
Seminggu kemudian, kasus kecelakaan tersebut akhirnya kembali dibuka, karena koneksi yang dimiliki Jeffry maka kasus tersebut diperkarakan kembali. Proses hukum mulai berjalan untuk Sassy. Wanita itu dikenakan hukuman penjara selama 7 tahun padahal seharusnya hanya 5 tahun tapi karena ia melarikan diri selama bertahun tahun dan melakukan pemusnahan segala barang bukti maka hukuman ditambah 2 tahun. Keputusan pengadilan membuat Marina sangat histeris.
Dan Petter di denda 5 Miliar karena membantu putrinya kabur dari tanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Marina berkali kali pingsan dan pengacaranya terus mengajukan banding untuk membebaskan atau meringankan hukuman untuk Sassy yang masih koma sekarang.
Sedangkan Samuel mendapat hukuman 5 tahun penjara atas ulahnya menggelapkan dana perusahaan. Jeffry sangat puas dengan keputusan itu. Ia bisa memberi pelajaran pada pria yang tak pernah menghargai wanita.
Valery tidak senang dengan semua ini, ia memang memiliki hati yang lembut. Apalagi saat melihat Marina histeris dan pingsan. Tapi Jeffry terus menahannya agar tetap menyerahkan semua ini pada proses hukum yang ada.
"Apa kita tidak keterlaluan Jeff?" tanya Valery saat berada di mobil menuju perusahaannya.
"Apa mereka tak memikirkan saat kau kehilangan kedua orangtuamu Vale. Putri mereka hanya masuk penjara sedangkan kau harus menjadi yatim piatu di usiamu yang sangat muda. Oh ya Tuhan, berhentilah mengeluh sayang. Masih banyak yang harus kita pikirkan." jawab Jeffry.
Valery menghela nafasnya. "Baiklah terserah kau saja, Jeff hari ini aku akan mengadakan rapat dengan pemegang saham. Aku akan mengatakan perencanaan penggabungan perusahaan kita. Jika mereka setuju aku harap kau bisa datang pada rapat berikutnya." ujarnya.
Jeffry mengangguk. "Tentu saja sayang, katakan pada mereka keuntungan mereka jika bergabung dengan perusahaanku maka pendapatan akan naik 10%, aku akan pastikan itu. Aku juga akan melakukan rapat hari ini, tapi tentu saja mereka pasti akan setuju. Setiap keputusan yang aku buat, mereka tak pernah menolaknya. Tapi bagaimana pun aku juga harus mengatakannya pada mereka." jawab Jeffry.
Valery mengangguk setuju. Ia sudah berada di depan perusahaannya. "Selamat bekerja dan hati hati dijalan Jeff." ujarnya.
"Kau juga sayang, aku pasti akan merindukanmu." ujar Jeffry.
"Kau berlebihan, dah..." jawab Valery seraya masuk ke perusahaannya.
*****
Valery dan Jeffry sama sama mengadakan rapat tentang penggabungan perusahaan mereka. Jeffry memang benar, tidak ada kendala persetujuan baginya. Tapi lain halnya dengan Valery, ada beberapa pemegang saham yang tidak setuju bahkan mereka berniat menarik saham mereka dengan meminta ganti rugi pada Valery.
"Sesuai perjanjian, aku akan mengembalikan saham kalian dan memberi kompensasi. Tapi kalian harus tahu, aku menggabungkan perusahaanku dengan perusahaan suamiku bukan karena tidak ada keuntungan. Jeffry Sean orang yang sangat royal, ia akan menambah keuntungan kalian sebesar 10% tergantung dengan nilai pemasukan yang didapat. Tapi jika kalian tetap tidak mau dan ingin mundur maka aku persilahkan." ujar Valery.
__ADS_1
"Mengapa bu Vale tidak mengatakan dari awal soal kenaikan pendapatan itu, tentu saja kami akan setuju jika ada dampak positif dari penggabungan perusahaan ini." jawab salah satu pemegang saham.
"Ya Tuhan, kalian cepat sekali mengambil keputusan sebelum aku menjelaskannya." ujar Valery kesal.
Tentu saja mereka berunding dengan suara yang sedikit riuh di dalam ruang rapat.
"Sepertinya kalian masih bingung, rapat aku tunda. Kita bertemu lagi setelah 30 menit." kata Valery seraya meninggalkan ruang rapat.
