
Kanaya hanya diam membatu, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Setelah pengakuan Marvel hari itu mereka sudah lama tidak bertemu. Marvel hrus mengurus tugasnya di negara lain. Kanaya juga harus mengembangkan kekuasaanya. Dan mereka bahkan tidak bertukar satu pesan pun.
Jadi saat Marvel muncul di hadapanya dengan begitu tiba-tiba, Kanaya tidak siap secara mental. Bagaimana pun dia telah menganggap Marvel sebagai kakak laki-lakinya. Tapi siapa tau jika pria bau ini malah ingin mendobrak hatinya.
''Gadis kecil?'' suara pria dewasa yang serak dan dalam menganggu pikiran Kanaya.
Kanaya menolehkan wajahnya kebelakang, menatap pria yang menyandarkan kepalanya di bahunya tanpa izin.
Dan Marvel yang menyadari pandangan Kanaya menatap Kanaya dengan senyum lembut di matanya. Meskipun wajahnya masih tanpa ekspresi, tapi mata penuh kasih sayang yang memanjakan itu bisa membuat jiwa tenggelam.
Kanaya ''...'' aku merasa pria bau ini merayuku tapi aku tidak memiliki bukti.
Marvel yang melihat penghinaan di mata Kanaya hanya terkekeh ringan. Suara sedalam cello itu membuat Kanaya merinding.
Kanaya ingin segera melepaskan diri dari pelukan Marvel, tapi pria itu malah mengeratkan pelukanya. Tidak mengizinkan Kanaya bergerak sedikitpun.
''Jika kau tidak melepaskanku aku akan meledakan kepala babimu.'' Kanaya mengangkat moncong senapanya ke arah Marvel.
Marvel hanya menanggapinya dengan pelukan yang lebih erat. ''Apapaun yang kau mau.''
Kanaya ''...'' apakah otaknya dimakan babi?
Sean ''...''
David ''...''
Sean dan David tidak bisa menatap lurus ke arah pemimpinya yang sudah menurunkan IQ-nya karena cinta. Siapa pria dengan wajah bodoh ini? Ini pasti bukan pemimpin mereka yang agung dan perkasa!
''Apa yang kau lakukan membunuhnya?''
Kanya yang mendengarkan pertanyaan Marvel hanya memutar matanya malas. Siapapun yang peduli pada pria dengan IQ jongkok in adalah babi!
Merasakan pikiran Kanaya, Marvel menyipitkan matanya. ''Sweetheart.''
Melepaskan pelukanya pada gadis kecilnya, Marvel membalikan tubuh Kanaya agar saling berhadapan. ''Jangan membuatku mengulangi pertanyaan dua kali, oke?''
Bagaimanapun Marvel adalah salah satu pemimpin orgnisasi terbesar di dunia. Dia sudah lama duduk di atas puncak piramida. Kontrol yang kuat sudah mengalir di darah dagingnya.
__ADS_1
Duduk di posisi tinggi selama bertahun-tahun membuat Marvel memiliki sifat dominan yang kuat.
Jika gadis lain yang mendengar perkataan Marvel, dia pasti sudah memiliki kaki yang gemetar sekarang. Tapi siapa Kanaya? Dia adalah satu-satu nya orang di dunianya yang berani bermain dengan nyawa seorang raja di tanganya.
Untuk provokasi kecil Marvel, dia tidak merasakan apapun selain ingin meninju wajah songonya.
Kanaya hanya mencibir menanggapi pertanyaan Marvel, dan Marvel tidak bisa melakukan apapun untuk meghukum gadis kesayanganya. Dia hanya bisa tersenyum tak berdaya.
Sean dan David ''...'' apakah kalian tidak tahu jika bermesraan di depan anjing lajang adalah hal yang berdosa?
...
Kanaya memiliki kelas siang hari ini, jadi dia menyerahkan beberapa pekerjaanya pada Rafael. Lagi pula Rafael juga membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk belajar.
Dengan semangkuk salad buah di tanganya, Kanaya berjalan santai di koridor. Beberapa siswa entah pria maupun wanita yang sedang berbincang santai segera menyingkir melihat Kanaya.
Berusaha mengurangi keberadaan diri, jangan sampai mereka secara tidak sengaja menginjak sumbu iblis besar.
Mereka orang biasa ini tidak mampu menanggung konsekuensinya.
Dan Kanaya yang mengabaikan sekelompok kubis ini berhenti di tengah jalan tiba-tiba. Membuat beberapa siswa yang berdiri di depanya bergetar dengan wajah pucat. Bertanya-tanya apakah dia melakukan sesuatu yang salah.
