Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam

Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam
27. Joker


__ADS_3

"Keluarga Arkane adalah keluarga Militer dari zaman kuno. Dari generasi pertama, nenek moyang keluarga Arkane sudah memanjat dari prajurit kecil selangkah demi selangkah. Dan akhirnya menjadi jendral yang memiliki kekuasaan dan kekuatan besar. Menjadi kepercayaan raja dan mendapatkan dukungan besar dari warga biasa.''


Marvel memandang kedepan tanpa titik fokus, nadanya tenang tanpa fluktuasi sedikitpun tapi matanya sudah penuh badai. ''Arkane mewariskan tahtanya pada generasi selanjutnya. Semua generasi muda dari keluarga Arkane pasti menjadi tentara, dan salah satunya pasti menjad jendral besar. Tapi saat Arkane berada ditangan kakek buyutku, semuanya berubah.


Seorang musuh yang sangat kuat muncul menyerang anggota keluarga Arkane tanpa alasan yang pasti. Tidak ada yang tahu siapa dia, semua orang memanggilnya Joker karena ada kartu joker disetiap jantung korbanya.''


Mata Kanaya memadat mendengar kata 'joker'. Tapi dia segera tenang dalam sekejap, Marvel yang tenggelam dalam kebencianya tidak menyadarinya.


''Joker sangat pandai bersembunyi, kakek buyutku harus mengarahkan semua kekuatanya untuk melawanya.'' Suara Marvel semakin dingin. ''Saat kedua belah pihak melakukan penyerangan, kakek buyutku mati, tapi Joker masih bisa lolos dari pengepungan. Meskipun Joker hanya tersisa seutas benang kehidupan, tapi biaya yang dibayarkan kakek buyutku sangat besar.


Setelah itu Joker tidak pernah muncul lagi. Dan kakek buyutku berpesan sebelum kematianya jika Arkane harus menjauh dari militer di masa depan. Matanya penuh perjuangan, tapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa alasanya. Dan semenjak itu Arkane menyembunyikan diri, menjauh dari masyarakat.''


Melihat Marvel tidak melanjutkan, Kanaya menatapnya penasaran. ''Lalu Joker muncul lagi?''


''Joker mati dalam usia tua. Tapi muridnya muncul.'' Marvel berkata dengan samar.


Tapi Kanaya dengan otak pintarnya bisa menebak dengan keyakinan lebih dari 90% jika Fallen Angel adalah murid Joker. Dengan satu pandang Marvel tahu jika Kanaya sudah tau jawabanya.


''Fallen Angel membunuh kakakku dan istrinya saat pertama kali kemunculanya. Masih tidak ada yang tahu siapa dia. Apakah laki-laki atau perempua, bagaimana wajahnya. Kekuatanya juga lebih tinggi dari Joker. Itu juga alasanku memasuki Tanah Berkabut dan menduduki tempat tinggi.'' Marvel berhenti mengatakanya.


Kanaya tahu kalimat Marvel selanjutnya adalah- Aku ingin membalas dendam.


''Apakah kau memili foto korban Joker? Kanaya akhrinya menanyakan masalah yang mengganjal hatinya.


Meskipun Marvel ragu kenapa Kanaya menanyakan hal itu dia tetap membuka hpnya dan menunjukan foto yang dia miliki.


Menatap gambar yang sudah sangat familiar didepanya, Kanaya tidak bisa menahan niat membunuhnya. Kematian orang tuanya melintas dipikiranya.


Kanaya menatap Marvel, matanya tidak menyembunyikan kebencian yang begitu dalam. ''Aku tahu jika kau sudah tahu siapa aku.''

__ADS_1


Itu adalah kalimat pernyataan bukan pertanyaan. Marvel yang merasa keadaan Kanaya saa ini tidak berani merangsangnya lebih jauh. Dia tidak tahan melihat konsekueinya.


Marvel mengangguk ringan, mengatakan kalimat yang sudah bukan menjadi kejutan bagi Kanaya. ''Ya, kau bukan dari dunia ini.''


''Duniaku 3 tingkat lebih tinggi dari dunia ini. Jadi bagiku dunia ini adalah dunia kuno. Aku sudah sangat curiga saat aku tidak bisa mendapatkan informasi yang penting tentang sayap hitam. Dan setelah mendengar ceritamu, aku sudah memiliki tebakan kasar, tapi aku harus memastikan satu hal lagi.'' Kanaya menatap Marvel dengan serius, dia berencana bekerja sama dengan Marvel untuk masalah ini.


Mendengar perkataan Kanaya tubuh Marvel mengencang. Matanya bersinar dengan emosi yang kompleks. Harapan, kebencian dan niat membunuh bercampur menjadi satu.