Valery menuju kantornya diikuti dengan Tara. "Mereka tak menghargaiku sebagai seorang Presdir." ujar Valery kesal.
"Bu Vale tenanglah, mereka bukan tak menghargai anda tapi mereka hanya terkejut. Aku pun baru tahu hari ini." jawab Tara.
"Kau benar Tara, tapi setelah aku menikah. Aku hanya ingin menjadi istri yang baik buat suamiku. Jadi aku memutuskan mundur dari perusahaan. Aku hanya ingin menjadi istri Presdir yang hanya sekali sekali membantu di depan." kata Valery.
"Tentu saja, keputusan anda sudah benar bu. Tapi apa aku nanti akan dipecat?" tanya Tara.
Tara mengangguk, akhirnya ia mengerti maksud dari atasannya. Valery hanya ingin tinggal di rumah dan perusahaan dipegang oleh suaminya agar tidak bangkrut. Atasannya sangat memikirkan kedua belah pihak.
"Ibu mau teh hijau?" tanyanya.
Valery mengangguk, ia ingin menenangkan diri sampai rapat berikutnya. Tiba tiba ia sangat merindukan suaminya.
Ya Tuhan, aku mengatakan berlebihan pada Jeffry. Dan aku sekarang ikut berlebihan karena merindukannya. pikir Valery seraya tersenyum sendiri.
Tapi seperti ada ikatan batin, tepat saat ia banyak berpikir Jeffry menghubunginya.
"Apa kau baik baik saja?" tanya Jeffry setelah ponselnya diangkat.
__ADS_1
"Tentu saja aku baik. Kau bagaimana?" tanya Valery.
"Aku baik sayang, aku sudah mencapai kesepakatan. Dari suaramu, kau memiliki kendala dalam rapat. Apa aku perlu kesana membantumu?" tanya Jeffry lagi.
"Tidak sayang, setengah jam lagi aku akan mengadakan rapat kedua. Apapun keputusan mereka, aku akan tetap menyatukan perusahaan kita walaupun aku harus mengembalikan saham dan kompensasinya." jawab Valery.
"Kau jangan pikirkan itu sayang, aku akan membantumu dalam urusan dana. Tapi aku yakin kau bisa meyakinkan mereka." ujar Jeffry, kata katanya sangat menenangkan hati Valery. "Siang ini aku akan menjemputmu untuk makan siang, bagaimanapun kita belum berkencan setelah menikah. Kita selalu sibuk dengan urusan masing masing." sambungnya.
"Baiklah sayang, sampai nanti." jawab Valery seraya mematikan ponselnya.
*****
Setelah 30 menit, rapat kembali di buka. Valery kembali menanyakan keputusan mereka, Jeffry benar ia akhirnya bisa meyakinkan mereka. Semuanya menyetujui tentang penyatuan tersebut termasuk beberapa pemegang saham yang awalnya menolak, walaupun ia harus kembali menjelaskan secara detil selama berjam jam.
"Management mungkin akan berubah, tapi tidak ada perubahan posisi karyawan. Karena perusahaan ini akan berjalan sebagaimana biasanya, perusahaan akan berubah menjadi PT. Berlian Permata Sean. Dan dengan keputusan ini, aku sebagai Presdir memutuskan untuk mundur dari perusahaan dan menyerahkannya pada suamiku Jeffry Sean sebagai pemilik perusahaan yang baru." ujar Valery membuat mereka kembali terkejut.
"Kalian jangan risau, aku masih akan membantu Jeffry Sean. Tapi tidak seperti dulu lagi, kalian mengertilah posisiku sekarang adalah seorang istri dan akan menjadi ibu rumah tangga bagi anak anak Jeffry kelak. Jadi aku tak akan lepas tangan walaupun tidak langsung menanganinya." ujar Valery lagi.
Semuanya akhirnya mengerti maksud dari Valery Arnold atasan mereka.
"Besok, Jeffry Sean dan beberapa karyawannya akan datang pada rapat. Ia yang akan memimpinnya langsung. Rapat hari ini selesai, selamat beristirahat dan makan siang." ujar Valery.
Mereka semua mengangguk lalu bertepuk tangan dan memberi semangat pada atasan mereka.
*****
Happy Reading All...😘
__ADS_1