AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU

AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU
Episode 45


__ADS_3

Ana sangat merindukan kekasihnya Paul Sean. Sejak Paul terbangun dan melupakannya, ia malah menjauhinya karena tak kuat menahan rasa sakit. Tapi sekarang ia kembali merindukan pria itu. Sampai kapan Paul akan melupakannya. Jeffry Sean sering mengatakan kabarnya, Paul semakin membaik. Trauma dan amnesia sementaranya berangsur angsur pulih. Paul bahkan sudah mengingat saat Jeffry membangun perusahaan PT. Sean Permata.


"Ya Tuhan Ana, aku memanggilmu lebih dari seratus kali." bentak Jeffry.


"Ah, kenapa pak?" tanya Ana.


"Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu Ana. Aku menyuruhmu menyiapkan berkas penggabungan perusahaan dengan istriku. Walaupun Valery istriku, kita tetap butuh perjanjian dan notaris." ujar Jeffry.


"Maaf pak, ini sudah selesai." jawab Ana sambil menyerahkan berkasnya.


Jeffry membawa berkas itu masuk ke kantornya, ia hanya menggelengkan kepalanya melihat Ana. Jeffry membaca dengan teliti berkas tersebut, tapi ia terbelalak seraya tertawa terbahak bahak. Seharusnya ia marah, tapi inilah Jeffry sekarang. Tentu saja Ana sedang memikirkan Paul. Didalam berkas tersebut ada ketikan yang bertuliskan :


Paul Aku Merindukanmu...


Jeffry kembali tertawa saat membacanya lagi, lalu ia berteriak memanggil Ana lagi. Kali ini wanita itu segera masuk kedalam kantornya.


"Seharusnya aku marah padamu, karena kau tak bisa profesional dalam bekerja Ana. Tapi kali ini aku ampuni, kau baca berkas yang kau buat. Kau revisi semuanya segera, lalu ikut aku menemui adikku." ujar Jeffry.


"Tapi pak, aku tak mau menemui Paul." jawab Ana.


"Jika kau tak bersedia, maka pekerjaan yang kau buat selalu akan terselip kata kata Paul aku merindukanmu. Dan aku tak ingin kau lakukan kesalahan yang sama Ana." kata Jeffry datar.


Ana terbelalak dan membuka berkasnya. Ia sangat terkejut membuat Jeffry kembali tertawa. "Ya Tuhan, maafkan aku pak." ujar Ana seraya pamit keluar.


Jeffry membiarkannya, ia tak ingin membuat Ana semakin malu lagi. Ponselnya berdering, istrinya menghubunginya.


"Selamat siang istriku." jawab Jeffry.


"Aku sudah menunggumu, kau tak kunjung menjemputku." ujar Valery. "Aku sudah kelaparan sayang." sambungnya.


"Oh ya Tuhan, aku membuat istriku kelaparan. Setengah jam lagi aku menjemputmu. Tadi masih banyak pekerjaan sayang, maafkan aku." ujar Jeffry.


"Baiklah Jeff aku tunggu, kau hati hati." jawab Valery seraya mematikan ponselnya.


Jeffry mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kantornya. "Aku makan siang bersama istriku, jika Ramon atau yang lain mencariku. Katakan temui aku setelah makan siang." ujarnya pada Ana lalu meninggalkannya begitu saja.


Jeffry menuju perusahaan Valery, perjalanannya satu jam karena macet. Ia sudah mengirim pesan pada istrinya untuk menunggu. Satu jam kemudian, ia sampai di perusahaan Valery. Wanita itu sudah menunggunya di lobi.


"Maafkan aku sayang terlambat, jalanan sangat macet." ujar Jeffry sambil membawanya masuk ke mobil.

__ADS_1


"Tak apa Jeff, cepatlah aku sangat lapar. Padahal pagi tadi aku sarapan sangat banyak. Akhir akhir ini aku cuma ingin makan dan makan saja." jawab Valery.


Jeffry menstarter mobilnya dan membawanya ke restoran mewah dekat perusahaan Valery. Jeffry sudah memesan tempatnya tadi pagi.


"Mungkin karena kau stress akibat pekerjaanmu makanya kau hobi makan." ujar Jeffry sambil tertawa.


Valery tertawa. "Aku tak ingin berubah menjadi balon udara Jeff, tapi aku sering kelaparan sekarang." jawabnya.


"Seperti apapun bentuk tubuhmu, aku akan tetap mencintaimu sayang. Jika kau merasa lapar terus menerus, maka jangan kau tahan. Aku tak ingin kau sakit." kata Jeffry.


Valery mengangguk, mereka sampai di restoran dan masuk kedalam. Jeffry memesan beberapa hidangan, sedangkan Valery memesan begitu banyak membuat Jeffry terkejut.


"Kau yakin bisa menghabiskan makanan yang kau pesan tadi?" tanya Jeffry.


"Tentu saja, semua yang aku pesan tadi makanan kesukaanku." jawab Valery.


