
Laki-laki tampan itu sedang duduk dimeja kerjanya. Didepanya beberapa berkas berserakan, dan dia sedang membaca salah satu berkas alis mengkerut.
Kertas itu bertuliskan hubungan Luke dengan Kanaya secara detail. Melihat bahwa Luke yang selalu meminta uang pada Kanaya membuat alisnya kerkerut semakin keras. Selama ini dia selalu memberi Luke uang bulanan dengan nominal yang besar. Dan itu lebih dari cukup jika Luke ingin hidup dengan mewah yang sia-sia.
Saat ini marvel masih belum pasti tentang perasaannya pada Kanaya. Melihat bahwa Gadis yang mungkin saja dia sukai ternyata adalah mantan pacar putra angkatnya, hati Marvel berantakan.
Membaca lebih banyak lagi Marvel semakin bingung. Kanaya yang dia lihat sangat berbeda dengan hasil penyelidikan. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Apa yang terjadi?
Kanaya yang dia kenal adalah gadis penuh kejutan, tidak kenal takut dan hanya mengikuti aturanya sendiri. Sedangkan hasil penyelidikan Kanaya adalah gadis yang lemah, memiliki harga diri rendah dan sangat putus asa.
Saat Marvel sedang membaca informasi Kanaya, tiba-tiba ada ketukan pintu. Marvel menatap pintu beberapa saat.
"Masuk." suara itu terdengar sangat berat dan serak.
Sean memasuki ruang kerja Marvel, mendapati Marvel yang sepertinya tidak terlalu banyak pekerjaan, Sean langsung mengatakan tujuanya tanpa basa basi.
"Poppy saat ini sudah menghancurkan 3 gedung berturut-turut, apakah kau tidak akan menghentikanya ketua? Kau ingin Poppy menghancurkan kota M?"
Marvel menatap berkas ditanganya sekilas, "dimana dia sekarang?"
"Di distrik B perumahan lama. Dia sekarang menuju ke selatan. Mungkin saja dia ingin pergi ke sarang narkoba milik keluarga Elon." Sean mengatakan tebakanya.
Sean mencoba membujuk Marvel, "ketua kau harus menghentikanya, atau kota M benar-benar dalam masalah besar."
Marvel memandang berkas di tanganya beberapa saat, lalu berkata dengab kosong, "siapkan mobil sekarang."
"Baik ketua." Sean yang mendengar itu langsung bergegas, dia sangat takut jika Poppy akan meledakan seluruh kota M.
...
Kota M sangat gempar saat ini, tanpa ada tanda sama sekali 3 bangunan meledak dengan keras. Banyak polisi dan pemadam kebakaran berkerumun di lokasi ledakan. Berusaha menyelamatkan lebih banyak nyawa. pasukan khusus juga dikerahkan untuk menangkap pelaku lebih cepat.
Dan Kanaya yang saat ini sedang menuju target keempatnya tidak tahu jika dia sudah menjadi buronan nasional. Bahkan Kanaya sudah menebak konsekuensi dari tindakannya.
Hatinya sangat penuh amarah saat ini. Kematian orang tuanya adalah duri di dalam hati Kanaya. Jika saja dia bisa menyelamatkan orang tuanya. Jika saja dia menahan orang tuanya sedikit lebih lama. Tapi tidak ada jika... semuanya sudah terjadi.
__ADS_1
Saat Kanaya sudah tiba di tempat target keempatnya. Kanaya langsung keluar mobil, membawa pistol, peluru cadang juga beberapa bom dengan ledakan skala kecil maupun besar.
Dari luar tempat ini hanya terlihat seperti gedung kantor kecil, tapi sebenarnya ini adalah salah satu basis produksi narkoba skala besar. Tempat ini masih bisa berdiri sampai sekarang karena pemiliknya adalah salah satu keluarga yang berpengaruh dikota M.
Kanaya berjalan masuk dengan pistolnya. Membuka pintu paling luar, setelah melihat beberapa orang dilantai pertama Kanaya langsung menembak mereka semua menyebabkan kepanikan dimana-mana. Karyawan dilantai atas segera turun setelah mendengar keributan besar. Dan Kanaya menembaki mereka semua.
