
Pagi pagi sekali Jeffry menjemput Valery, karena semalam mereka tak sempat melihat persiapan di gereja, jadi pagi ini mereka cepat cepat melihat lokasi. Keduanya masuk dan meneliti setiap persiapan dan sangat puas dengan semuanya.
"Ini sangat sempurna Jeff, aku tak tahu jika Ramon dan istrinya melakukannya dengan luar biasa seperti ini. Acara sakral ini akan menjadi kenanganku seumur hidup." ujar Valery.
Jeffry mencium keningnya. "Walaupun ini terkesan terburu buru, tapi aku menginginkan yang terbaik untukmu sayang. Sekarang ayo ke ruang pengantin. Aku ingin kau mencoba gaunnya." ajak Jeffry.
Valery mengangguk dan mengikuti Jeffry. Ia terbelalak saat melihat gaun pengantin putih berjuntai dan bermanik berlian berlian berkilauan yang terpajang disana.
"Wah, cantik sekali Jeff." ujar Valery.
"Apa kau suka?" tanya Jeffry.
"Sangat suka. Kapan kau melakukannya, dan berlian ini sangat memenuhi gaunnya. Indah sekali." jawab Valery.
"Aku membuatnya dengan desainer ternama, aku melakukannya sehari setelah kita jadian." ujar Jeffry.
"Itu sudah lama sekali, bagaimana kau bisa melakukannya Jeff?" tanya Valery lagi.
"Karena aku yakin, kau akan menjadi pengantinku. Itulah mengapa aku membuatnya sayang." jawab Jeffry.
Valery memeluk Jeffry. "Terima kasih Jeff, aku tak akan menyesali keputusanku menikah denganmu." ujarnya.
Jeffry memegangi pipinya dan mencium bibirnya. "Cobalah gaunnya sayang, acaranya setengah hari lagi. Jika ada yang tidak beres dengan gaunnya, maka bisa diperbaiki. Tante Sora bantu pengantinku." pinta Jeffry.
Ternyata asisten perancang busananya sudah ada di gereja. Tante Sora membawa Valery ke ruang ganti untuk mencoba gaun tersebut. Beberapa menit kemudian, Jeffry terbelalak melihat kekasihnya bak bidadari yang sangat cantik.
"Ya Tuhan, ini luar biasa sayang. Kau sangat cantik apalagi jika wajahmu nanti di rias, aku bisa gila dibuatnya." ujar Jeffry mengaguminya. "Bagaimana ukurannya tante?" tanya Jeffry pada tante Sora.
"Sama sekali tidak ada masalah, semuanya sesuai dengan perencanaan awal tuan Sean. Gaunnya sangat pas ditubuh istri anda." jawab tante Sora.
"Terima kasih." ujar Jeffry. "Kami akan kembali lagi jam 11 siang, sekarang kami pamit pulang." sambung Jeffry.
Tante Sora mengangguk dan membawa Valery untuk melepas gaunnya. Saat di ruang ganti Valery tiba tiba menangis membuat tante Sora kebingungan. Tante Sora memanggil Jeffry setelah selesai membantu Valery.
"Tuan Sean, aku permisi. Masuklah kedalam, pengantin anda tiba tiba menangis." ujar tante Sora seraya meninggalkan Jeffry yang terkejut.
Jeffry masuk kedalam ruang ganti lalu melihat Valery yang sedang menangis, ia langsung memeluknya. "Ada apa sayang?" tanya Jeffry.
"Seandainya ayah dan ibuku masih hidup, mereka pasti..." ujar Valery namun tak bisa meneruskan kata katanya, ia terisak tak kuat menahan kesedihannya.
Jeffry memeluknya kembali. "Ya Tuhan, maafkan aku sayang, aku melupakan orangtuamu. Kita ke makam mereka sekarang." ujar Jeffry.
__ADS_1
"Makamnya sangat jauh Jeff, 3 jam perjalanan dari sini." jawab Valery.
"Aku tidak perduli, ini masih jam 6 pagi. Kita akan terlambat sedikit. Aku akan mempercepat perjalanannya." ujar Jeffry.
Valery akhirnya mengangguk, keduanya segera menuju pemakaman kedua orang tua Valery.
*****
Dan benar saja, Jeffry bisa mempercepat perjalanan mereka hanya dalam waktu 2 jam. Keduanya menuju makam orang tua Valery.
"Ayah, ibu... Vale kembali. Kali ini Vale ingin memperkenalkan pria yang akan menjaga Vale seumur hidup." ujar Valery.
Jeffry mendekati kedua makam yang berdampingan tersebut. "Halo ayah, halo ibu. Perkenalkan namaku Jeffry Sean. Aku pria yang sangat mencintai putri kalian yang cantik ini. Hari ini aku meminta izin kalian untuk menikahi Valery Arnold. Aku berjanji akan menjaganya sampai nafasku terhenti. Jadi bisakah kalian percaya padaku." ujar Jeffry.
