saat aku melihat ponselku, ada puluhan panggilan dari Tara dan ada satu panggilan darimu. Aku tahu ada yang tidak beres, jadi tanpa pikir panjang, aku langsung kemari." jawab Jeffry. "Mengapa kau dan Tara tak memanggil keamanan?" tanyanya.
"Temanmu, apa maksudmu?" tanya Jeffry lagi.
"Aku akan menceritakannya nanti, kau tidak marah lagi kan sayang?" tanya Valery.
"Tergantung jawaban yang kau berikan." jawab Jeffry.
"Aku butuh waktu Jeff, aku baru sekarang memiliki kekasih, aku tak pernah memikirkan masa depanku sama sekali. Ini semua baru untukku Jeff. Beri aku waktu sayang." ujar Valery.
Jeffry tersenyum lalu memeluk Valery lagi. "Aku minta maaf memaksamu sayang, aku akan memberimu waktu. Aku tak menyuruhmu berhenti total. Jika kita menikah nanti, aku pasti membutuhkanmu juga untuk membantu perusahaan. Tapi yang aku inginkan, kau lebih mementingkan keluarga daripada pekerjaanmu." ujar Jeffry.
Valery mengangguk. "Tentu saja aku akan melakukan yang terbaik, tapi aku benar benar butuh waktu untuk berpikir tentang masa depanku."
Jeffry ikut mengangguk. "Aku akan membantumu mengetahui siapa pelakunya. Sekarang lebih baik kita makan siang." ujarnya.
Wajah Valery berseri seri, ia sangat bahagia Jeffry ingin membantunya. "Kau mau mengajakku makan dimana?"
__ADS_1
"Rahasia." jawab Jeffry. Ia membawa Valery keluar. "Tara terima kasih kau menghubungiku hingga berkali kali. Jika kau tak melakukannya mungkin aku tak tahu jika kekasihku dalam bahaya." ujarnya saat melewati meja Tara.
"Sama sama pak, aku sangat takut bu Vale tadi kenapa kenapa. Pria itu terus berteriak." jawab Tara.
"Aku baik baik saja Tara." ujar Valery.
"Aku pinjam bos mu untuk makan siang." kata Jeffry.
Tara tersenyum dan mengangguk. Tara memang sudah mengetahui keduanya berpacaran. Bahkan Valery juga sudah menceritakan siapa Jecko itu. Dengan sangat bahagia Tara bisa melihat atasannya memecahkan kejombloannya, bahkan dengan orang yang sangat tepat. Pantas saja, penampilan Jecko sangat mahal dan tentu saja tampan terawat. Ternyata ia adalah Jeffry Sean pemilik PT. Sean Permata.
*****
Sassy melihat perusahaan besar PT. Sean Permata. Ia sangat ingin masuk dan melihat siapa sebenarnya Jeffry Sean. Jika perasaannya benar, maka ia sangat menyesal menghina Jeffry saat itu. Seharusnya ia jangan bertindak gegabah. Pria itu sangat tampan dan berpenampilan mahal.
"Bodoh sekali aku saat itu, aku terlalu cepat menilainya. Jika benar pemilik perusahaan ini adalah teman SMA ku, maka aku akan membuat Jeffry jatuh cinta kembali padaku. Aku pasti tidak salah, ia memang dulu mencintaiku. Aku adalah cinta pertamanya, tentu saja tidak mudah bagi Jeffry melupakanku." pikir Sassy.
Sassy mendekati pintu masuk perusahaan, ia menatap sekeliling gedung. Gerak geriknya membuat tim keamanan curiga.
"Nona mencari siapa?" tanya sekuriti.
"Eh...apa benar ini perusahaan milik Jeffry Sean?" tanya Sassy.
"Ya benar, tapi anda siapa?" tanya sekuriti lagi.
"Aku Sassy teman SMA nya, sekitar seminggu yang lalu kami bertemu di rumah sakit. Lalu ia menyuruhku datang kemari jika ingin bertemu dengannya." jawabnya berbohong.
"Baik tunggu di lobi saja nona, aku akan menghubungi kantornya." jawab sekuriti lalu meninggalkan Sassy.
Beberapa menit kemudian. "Maaf nona silahkan keluar, pak Jeffry tidak ada ditempat dan beliau juga bilang tak mengenali nama anda." usir sekuriti.
Sassy membelalakkan matanya. "Sialan, memang tidak mudah bertemu dengan pria itu. Baiklah kali ini aku menyerah, tapi lain kali aku akan bertemu denganmu Jeffry Sean." pikir Sassy.
Tanpa sepatah katapun, ia meninggalkan perusahaan tersebut.
*****
Happy Reading...😘😘😘
__ADS_1
See you next time...
Maaf dari kemarin hanya bisa up 2 eps... Semoga kalian mengerti kesibukan Author ya...🙏🙏🙏