
"Ada dua orang di arah jam 3."
Suara laki-laki yang jernih dan jelas terdengar dari walki talki, di ikuti suara dua benda berat jatuh yang teredam.
Kanaya mengamati semuanya dari salah satu balkon gedung tinggi, menatap Rafael yang berdiri di sebelahnya dengan senyum ibu tua. Merasa bahwa putranya akhirnya tumbuh.
Setelah beberapa suara tembakan lagi, semuanya kembali hening. Rafael yang sedari tadi memberi komando kepada anak buahnya, menatap Kanaya yang berdiri di belakangnya. Matanya berbinar seolah berkata- Ayo puji aku!
Setelah mengikuti Kanya beberapa kali untuk melakukan misi, Rafael sudah sedikit belajar tentang komando. Para anak buahnya juga sekarang berani menarik pelatuk yang mengambil sebuah nyawa tanpa berkedip.
Mereka sudah berubah dari seorang gengster kecil ke gengster besar. Mentalitas mereka sekarang juga telah mengalami perubahan drastis.
Mereka dulunya hanya melakukan beberapa tindakan naif untuk bersenang-senang, tapi mereka sekarang sudah memahami apa artinya maju dan mundur.
Mereka sendiri tidak menyadari perubahan halus itu. Tapi di mata Kanaya semua ini sudah menjadi kemajuan besar. Meskipun sangat kecil, tapi mentalitas merek memang sudah seperti seorang tentara bayaran. Sedikit polesan lagi dan mereka akan benar-benar menjadi seorang prajurit berdarah besi.
Kanaya mengambil walki talki dari Rafael. ''Arah jam 7 belakang pohon sikas satu orang, senapan.''
Rafael yang mendengar itu membuka lebar matanya. dia merasa sudah memusnahkan semua musuh, tapi ternyata masih ada yang lolos dari jaringnya. Menatap arah yang di sebutkan Kanaya tadi, Rafael dengan naif berpikir.
'Tidak ada cahaya sama sekali, hanya orang dengan mata x-ray yang bisa melihat dengan jelas. Iblis besar memang pantas mendapatkan reputasinya.'
Kanaya memberi isyarat agar Rafael mengikutinya. Dia juga mengatakan beberapa patah kata kepada anak buahnya yang tersebar di berbagai titik buta untuk berkumpul di belakang restoran malam di sebrang lampu merah.
Setelah tiba di dunia ini, Kanaya langsung mendirikan sebuat situs ilegal. Dimana semua orang bisa memosting misi apapun selama memiliki uang.
Dia juga menarik beberapa organisasi tentara bayaran berskala kecil maupun besar. Dan karena bayaran yang murah hati tentu saja para pemimpin itu dengan senang hati setuju.
Apalagi tentara bayaran berskala kecil, mereka tidak perlu lagi kawatir tentang kehabisan tugas.
Sebenarnya banyak situs perdagangan ilegal yang tersebar di seluruh dunia. Hanya saja situs tersebut hanya memberi keuntungan kecil bagi para pekerja yang menyelesaikan misi. Apalagi seseorang tanpa nama bakan bisa tidak mendapatkan bayaran sama sekali.
__ADS_1
Semua situs besar itu hanya mementingkan para tentara bayaran yang memang sudah terkenal dan memiliki nama besar.
Itulah sebabnya saat Kanaya menawari mereka untuk masuk ke situnya mereka setuju setelah ragu beberapa saat. Bagaimana pun tawaran yang di berikan Kanaya terlalu banyak keuntungan.
Tapi setelah mereka megirim beberapa orang untuk menguji air, situs ilegal Kanaya memang sebaik itu. Mereka bebas mengambil misi level sesuai kekuatan mereka.
Level di bagi menjadi level S sampai level F sesuai kesulitan dan berbahanya sebuah misi. Semakin tinggi level misi yang mereka ambil, semakin banyak pula keuntungan yang bisa di dapatkan.
Dan yang sekarang dilakukan Kanaya dan anak buahnya adalah menyelesaikan misi level S. Setelah di gantung beberapa hari di papan misi, tidak ada yang berani menyentuh misi ini.
Itu karena misi ini adalah untuk membunuh pemimpin mafia Dark Shadows. Meskipun kelompok mafia ini hanya berskala kecil tapi kekejamanya sudah menyebar di seluruh dunia.
Tidak lebih dari 300 anggota saja. Tetapi setiap anggota Dark Shadows sangat baik setiap melakukan tugas dari pemimpinya.
