Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam

Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam
01. Bertransmigrasi


__ADS_3

Jalan raya ibukota selalu ramai setiap hari. Kendaraan berlalu lalang tidak pernah sepi.


Sebuah mobil mewah bugatti chiron melaju santai di jalanan. Banyak pasang mata mengikuti mobil itu, bertanya-tanya siapa pengemudi dibalik mobil termahal didunia. Banyak orang kaya di ibukota, tapi tidak berarti semua orang mampu membeli mobil yang sangat mewah.


Kanaya, pemilik mobil mewah itu bersenandung pelan. Dimulutnya terdapat permen lolipop rasa coklat. Rasa manis mampu membuat moodnya menjadi baik.


Kanaya berencana untuk ke toko buku saat ini. Tadi dikampus, teman sebangkunya Ellena merekomendasikan novel baru yang bagus. Dia juga sudah melihat review di internet tentang buku itu, dan banyak komentar positif, jadi dia ingin mencoba membacanya.


...


Dimalam hari Kanaya hanya duduk santai dibalkon kamarnya. Menikmati sepiring buah dan segelas susu. Membaca novel yang katanya bagus, tapi setelah membaca sepuluh bab, Kanaya mulai mengumpat tidak jelas.


'Apakah otak protagonis dimakan babi? Bagaimana dia bisa menyia-nyiakan ayah sebaik itu dan protagonis wanita, tolong tidak bisakah kau tidak menitikan air mata dalam setiap kesempatan?'


'Sial! Siapa yang menulis cerita tragis bodoh seperti ini! Dia akan memukulinya jika bertemu nanti.'


'Protagonis laki-laki, kau tidak melihat kecantikan kecilmu merayu pria lain didepanmu? Sialan matamu buta?'


Kanaya benar-benar hampir dibuat gila dengan novel ini. Dia berpikir bagaimana otak mereka yang memberi novel ini nilai positif berkerja. Dia hampir mual bahkan setelah melihat sampulnya.


Melemparkan novel itu ketempat sampah, Kanaya pergi tidur untuk menenangkan hatinya. Tapi siapa yang tahu kalau hatinya akan menjadi semakin berantakan setelah dia bangun tidur.


...


Dor! Dor! Dor!


Ketukan pintu yang keras mengganggu tidur Kanaya. Membuka matanya perlahan, Kanaya melihat pintu dengan samar, dan kemudian duduk dengan tegak dan waspada.


Kanaya sadar jika ini bukan kamarnya. Kamarnya adalah ruangan yang sangat mewah, sedangkan kamar ini bahkan tidak sebesar kamar mandinya.


Dor! Dor! Dor!

__ADS_1


Bunyi ketukan pintu menyadarkan lamunan Kanaya. Dia dengan hati-hati berjalan menuju pintu. Membuka pintu kamar dan yang menyambutnya adalah wanita paruh baya yang gemuk dengan emas bersinar di sana-sini.


Kanaya ingin membuka mulutnya untuk bertanya tapi wanita itu berbicara terlebih dulu.


"Kau tuli? Aku sudah mengetuk kamarmu sejak setengah jam yang lalu! Bocah bau aku sudah memberimu banyak keringanan, tapi aku juga butuh uang untuk makan! Jadi lebih baik kau membereskan barang-barangmu dan angkat kaki dari kontrakanku!" wanita itu berbicara dengan sangat keras dan kasar.


Kanaya langsung memproses semua kalimat itu dan menyimpulkan beberapa kondisi. Tapi yang harus dia lakukan sekarang adalah cepat pergi dari tempat ini. Harga dirinya tidak memungkinkan Kanaya untuk mengemis belas kasihan.


"Baik." Kanaya meninggalkan sepatah kata lalu pergi kedalam kamar untuk membersihkan barangnya, minggalkan wanita paruh baya itu sendirian.


Mengangkat alisnya, wanita itu berdecih sombong. "Bocah miskin sepertimu juga berani sombong heh!."


Tidak ada banyak barang, hanya beberapa baju dan perlengkapan mandi dan makan.


Saat merapikan barangnya Kanaya juga memikirkan keadaanya saat ini. Kanaya yakin kalau dia telah berpindah tubuh. Dia sering membaca novel dengan tema serupa, tapi tidak menyangka akan mengalaminya sendiri.


Kanaya yakin kalau berpindah tubuh karena dipergelangan tangan kirinya tidak ada bekas luka. Dulu dia pernah mengalami kecelakaan kecil. Meskipun sudah diobati dengan baik tapi tetap meninggalkan bekas luka walaupun samar.