Saat semakin banyak orang yang turun, Kanaya juga sedikit kewalahan, Bagaimanapun dia hanya membawa satu pistol. Beberapa pria besar segera mengambil kesempatan itu untuk mendekati Kanaya. Kanaya yang sedikit lengah mendapatkan pukulan di wajahnya. Orang lain segera mengikuti menembak Kanaya. Saat yang lain masih ingin menyerangnya, Kanaya tiba-tiba melemparkan tiga bom kecil. Dan hampir setengah orang disana langsung tumbang. Bahkan ada beberapa yang anggota tubuhnya terputus.
Saat mereka sedang mengalami kejutan kecil, Kanaya melanjutkan untuk menembaki mereka semua hingga tidak ada satupun yang tersisa.
...
Saat Marvel sampai di tempat kejadian, apa yang dilihatnya adalah Kanaya yang berdiri di tengah lautan mayat.
Marvel yang melihat keadaan Kanaya saat ini merasakan sengatan dihatinya. Wajah kanaya penuh lebam, rambutnya berantakan dan bahu kirinya terus mengeluarkan darah. Marvel ingin segera memeluk Kanaya tapi dia juga tau jika Kanaya saat ini kehilangan kendali dirinya.
Marvel berjalan perlahan menghampiri Kanaya.
"Kay..." panggil Marvel pelan.
"Kay...?" Ingatan yang ingin dia kubur jauh-jauh kini kembali mneghanyam otaknya.
*Flashback -
'Kay, princess ayah yang paling cantik bangun yuk, sudah waktunya untuk pergi kesekolah.'
'Ayah... Kay tidak mau sekolah.'
'Anak mama mau sarapan apa hari ini hm?'
'Kay mau roti sama susu oke ma?'
'Apapun untuk putri kesayangan mama.'
'Hari ini ayah akan mengajari Kay menembak. Kay akan menjadi anak paling kuat.'
__ADS_1
'Tapi Kay sudah bisa menembak ayah!'
'Benarkah? Ayah tidak pernah melihatnya.'
'Kay sayang, kamu harus menyembunyikan diri oke? Hiduplah seperti gadis biasa pada umumnya. Jangan pernah menonjolkan diri!'
'Kenapa ma? Kay membuat kesalahan?'
'Kay harus menjaga diri oke? Ayah dan mama akan pergi dulu.'
'Kamu harus menjaga diri Kay! Jangan pernah menunjukan bakatmu pada dunia luar! Kay harus janji pada ayah oke?'
'Kay hanya harus tau jika ayah dan mama sangat mencintaimu. Kay adalah anak mama yang paling baik.'
'Ayah bangun ayahh! Mama jangan meninggalkan Kay sendiri.'
'Ayah! Mama! Banguunnn!'
End* -
Mengingat kenangan itu air mata Kanaya mengalir dengan deras. Marvel yang melihat itu langsung memeluk Kanaya dengan erat. Menepuk punggungnya dengan lembut.
"Kenapa mereka pergi? Kenapa mereka tidak mengajakku? Kenapa mereka meninggalkanku sendiri?" Kanaya bertanya entah kepada siapa. Wajahnya penuh kesedihan dan keputusaasaan.
"Kenapa mereka membunuh orang tuaku?! Kenapa harus orang tuaku?! Meskipun aku sudah membunuh mereka semua tapi itu tidak membuat orang tuaku bangun lagi! AKU BENCI SEMUA ORANG! AKU INGIN MENGHANCURKAN DUNIA!" Kanaya berteriak melampiaskan emosinya. Matanya memancarkan rasa sakit yang teramat besar. Pertama kalinya Kanaya mengatakan isi hatinya yang sebenarnya.
Sejenius apapun Kanaya, dia hanyalah seorang anak yang merindukan orang tuanya yang sudah tiada.
Marvel mengeratkan pelukanya, tidak mengatakan apa-apa. Dia tahu keadaan kanaya saat ini hanya membutuhkan pendengar yang baik. Dia membiarkan Kanaya mengeluarkan amarahnya.
Dan Kanaya yang mental dan fisiknya kelelahan akhirnya jatuh pingsan. Marvel segera menangkap tubuh Kanaya. Membawanya ke rumah sakit terdekat.
Setelah memastikan jika Kanaya baik-baik saja, hati Marvel yang menggantung akhrinya tenang. Marvel menatap wajah damai Kanaya.
Dari perkataan Kanaya tadi Marvel memiliki banyak pertanyaan di otaknya. Bukankah orang tua Kanaya saat ini masih hidup? Lalu siapa yang dimaksut Kanaya? Siapa sebenarnya dia? Atau... dari mana asalnya?
__ADS_1