"Ayah, ibu... Ini calon suami pilihan Vale. Vale juga mencintainya, jadi kalian sekarang bisa tenang di surga. Karena Vale sudah ada yang menjaga. Hari ini Vale akan menikah, jadi kalian jadilah saksi buat pernikahan kami di surga. Aku menyayangi kalian." ujar Valery yang tak bisa menahan tangisnya.
Jeffry memeluk Valery dan menenangkannya, keduanya berdoa bersama lalu meninggalkan makam tersebut. Keduanya kembali ke rumah terlebih dahulu. Jeffry akan membawa Susi dan Paul lalu menjemput Valery kembali.
"Satu jam lagi aku akan menjemputmu sayang, sebentar lagi kita akan resmi menjadi suami istri." ujar Jeffry.
Valery mengangguk. "Kau hati hati Jeff." ujar Valery.
Jeffry mengangguk lalu meninggalkan rumah kekasihnya.
*****
Ketenangan gereja berubah menjadi gemuruh tepuk tangan saat Pastur mengatakan mereka sudah resmi menjadi suami istri. Dan semuanya histeris melihat pasangan yang sangat cocok tersebut. Keduanya melakukan ciuman yang disaksikan kerabat dan teman terdekat.
"Terima kasih atas kehadiran kalian, karena acara resepsi kami tunda. Maka kami hanya bisa mengajak kalian semua hadir di rumahku sekarang untuk makan siang yang sudah disiapkan." ujar Jeffry.
Kedua mempelai dan keluarga mengajak semuanya menuju rumah Jeffry. Paul sangat bingung dengan keadaan ini, kakaknya bilang rumahnya. Tapi kemarin bilang rumah suster Susi. Tapi ia hanya bisa diam, dan mengikuti seluruh acara.
Valery sangat terkejut saat sampai di rumah suaminya. Ini bukan acara resepsi tapi persiapan dan hiasan mirip seperti acara resepsi. Sangat mewah dan mengagumkan bagi Valery.
"Apa kau senang?" tanya Jeffry pada istrinya.
"Sangat senang sayang, ini seperti resepsi." jawab Valery.
Jeffry menggeleng. "Acara resepsi kita akan sangat megah, ini tidak ada apa apanya Vale." ujar Jeffry.
Valery mengangguk, mereka semua melakukan makan siang bersama, dengan jamuan yang sangat mewah.
__ADS_1
*****
Acara akhirnya selesai, para tamu dan kerabat satu per satu meninggalkan rumah Jeffry Sean. Susi dan Paul beristirahat dan Valery dibiarkan istirahat di kamar Jeffry juga, sedangkan Jeffry masih berbincang bincang dengan Ramon.
"Bagaimana rasanya menjadi pengantin?" goda Ramon.
"Sangat melelahkan, terima kasih atas bantuanmu juga istrimu." jawab Jeffry.
"Tidak ada masalah Jeff, akulah yang selama ini banyak meminta bantuanmu." ujar Ramon. "Ada yang ingin aku katakan padamu, mungkin ini bisa menjadi kado pernikahan kalian." sambungnya.
"Apa itu, katakan Mon." tanya Jeffry penasaran.
"Aku sudah menemukan siapa pelaku penyebab kecelakaan orang tua Vale. Ia adalah cinta SMA mu Jeff, Sassy." jawab Ramon.
Jeffry terbelalak. "Kau yakin Sassy, mengapa semuanya jadi bersangkutan." ujarnya tak percaya.
Ramon tersenyum. "Yah begitulah keadaannya, dan Samuel ada hubungannya dengan semua ini." lanjut Ramon.
"Apa maksudmu?" tanya Jeffry.
"Samuel adalah saksi mata kecelakaan itu, dan ia baru bisa menemukan Sassy. Dengan ancaman, Samuel meniduri Sassy. Wanita itu merasa dimanfaatkan, jadi marah lalu kecelakaan. Dan Sassy sekarang dalam keadaan koma." Ramon menjelaskan.
"Apa? Kecelakaan? Sassy koma? ya Tuhan, bagaimana aku mengatakannya pada istriku." ujar Jeffry tak percaya.
"Ada masalah apa sayang? Suaramu sampai ke kamar." tanya Valery tiba tiba membuat mereka terkejut.
Jeffry kebingungan. "Tidak apa apa sayang, aku akan menceritakannya besok. Sekarang lebih baik kau beristirahat." jawab Jeffry.
"Baiklah tuan dan nyonya Sean, aku dan istriku juga pamit pulang. Mengingat hari semakin larut." ujar Ramon.
"Baiklah, sekali lagi terima kasih atas semuanya. Kalian hati hati dijalan." jawab Jeffry.
"Terima kasih pak Ramon dan ibu Tantri." ujar Valery.
Mereka mengantarkan Ramon dan istrinya sampai ke depan rumah. Setelah itu Jeffry membopong Valery menuju kamar.
*****
Happy Reading All...π
πHappy New Year 2020π
__ADS_1
Semoga tahun yang baru ini, kita diberi keberkahan yang baru oleh Tuhan yang maha esa. Aamiin...πππππΊπΊ