AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU

AKU MENCINTAI SUPIR TAMPANKU
Episode 36


__ADS_3

Sementara Jeffry sedang menemani Valery mengerjakan dokumennya. Valery menggelung rambutnya hingga keatas, menunjukkan leher mulus miliknya. Jeffry terus menahan dirinya agar tak mengganggu Valery. Tapi miliknya terus bangkit dan ingin menyentuh wanita itu. Ia teringat saat kejadian malam dimana hampir saja mereka menghabiskan malam bersama seandainya tidak ada kabar buruk yang terjadi pada Paul.


Valery merasa Jeffry terus mengawasinya, membuat ia sulit sekali berkonsentrasi. Valery menghela nafasnya. "Jeff, kau tunggu aku di ruang santai saja, aku kehilangan konsentrasiku sayang." ujar Valery.


Jeffry tertawa. "Baiklah nona cantik, aku akan menunggumu di ruang santai." jawab Jeffry.


"Jika kau lapar, carilah makanan di dapur." perintah Valery dan Jeffry hanya mengangguk.


Valery akhirnya bisa bernafas lega. Ia kembali mengerjakan dokumennya. Sudah pukul 8 malam, ia masih saja berkutat pada dokumen tersebut. Ia harus teliti mengerjakannya, karena ini menyangkut perusahaan yang ia bangun selama bertahun tahun. Sejam kemudian, Jeffry kembali ke ruang kerja Valery.


"Sayang, aku bantu ya biar cepat selesai. Aku bosan sendirian." ujar Jeffry.


"Tidak usah, tunggulah sebentar lagi Jeff, tinggal sedikit lagi. Aku akan keluar." jawab Valery.


Jeffry cemberut. "Baiklah." jawabnya datar.


Valery tersenyum, ia menyelesaikannya sampai akhir dan menyimpan hasil dokumennya ke flashdisk. Besok ia akan memberikannya ke Tara. Valery keluar, dan melihat kekasihnya yang terus mengganti chanel televisi tanpa melihat acara tersebut.


"Apa yang kau tonton Jeff, kau menggantinya tanpa henti sayang." ujar Valery.


Jeffry mendongak dan tersenyum. "Kemarilah sayang, aku sangat bosan." jawab Jeffry.


Valery menghampirinya dan duduk di samping Jeffry. "Kau yang menginginkan menemaniku, sekarang kau mengeluh. Seharusnya jika kau bosan, kau pulang saja kerumahmu." kata Valery.


Jeffry menatapnya lalu menariknya agar lebih dekat. "Jangan menggelung rambutmu di depan pria lain, aku akan membunuh mereka jika menatap lehermu." bisiknya.


Valery terkejut. "Kau ini, aku di rumah memang sudah biasa seperti ini sayang. Aku tak pernah melakukannya di luar." jawabnya.


Jeffry mengangguk. "Hanya boleh di rumah dan di depanku. Aku tak ingin kau memamerkannya pada orang lain." ujarnya sambil mengecup leher, telinga dan pundaknya.


Seketika Valery merinding, itulah titik sensitifnya. "Jeff... Jangan kau lakukan itu." ujarnya parau.

__ADS_1


"Sejak tadi aku menginginkanmu sayang." jawab Jeffry seraya menarik wajahnya dan mencium bibirnya.


Valery menarik diri terlebih dahulu dan menatap Jeffry.


Jeffry tersenyum saat ikut menatapnya. "Bisakah kita melewati batas, dan mengulang kembali malam yang gagal itu?" tanya Jeffry.


Valery teringat saat ia ditinggalkannya. "Tak bisakah kita menunggu sampai menikah? Aku tak ingin kau meninggalkanku lagi." tanya Valery balik.


"Kali ini aku tidak akan melakukannya sayang. Apa kau ingin menyiksaku sayang, kau lihat ini." jawabnya sambil menunjukkan celananya yang semakin menonjol.


Valery menutup matanya. "Kau gila Jeff." ujarnya sambil berlari menuju kamarnya.


