
Halaman Universitas Q terlihat sangat ramai sekarang. Pasalnya ini adalah hari pertama masuk sekolah mahasiswa baru. Beberapa senior terlihat mengamati mahasiswa junior, tahun ajaran baru adalah waktu yang paling pas untuk mencari mangsa. Ini adalah tradisi setiap tahunya.
Dan Kanaya yang baru datang langsung dikerununi beberapa senior laki-laki, mencoba mendekati junior cantik ini dengan alasan memberi bantuan. Kanaya yang sebenarnya wanita tua tidak terkejut dengan ini. Dia sudah pernah mengalaminya di kehidupan sebelumnya. Kanaya sudah terbiasa menjadi pusat perhatian kapanpun dan dimanapun.
Sebelum Kanaya mengucapkan kalimat untuk menokak, terdengar suara wanita yang sangat keras dibelakangnya.
"Lihat, seorang junior juga berani menjadi sok." lalu diikuti gelak tawa.
Kanaya membalikan badanya, melihat sekelompok wanita yang berdiri di bawah pohon. Melihat Kanaya menoleh, wanita tadi yang berteriak mendengus kesal. "Sebaiknya kau tau diri. Disini adalah wilayahku, cepat berlutut dan jilat sepatuku."
Kanaya yang mendengar itu hanya tersenyum dengan tenang. Dia sangat menyukai kegembiraan bahkan jika kegembiraan itu terjadi padanya.
Melihat Kanaya hanya diam saja, wanita tadi tertawa remeh. "Kau pikir kau sangat cantik? Wajah-"
"En, aku memang cantik." Kanaya memotong perkataan wanita itu.
"Beraninya kau memotong kata-kataku? Kau tidak tau siapa aku?"
Kanaya mengangkat salah satu sudut bibirnya, membuatnya terlihat lebih mempesona. "Audrey Liam, putri bungsu keluarga Liam. Ayahnya seorang gubernur, kakak laki-lakinya memiliki pangkat kecil di militer. Ibunya adalah mantan pelacur. Sering melakukan bullying di kampus tetapi tidak pernah mendapat hukuman hanya karena tuan gubernur yang terhormat mengancam keluarga korban agar tidak mengeluh ke pihak sekolah. Sering menjadi simpanan pria tua dan bahkan pernah tidur bersama salah satu dosen."
Setelah Kanaya selesai berbicara, semua orang diam. Tidak ada yang berani membuka suara. Siapa yang tahu jika mereka akan mendengarkan rahasia besar seperti itu? Apakah tidak apa-apa mendengarkan rahasia dengan gartis?
Audrey sangat marah sekarang, siapa yang tahu jika gadia bodoh ini sangat berani, "Kau berani mengatakanya?! Ibumu pelacur sialan!"
Wajah Kanaya langsung berubah, senyum lenyap dari wajah cantinya. Membuatnya terlihat sangat dingin dan kejam, seolah akan membunuh orang sekitarnya di detik berikutnya.
Orang tuanya adalah garis bawah Kanaya. Siapapun yang menghina orang tuanya mereka akan mati.
__ADS_1
Kanaya berjalan menuju Audrey. Wajahnya sangat dingin dengan aura membunuh yang sangat kuat. Sedangkan Audrey masih tenang saat ini bahkan meremehkan. Dia tidak percaya ada yang berani menyakitinya setelah tau dia adalah anak gubernur.
Setelah sampai di depan Audrey, Kanaya menjambak rambut Audrey lalu membenturkan wajahnya ke pohon.
"Aaarghh!" teriakan Audrey terdengar sangat keras, beberapa siswa yang penakut langsung melarikan diri. Beberapa siswa baik hati mencoba mencari guru.
Mengangkat wajah Audrey, Kanaya membenturkan wajah yang penuh darah itu sekali lagi. Antek Audre sudah melarikan diri, tidak ada yang berani menolong Audrey.
Kanaya akhrinya melepaskan cengkramanya, Audrey yang sangat kesakitan segera jatuh ke tanah. Kanaya merendahkan pandanganya, "mulut kotormu itu tidak pantas menyebut orang tua ku bajingan."
Audrey sangat ketakutan sekarang, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan merangkak mundur, menjauh dari Kanaya.