Tangan tubuh yang ditempatinya sekarang juga penuh kapalan, itu berarti pemilik asli tubuh ini sering melakukan pekerjaan berat dan kasar. Warna kulitnya juga sedikit kecoklatan.


Memasikan baju terakhirnya, Kanaya berjalan keluar kamar dengan santai. Dia tidak memiliki kekawatiran tentang hidup sama sekali. Dia yakin bisa menjalani hidup baik dengan pengetahuan yang ada diotaknya.


Kanaya menemukan ponsel tua pemilik aslinya. Hanya ada beberapa kontak, tapi dia tidak berniat untuk menjelajahinya sekarang. Membuka aplikasi maps, Kanaya mencari warung internet terdekat.


...


Duduk didepan komputer Gadis cantik itu melihat layar dengan sangat serius. Matanya yang sedalam jurang sangat mempesona.


Kanaya meretas pertahan negara dengan sangat mudah. Mencari informasi di internet adalah hal yang paling cepat.


Pemilik aslinya memiliki nama yang sama sepertinya, Kanaya Jordan. Ini adalah hal yang bagus, dia sangat keberatan jika harus mengganti nama pemberian orang tuanya. Sayang sekali dia dan pemilik aslinya memiliki nama keluarga yang berbeda. Nama keluarganya di kehidupan sebelumnya adalah Grey.

__ADS_1


Pemilik aslinya adalah seorang anak yang tidak diinginkan. Dia dilahirkan karena kesalahan orang tuanya.


Dia diasuh oleh janda tua sebelah rumah ibunya setelah dia lahir. Mengikuti nama keluarga janda tua itu, pemilik asli sudah menganggap janda tua itu neneknya sendiri.


Pemilik asli saat ini berusia 18 tahun, baru lulus dari SMA. Selain sekolah pemilik aslinya juga harus bekerja paruh waktu. Sedangkan neneknya meninggal satu bulan yang lalu, menyebabkan pemilik aslinya depresi.


Yah mungkin dia sudah lelah dengan hidup.


Kanaya menemukan informasi pemilik aslinya di internet. Dari saat kelahirannya, hingga keadaan orang tua aslinya saat ini.


Melihat bagian romansa, ternyata pemilik aslinya juga mempunyai seorang pacar. Melihat nama pacar pemilik aslinya, Kanaya menyerngit pelan, pasalnya dia merasa familier dengan nama ini.


Setelah beberapa saat Kanaya mengumpat, "sial! Buakankah ini adalah nama protagonis pria dari novel yang kubaca semalam?"


Mengetikan beberapa baris kode lagi, Kanaya mencoba mencari informasi lain untuk membuktikan dugaanya.


Melihat nama Luke Arkana dan Julia Emma, Kanaya merasa ingin meledakan planet. Sekarang Kanaya yakin kalau dia berpindah ke novel bodoh yang dia baca semalam.


Dan siapa yang akan memberi tahunya bagaimana protagonis dan pemilik aslinya menjalin hubungan? Bukankah dinovel tertulis bahwa protagonis pria dan wanita adalah pasangan yang dibuat surga? saling mencintai dan tulus. Lalu apa semua ini sialan?!


Melihat bahwa protagonis pria masih sering meminta uang kepada pemilik aslinya, Kanaya sudah hampir memuntahkan darah karna marah.


Dia awalnya juga bertanya-tanya bagaimana pemilik aslinya bisa hidup dilingkungan kumuh seperti itu. Dengan gaji yang lumayan sebagai tutor siswa SD dan juga tunjangan beasiswa dari sekolah, setidaknya pemilik aslinya bisa hidup dengan baik.


Ternyata ada lelaki bajingan dibelakangnya. Bukankah protagonis pria adalah pewaris tunggal yang kaya? Sial sebagai umpan meriam, pemilik aslinya memang memiliki IQ yang offline.


Kanaya membuka ponsel tua pemilik aslinya. Di aplikasi chating, terdapat kontak bernama lovely. Kanaya sangat mual saat membacanya.


Melihat percakapan pemilik aslinya dengan protagonis, tidak lebih dari bajingan itu yang meminta uang setiap hari. Bahkan protagonis pria jarang mengatakan hal-hal manis.


Menekan mual diperutnya, Kanaya menghubungi protagonis pria. Lelaki itu juga baru mengangkatnya setelah panggilan ketiga.

__ADS_1


"Kita akan putus! Jangan mencariku lagi dimasa depan bajingan!"


Tanpa menunggu respon protagonis pria, Kanaya memutuskan sambungan secara sepihak.


__ADS_2