"Baiklah, buktikan padaku. Jika kau tak memakannya, maka aku akan menghukummu disini." ancam Jeffry.


"Apa yang akan kau lakukan padaku?" tanya Valery.


"Tentu saja menciummu dan merebahkanmu diatas meja ini." goda Jeffry.


"Kau sudah gila, aku akan kabur sebelum kau melakukan itu." ujar Valery membuat Jeffry tertawa.


"Ya Tuhan, kau istriku Valery Arnold kan?" tanya Jeffry.


Valery mengangguk. "Memangnya siapa lagi." jawab Valery.


Jeffry menggelengkan kepalanya. Ia terus memperhatikan istrinya yang makan sangat banyak tidak seperti biasanya. Jeffry justru takut istrinya akan sakit.


"Sayang, bisakah kau berhenti makan. Aku takut kau sakit Vale. Ini pertama kalinya aku melihatmu makan begitu banyak." ujar Jeffry.


"Aku kan sudah bilang kalau kelaparan, aku tak apa apa sayang." jawab Valery.


Jeffry menghela nafasnya, ia hanya bisa memperhatikan istrinya.


Ya Tuhan, semoga istriku sehat sehat saja. Ia sangat aneh hari ini. pikir Jeffry.


Setelah keduanya selesai makan, Valery mulai berbicara tentang perusahaannya.

__ADS_1


"Aku sangat senang, mereka akhirnya setuju." ujar Valery.


"Aku sudah mengatakannya padamu, jika kau pasti bisa meyakinkan mereka." jawab Jeffry.


"Sepertinya 10% keuntungan itu membuat mereka sangat tergiur Jeff. Itulah yang mengapa mereka mengubah keputusan dengan cepat." kata Valery lagi.


Jeffry tertawa. "Siapa yang tak menginginkan uang pada zaman sekarang ini."


"Kau benar, datanglah besok ke rapat selanjutnya. Kita harus segera menyelesaikannya Jeff." ujar Valery.


Jeffry mengangguk. "Tentu saja sayang. Aku juga akan menyiapkan perjanjian serta berkas berkas yang akan dibutuhkan besok." jawabnya. "Sudah waktunya kita kembali ke perusahaan, aku akan membawa Ana ke rumah. Wanita itu sangat merindukan Paul." sambungnya.


Valery mengangguk. "Tentu saja ia merindukan Paul, bagaimana pun mereka saling mencintai sejak masa SMA." jawab Valery. "Jeff, aku ingin memesan spagetti untuk dibawa ke kantor." ujarnya membuat Jeffry kembali terkejut.


"Untuk siapa?" tanya Jeffry.


"Untukku, aku takut tiba tiba lapar lagi." jawab Valery.


"Setelah semua yang kau makan tadi, kau takut lapar?" tanya Jeffry lagi tak percaya.


"Baiklah tidak usah." jawab Valery kesal.


Jeffry tertawa melihat wajah istrinya. Jeffry memanggil pelayan dan memesan 2 porsi spagetti. Valery akhirnya tersenyum lagi. Mereka menunggu lalu membayarnya. Keduanya kembali menuju perusahaan.


Sesampainya di perusahaan Valery, Jeffry memberi kedua porsi spagetti itu.


"Kenapa dua?" tanya Valery. "Aku pikir satu porsi untukmu." sambungnya.


Jeffry menggeleng. "Aku takut satu porsi tidak cukup membuatmu kenyang sayang." goda Jeffry.


Valery tertawa lalu mencium pipi Jeffry. "Kau hati hati dijalan, aku pulang jam 9 malam. Banyak pekerjaan yang harus diurus termasuk penyerahan beberapa kontrak padamu. Perusahaan akan berganti nama dan Presdir adalah Jeffry Sean." ujarnya.


Jeffry menarik istrinya dan mencium bibirnya. "Pelan pelan saja sayang, aku takut kau sakit. Aku akan membantumu, serahkan semuanya padaku. Dan kau istri Presdir, kau juga berhak menandatangani kontrak. Jadi aku akan memberi wewenang penuh jika aku tak bisa menangani semuanya. Aku juga masih butuh bantuanmu." jawab Jeffry.


"Tentu saja, aku akan selalu ada buatmu." ujar Valery lagi lalu turun dari mobilnya. "Dah..." katanya dan membiarkan suaminya pergi menuju perusahaannya.


Valery kembali ke kantornya untuk memulai pekerjaannya lagi, tapi lagi lagi ia merasa lapar. Valery duduk di sofa dan segera memakan spagetti yang dibelinya tadi. Dan 2 porsi sekaligus habis dimakannya, bahkan ia sendiri tak menyadari saat memakan spagetti tersebut.


Aku harus ke rumah sakit, ada yang aneh dengan perutku, aku terus merasa lapar. pikir Valery.

__ADS_1


*****


Happy Reading All...😘


__ADS_2