Kanaya tau jika anak buah Marvel mengikutinya dan dia tahu jika anak buah Marvel sekarang sedang menghadap pihak kampus sehingga pihak kampus tidak akan berani campur tangan. Siapa di dunia ini yang berani membuat masalah dengan orang-orang di Tanah Berkabut? Apalagi Marvel adalah salah satu pemimpinya yang paling disegani.
Julia dan Luke juga melihat kejadian dari awal. Awalnya mereka sangat senang melihat seseorang memberi pelajaran pada Kanaya. Tapi siapa yang mengira kejadianya akan menjadi seperti ini.
"Kanaya apakah kau tidak takut dengan pembalasan gubernur? Tidak semua orang bisa kau provokasi." Julia tidak tahan dan membuka mulutnya. Dia berencana membuat Audrey berhutang budi padanya. Dengan begitu dia akan lebih mudah memanjat keatas.
Menginjak kaki Audrey dengan keras hingga terdengar suara patahan tulang, membuat Audrey pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakit.
Kanaya berjalan menuju Julia dan Luke selangkah demi selangkah. Julia yang melihat itu mengerutkan kening. Saat dia akan membuka mulutnya, Kanaya menendangnya dengan keras. Dan Luke yang berdiri di belakang Julia juga terkena dampaknya.
Semua orang yang menonton pertunjukan sangat diam saat ini. Tidak ada yang berani bergerak. Mereka bahkan tidak berani bernafas terlalu keras.
'Ini terlalu kejam oke?'
Julia dan Luke yang jatuh hampir bersamaan ingin bangkit, tapi sebelum itu Kanaya menendang mereka lagi dengan kekuatan yang lebih besar. Bahkan hingga Julia memutahkan seteguk darah. Kanaya memukuli protagonis pria dan wanita hingga babak belur. Setelah itu dia pergi keluar universitas. Kanaya ingin mengeluarkan semua amarahnya. Entah siapa yang tidak beruntung karena bertemu Kanaya yang sedang marah.
__ADS_1
Dan siswa lain yang melihat Kanaya pergi segera melarikan diri. Siapa yang tau jika iblis besar itu akan kembali dan memukuli mereka semua. Setelah itu tersebar berita bahwa seorang mahasiswa junior memukuli 3 siswa sekaligus hingga babak belur.
...
Sementara itu Dekan yang saat ini kedatangan tamu dikantornya sedang berkeringat dingin.
Tadi saat dia membereskan laporan dosen tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya. Setelah dia memberi jawaban seorang pria masuk dan tanpa basa-basi pria itu mengeluarkan token dengan gambar lily putih diatasnya. Dan tentu saja dia mengenalinya sekilas.
Siapa yang tidak mengenal Marvel Arkane, salah satu pemimpin Tanah Berkabut yang mempunyai paling banyak otoritas.
"Ini-tuan ini apakah ada masalah?" Dekan bertanya lebih dulu.
Pria itu menjawab tanpa basa-basi, "ada mahasiswa baru bernama Kanaya Jordan. Biarkan dia melakukan apapun yang dia mau. Jangan pernah memaksanya sedikitpun." setelah mengatakan tujuanya pria itu segera pergi.
Dan dekan segera mengumpulkan semua dosen dan karyawan universitas. Menyampaikan semuanya tanpa terlewat satu kata pun.
Itulah kenapa saat Kanaya membuat keributan besar tidak ada dari pihak kampus yang menghentikannya. Hanya orang idiot yang lebih memilih membela gubernur daripada seseorang dari Tanah Berkabut.
...
Matvel yang baru saja selesai mengurus perkerjaanya, menerima telepon dari salah satu anak buahnya yang mengikuti Kanaya.
"Ketua, Nona Jordan memukuli beberapa siswa hingga babak bekur tadi. Kronologinya... " Marvel mendengarkan dengan tenang. Tapi saat mendengar jika 'putranya' Luke juga salah satu korban pupil matanya menyusut tajam.
"Cari tau tentang hubungan Kanaya dan luke."
"Baik ketua."
__ADS_1
Meskipun Marvel sudah menyelidiki Kanaya tapi dia tidak terlalu memperhatikan masalah cinta saat itu.
'Apakah seperti yang aku pikirkan?'