Mengabaikan sepenuhnya siswa yang tidak bermain sesuai akal sehat itu, Kanaya mengalihkan pandanganya ke arah taman di sisi timur. Dimana ada dua siswa dengan jenis kelamin berbeda sedang berbincang.
Mengatakan berbincang, sebenarnya hanya gadis itu yang lebih banyak bicara. Sedangkan siswa pria terlihat enggan.
Para siswa yang berada di sekitar Kanaya mengikuti arah pandanganya. Bagaimanapun keingintahuan manusia sangat besar dan tidak ada habisnya.
''Bukankah itu Julia dan Luke dari kelas ekonomi 2?''
''Hei ku dengar mereka bertengkar karena salah satu pihak selingkuh. Tapi masih belum jelas siapa yang berselingkuh.''
''Dari mana kau tahu?''
''Ada seorang senior dari jurusan informatika yang melihat pertengkaran mereka. Aku kira pasti pria itu yang selingkuh.''
''Ya, bagaimanapun gadis itu terlihat polos dan menyedihkan. Tsk, memang semua pria sama saja.''
Kanaya yang mendengar itu tidak bisa menahan kedutan di mulutnya. Setelah bersekolah di universitas Q lebih dari sebulan, dia baru tau kali ini jika siswa di sini ternyata memiliki imajinasi yang sangat besar.
__ADS_1
Menatap gadis di sebelahnya, Kanaya menyuruh gadis itu menekat dengan isyarat tanganya.
Dan gadis itu dengan menahan gemetar di hatinya, hanya bisa mengikuti perintah Kanaya.
''Sebenarnya Julia yang berselingkuh. Itulah kenapa mereka putus.'' Meskipun Kanaya berbicara dengan gadis itu, tapi suaranya normal hingga siswa di sekitarnya bisa mendengarnya.
Dan gadis yang berbicara dengan Kanaya segera memasang telinga. Jiwa bergosip di hatinya mengalahkan rasa takutnya. Membuatnya membuang ketakuanya pada Kanaya ke belakang.
''Bagaimana kau tahu? Tapi Julia terlihat sangat baik, bukan tipe yang menjual dirinya kemana-mana.''
''Bukankah ada postingan tentang wajah asli Julia yang tersebar di situs sekolah beberapa waktu lalu?''
Siswa di sekiatar mereka segera mengangkat telinganya. Bagaimana mereka bisa mereka melewatkan gosip yang begitu harum?
Siswa yang berbicara dengan Kanaya segera berseru, ''bukankah sudah di konfirmasi jika vidio itu editan?''
''Apakah kau yakin jika itu adalah vidio editan? Jangan beri tahu siapapun, aku akan menunjukan beberapa foto spektakuler.'' Kanaya segera membuka hpnya dengan sidik jari. Menggeser layar beberapa kali, lalu menunjukan layar hpnya kepada gadis di depanya.
Melihat foto yang terpampang di layar hp Kanaya, siswa itu menjerit kecil. Siswa lain yang penasaran menggigit kulit kepalanya, menahan takut di hati, ikut melirik apa bahan gosip terbaru.
Reaksi mereka sama seperti siswa pertama yang melihat foto tersebut. Dan Kanaya yang merasa belum cukup puas juga menggeser jarinya di layar, menunjukan lebih banyak foto yang lebih ekstrim.
Dimana Julia, gadis yang mereka kira sangat naif dan lugu sedang bercumbu dan melakukan beberapa adegan tak tertahankan dengan pria yang berbeda.
''sial! Aku harus pergi dan berbagi kegembiraan pada temanku.'' seorang siswa perempuan segera berlari kecil menuju kelasnya. Diikuti siswa lain yang juga sama bersemangatnya.
Kanaya melihat kepergian siswa lain dengan senyum cerah. Hadiah kali ini Julia pasti menyukainya bukan?
...
Dan ditempat lain tidak jauh dari Kanaya berdiri, pertengkaran semakin melambat.
Luke sudah muak mendengar semua omong kosong pelacur di depanya. Sebagai seorang protagonis yang di pilih oleh surga, Luke pasti memiliki otak yang sangat baik. Tentu saja dia bisa melihat semua sandiwara Julia dengan mata telanjang.
Dulu Luke bisa mengikuti semua keinginan Julia karena mendapatkan hipnotis sugesti. Dan karena Kanaya sudah memecahkan hipnotis itu, tentu saja IQ nya kembali normal.
''Menjijikan.'' dengan satu patah kata, Luke meninggalkan Julia begitu saja.
Dia tidak menyadari jika di belakangnya Julia menatap punggungnya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Wajahnya terpelintir dengan sangat jelek. Pupil matanya berkedip dengan warna ungu, mengungkapkan sebuah bukti jika dia memang makhluk asing yang bukan milik dunia ini.