''Apa yang harus kau pastikan?'' Marvel tidak bisa menahn ketenanganya lagi. Kebencian mengalahkan alasanya.


''Bisakah kau memberiku semua informasi Joker yang kau ketahui?''


Marvel langsung menelfon David, menyuruhnya mengirim file rahasia tingkat A pada email Kanaya.


Setelah beberapa saat, email dengan kata sandi masuk di alamat email Kanaya. Tanpa menanyakan kata sandinya, dia membukanya di depan Marvel. Toh Marvel sudah tahu keahlianya yang satu ini.


Membaca semua informasi yang diberikan Marvel, Kanaya membangkitkan senyum kejam dibibirnya. Aura tirani meledak dengan sangat kuat, bahkan Marvel sedikit teerejut melihat perubahan aura Kanaya yang ekstrim.


Melihat kegilaan dimata Kanaya, Marvel juga membangkitkan semangat bertarungnya kembali. ''Apapun perintah ratuku.''


Dua pasang mata bersinar gila. Merencakan penghaancuran yang akan menjadi sejarah baru dunia.


...


Keluarga Arkane dulunya adalah salah satu keluarga besar. Memiliki pencapaian militer yang tak terhitung jumlahnya. Tapi setelah bencana beberapa dekade lalu, keluarga Arkane mundur dari pertarungan 5 klan utama.


Menyembunyikan diri, mulai mengebangkan bisnis dan memperkuat kekutan dalam diam.


Perusahaan Arkane bergerak di bidang hotel dan perjalanan udara.

__ADS_1


Luke baru saja mengetahui betapa luasnya jaringan Arkane. Dulu dia dipenuhi kebenciap kematian orang tuanya, lalu hipnotis Julia juga membuatnya semakin tidak peduli dengan Arkane. Sekarang setelah dia sadar, Luke menyadari betapa konyolnya dia dulu.


Hari ini adalah hari pertamanya memasuki perusahaan. Dia memasuki perusahaan dengan profil yang sangat rendah. Hanya beberapa anggota penting perusahaan yang mengetahuinya.


Luke harus segera memahami semua hal tentang perusahaan Arkane dalam waktu singkat. Apa yang dikatakan Marvel tentang tidak ada waktu lagi tidaklah bohong.


Kemunculan pembunuh yang dikirim oleh Fallen Angel berarti Arkane akan mengalami perang dalam waktu dekat.


Semakin Luke mempelajari informasi Arkane, semakin banyak pertanyaan yang ada dibenaknya.


'Siapa Joker? Siapa Fallen Angel? Siapa yang membunuh orang tuanya? Kenapa Arkane menyembunyikan diri dan memutus karir militernya?'


Semua pertanyaan itu berputar di kepalanya. Semakin dia mencari jawabanya, semakin banyak pertanyaan baru yang muncul. Luke tidak memiliki pilihan lain selain bertanya pada paman Sean.


Marvel memang mengirim Sean untuk mengajari Luke tentang Arkane. Itu juga menjadi perlindungan tambahan untuk Luke. Bagaimanapun dengan Sean disisi Luke, Marvel tidak perlu kawatir tentang Luke lagi.


Sean yang menerima pertanyaan Luke hanya bisa menjelaskan masalah Arkane yang sebenarnya satu persatu. Dari awal masalah nenek moyang Arkane hingga masalah saat ini. Bagaimanapun Luke harus dengan cepat memahami semua kekacauan Arkane.


Semakin Luke mendengarkan semakin berantakan otaknya. Dia tidak menyangka jika masalah yang dialami Arkane sangat rumit dan sulit. Dia membutuhkan beberapa waktu untuk mencernanya secara perlahan.


''Paman Sean, apakah mereka sekuat itu? Benar-benar tidak ada yang bisa mengalahkanya?'' Luke bertanya dengan ragu, apakah ada sesuatu yang tak terkalahkan di dunia ini?


Sean menggeleng. ''Tidak ada sesuatu yang tidak bisa hancur. Hanya saja kita belum mengetahui cara menghancurkanya.''


''Ya, sesuatu yang tak terkalahkan tidak akan ada atau keseimbangan dunia akan berantakan. Aku yakin jika ayah angkat pasti bisa menemukan jalannya.'' Luke mengangguk degan pasti.


Keoptimisan Luke menghibur Sean. Dia bersyukur saat ini, Luke benar-benar sadar dari kebodohanya dulu.


Sean menatap keluar jendela, melihat kejauhan.

__ADS_1


'Semuanya berjalan kearah yang baik.'


__ADS_2