Anggota dari kelompok mafia ini di latih menjadi mesin pembunuh tanpa emosi. Mereka akan membunuh target mereka sampai mati. Bahkan saat mereka tidak bisa membunuh target dengan kekuatanya, mereka akan mengaktifkan bom yang ada di tubuhnya dan mati bersama targetnya.
Manajemen Dark Shadows akan mengambil beberapa anak yatim piatu atau pengemis setiap bulanya. Lalu akan melatih mereka dengan sangat tidak manusiawi. Hingga pada akhirnya mereka akan menjadi mati rasa dan hanya tahu cara mematuhi pemimpin.
Dan misi yang di posting di situs Kanaya sebenarnya di pasang oleh salah satu militer negara tertentu. Meskipun itu adalah situs baru, tapi melihat misi yang tidak pernah gagal, ajudan itu menggertakan giginya dan memosting tugas.
Kanaya akhirnya mengambil misi ini sendiri. Bagaimana pun dia memiliki senjata dan teknologi terbaik di dunia ini, bahkan telah melampaui senjata militer terbaik lebih dari 100 tahun. Dan dia yakin bisa melakukan misi ini dengan kemenangan pasti.
Menghadapi sekelompok mesin pembunuh yang terbaik adalah menggunakan taktik siluman jarak jauh.
Setelah berkumpul di belakang restoran, Kanaya menyuruh semua orang memakai kacamata yang dia berikan sebelum berangkat misi.
Semua orang bertanya-tanya apa gunanya, tapi mereka masih memakainya dengan patuh.
Semua orang ''...'' ini benar-benar kaca mata x-ray?
Tanpa memedulikan susana hati anak buahnya, Kanaya menunjuk salah satu jendela club malam di sebrang jalan.
__ADS_1
''Dia adalah pemimpin Dark Shadows.'' tangan Kanaya segera bergerak cepat merakit bagian-bagian senjata yang dia sembunyikan di tubuhnya.
Ini adalah salah satu senapan laras panjang yang dia buat beberapa hari yang lalu. Senapan ini hanya memiliki peluru sepanang 0,7 milimeter dengan daya tembak sejauh 65 meter. Dan akan meledak setelah 5 detik keluar dari selongsongnya.
Sehingga bahkan jika target tidak mati karena sebuah peluru, dia akan mati karena ledakan peluru di dalam tubuh.
Kanaya memusatkan semua perhatianya pada target, tidak memperhatikan sekelompok orang yang menatapnya kurang dari 10 meter di belakangnya.
''Kalian segera pergi dalam hitunganku yang ketiga. Kembali ke markas untuk saat ini.''
Rafael adalah yang pertama menentangnya dengan keras, ''bagaimana kami bisa meninggalkan mu di sini sendiri?'' semua anak buahnya juga mengangguk setuju.
Beberapa pengalaman hidup dan mati akhir-akhir ini membuat mereka memiliki persahabatan yang sangat erat.
''Kalian harus menghawatirkan diri sendiri sebelum menghawatirkanku.'' Kanaya hanya mnjawab singkat, dengan senyum meremahkan terpatri di bibirnya.
Semua orang ''...'' apa yang begitu sombong?
''Lalu kau harus hati-hati, aku tidak ingin mengumpulkan mayat dingin setelah beberapa saat.'' meskipun kata-katanya kejam, tapi tidak bisa menyembunyikan kekawatiran dalam getaran suaranya.
Rafael meengajak anak buahnya pergi dari tempat itu. Karena mereka juga sadar jika kekuatan mereka masih lemah. Jika ada kejadian tak terduga, mereka hanya akan menjadi beban Kanaya.
Setelah memastikan semua anak buahnya sudah pergi, Kanaya memusatkan lagi perhatianya pada targetnya. Sedikit menyesuaikan arah moncong senapan, menahan nafas lalu menarik pelatuk dengan lembut.
Setelah beberapa saat sebuah kekacauan muncul di club malam, di ikuti sebuah suara ledakan yang teredam.
Sebelum Kanaya menurunkan senapanya, sebuah tangan yang hangat dan lebar memeluk tubuh kecilnya. Menarik dengan ringan, membuatnya bersandar di dada bidang yang murah hati.
Sebuah aroma musk yang familiar menyerang indra penciumanya.
''Aku sangat merindukanmu gadis kecil.''
__ADS_1