Jeffry tersenyum melihatnya, ia mengejar Valery ke kamarnya. "Kau memancingku sayang dengan berlari kemari." ujarnya seraya mendekati Valery lagi.


"Jeff, walaupun umurku sudah tua tapi aku tak pernah melakukannya. Aku masih takut." jawab Valery.


"Maka aku akan mengajarimu, dan membuat ketakutanmu berubah. Kau tidak tua Vale, kau sangat cantik." jawab Jeffry lalu menarik Valery kembali dan menciumnya.


Jeffry membuka pakaian kekasihnya. "Ya Tuhan ini sangat cantik sayang." ujar Jeffry saat menatap seluruh tubuh Valery.


Dengan malu, Valery mencari selimut untuk menutupinya. Tapi Jeffry segera menahan selimutnya dan menggeleng.


"Biarkan aku melihatnya sayang, kau milikku." ujar Jeffry.


Suaranya semakin parau karena hasrat yang semakin menggebu-gebu.


Pria itu menyentuh seluruh tubuh Valery. "Biarkan aku membuatmu puas sayang." ujarnya lagi.


Jeffry tahu ini pertama kalinya untuk Valery, ia perlahan menyentuh wanita itu sampai akhirnya kepuasan pertama dikeluarkan Valery sebelum melakukannya.


"Apa itu sudah selesai?" tanya Valery.

__ADS_1


Jeffry tertawa. "Itu awal sayang, aku baru menyentuhmu dengan tangan dan mulutku." ujarnya. "Kau sudah siapkan, ini akan terasa sakit sedikit." sambung Jeffry, Valery mengangguk.


Jeffry menciumnya lagi agar wanita itu tenang. Dan akhirnya Valery berteriak saat selaput daranya mulai robek. Airmata wanita itu keluar, Jeffry menghentikannya dan menenangkan Valery dengan menciumi wajahnya. "Apa masih sakit?" tanyanya.


Valery mengangguk.


"Tapi aku belum selesai sayang, mungkin ini yang akan menyakitkanmu lagi." sambungnya.


Benar saja, Valery kembali berteriak saat Jeffry memperdalamnya dan saat itulah darahnya mengalir keluar. Jeffry kembali berhenti agar Valery tenang. Setelah yakin Valery tidak kesakitan lagi, ia berani melakukannya sampai keduanya mencapai klimaks bersamaan, Valery bergetar hebat sedangkan Jeffry tak ingin membuat kekasihnya hamil, ia mengeluarkan semuanya di luar.


"Sayang menikahlah denganku." ujar Jeffry saat memeluk Valery.


Valery terbelalak mendapat ajakan itu lagi, tapi ia sudah melepas kesuciannya malam ini. Jadi apalagi yang ia tunggu. Valery menatap Jeffry dan tersenyum.


"Aku butuh jawaban sayang bukan senyumanmu yang memabukkan ini." ujar Jeffry sambil menarik hidungnya.


Valery tertawa. "Kau tidak romantis Jeff, kau melamar kedua kalinya seperti ini."


"Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan sayang, tapi aku tak bisa menunggu melakukan lamaran lebih dari ini Vale. Kau bahkan sudah membuatku gila sekarang." jawab Jeffry seraya mencium keningnya. "Menikahlah denganku." ajak Jeffry untuk ketiga kalinya.


Valery tersenyum lalu mengangguk. "Ayo kita menikah secepatnya." jawabnya.


Jeffry terbelalak, Valery menerima lamarannya. Tentu saja Jeffry langsung menciuminya. "Aku ingin lagi." ujarnya tapi tak membiarkan Valery menolaknya, ia naik lagi diatas tubuh Valery.


Keduanya melakukannya lagi dan lagi sampai mencapai klimaks bersama kembali, tapi kali ini Jeffry nekat mengeluarkannya di dalam milik Valery, ia tak perduli lagi walaupun Valery akan hamil karena mereka akan secepatnya menikah dan hidup bahagia.


*****


Untuk yang sudah membaca, maaf ada pengeditan...🙏🙏🙏


Happy Reading All...😘

__ADS_1


__ADS_2