Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam

Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam
39. Alam Atas 2


__ADS_3

Kanaya mengerjap beberapa kali. Dia tidak tahu mengapa 4 keterbelakang mental ini bereaksi berlebihan. Bukankah itu hanya api hitam? Apakah harus begitu histeris?


''Little Kay, katakan padaku bagaimana kau bisa mendapatkan api Hitam?" Jean tidak bisa tidak bertanya.


Api hitam, ini adalah salah satu hal yang sangat sensitif dan di sebut kutukan oleh orang-orang di Alam Atas.


''Itu muncu begitu saja.'' Kanaya mengangkat bahunya acuh. Bagaimana dia bisa tahu sesuatu yang bahkan tidak dia pahami?


Jean menatap gadis di depanya seksama, mencoba mencari tahu trik apa yang ia lakukan. Tetapi melihat wajah bingung Kanaya yang tidak palsu, dia hanya bisa  menghela nafas kasar. Ini adalah sebuah tragedi.


''Seseorang yang memiliki api hitam sebagai  bentuk energi rohnya, berarti memiliki potensi besar menjadi seorang warlock.'' Jean berkata dengan rumit.


Ketiga remaja lainya juga diam, bahkan Willy yang selalu berbicara tanpa lelah juga menutup mulutnya dengan cerdik.


Masalah ini terlalu serius.


Kanaya memiringkan kepala semakin bingung. ''Jadi aku juga berasal dari Alam Atas? Bukankah hal yang bagus aku menjadi warlock? Kekuatan dalam serangan dan pertahanannya sangat stabil.''


Kanaya sangat menyukai profesi ini. Dia selalu suka melakukan serangan menyelinap. Warlock adalah yang paling cocok untuknya!


Sebelum Jean mengatakan sepatah kata, terdengar ketukan di pintu luar. Willy segera meluncur dengaan cepat mencari tahu siapa yang mengganggu diskusi serius mereka.


Tidak lama kemudian dia masuk kembali ke dalam kamar dengan postur yang aneh, kaki dan tanganya bergerak kaku serempak.


''Siapa yang datang?'' Lou bertanya penasaran. Siapa yang bisa membuat bocah yang selalu melompat sperti monyet ini menjadi berperilaku dalam sekejap?


''Ini aku.'' Ini adalah suara yang asing  yang tidak mereka kenal, oh kecuali satu orang. ''Apakah aku tidak di sambut?''

__ADS_1


Lalu seorang pria asing masuk. Kanaya mengenalinya, itu adalah adik laki-laki yang dia rekut. Bukankah ini wajah Rafael? Tidak. Kanaya merasakan sesuatu yang aneh tentang Rafaeel.


Jean yang langsung mengenali aura emas langsung berdiri dan menyambutnya  dengan penuh keterkejutan. ''Tuan Atasia!''


Lou dan Lena juga berdiri untuk menyambut Atasia. Bagaimanapun juga dia adalah salah satu yang memiliki keekuatan yang sangat kuat. Tidak di ketahui tingkt berapa kekuatan Atasia sekarang. Sebagai pemimpin tanah terlarang kekuatanya tidak boleh kecil!


''Bagaimana kau bisa menggunakan tubuh anak buahku?'' Kanaya mnggunakan semua kekuatanya untuk tidak mencibir pria bau ini.


'Rafael' mengeleng tidak berdaya. ''Aku tidak punya pilihan lain. Kekuatanku tidak bisa ditampung dunia ini atau itu akan hancur.'' Lalu dengan sadar diri mencari tempat duduk untuk dirinya sendiri.


Kanaya mengalihkan pandanganya pada 4 binatang. Dia hampir tidak bisa menahan tawanya melihat mereeka bergerak kaku seperti patung.


Apa yang mereka takutkan? Atasia?


''Aku mendapat catatan suci dari Surga. Dia berkata bahwa kau sudah harus mengetahui hidupmu. Bagaimanapun situasi saat ini sangat mendesak.'' Atasia menyerngitkan dahinya. ''Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk mengetahui  hidupmu, tapi keadaan sangat mendesak saat ini. Aku baru tahu jika Tanah Hampa sudah menggerakan tangan dan kakinya di dunia ini. Gerakan mereka lebih besar dari yang kami kira.''


''Tuan Atasia.'' Jean bertanya dengan hati-hati. ''Apakah Kanaya benar-benar berasal dari Alam Atas? Bagaimana dia bisa memiliki api hitam?''


Dengan otak pintarnya, Jean bisa menebak jika pertanyaan Tuan Atasia bukanlah kalimat acak. ''Kanaya berasal dari Klan Keland?''


Mendengar itu ketiga lainya menyerngit. Lou juga bertanya dengan lembut. ''Bukankah Klan Keland sudah hancur 5 dekade yang lalu?''


Atasia tidak menjawab pertanyaan itu, dia mengembunkan cahaya kecil dari jarinya yang ramping. Cahaya itu terbang menuju Kanaya. Dan Kanaya merasakan kepalanya sangat sakit seolah meledak. Seluruh tubuhnya juga merasakan gelombang sakit yang hebat. Ini adalah pertama kalinya Kanaya berteriak karena rasa sakit yang berlebihan.


Melihat para ahli waris klan besar ingin membantu, Atasia memberi isyarat berhenti dengan tangganya. Dia menggelengkan kepala, melarang siapapun untuk membantu Kanaya.


Keempat remaja itu hanya bisa berdiri dengan cemas, melihat gadis kecil itu berteriak dan meringkuk dengan tubuh yang sudah basah dengan keringat.

__ADS_1


Kanaya merasakan tubuhnya seolah hancur berkeping-keping. Pikiranya kabur karena dimasukkan informasi yang besar dengan paksa. Jika bukan kerna keinginan untuk bertahan hidup yang kuat, dia mungkin sudah bunuh diri karena tidak bisa menanggung rasa sakit yang merobek jiwa.


Entah berapa lama merasakan rasa sakit, Kanaya merasa sudah 1 abad berlalu. Saat rasa sakitnya akhirnya mereda, dia hanya bisa berbaring tanpa kekuatan di tempat tidurnya. Semua rasa sakit tadi sudah menghabiskan kekuatan fisiknya hingga habis. Dia bahkan tidak bisa mengangkat jarinya sama sekali.


Melihat Kanaya yang sudah kehabian kekuatanya, Lou menggunakan mantra penyembuhhan tanpa sepatah kata.


Hening.


Tidak ada yang berani membuka mulutnya saat ini.


Setelah kekuatanya setengah pulih, Kanaya menopang tubuhnya dengan suduah payah, menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur. Lalu menatap 'Rafael' dengan tatapan maut. Jika bukan karena fisiknya belum sepenuhnya pulih, Kanaya pasti sudah meotong pria bodoh ini menjadi berkeping-keping.


Sayang sekali bahwa seorang dewa beesar  tertentu tidak merasakan ancaman sama sekali. Dia masih tersenyum ceroboh tanpa beban!


''Jika kau tidak memberi penjelasan yang masuk akal, aku akan menghancurkan kepala babimu!'' Kanaya memeras satu per satu kata dengan gigi terkatup. Emosinya sudah di ambang batas!


"Bukankah sudah sangat Jelas? Apa lagi yang harus kukatakan?'' Atasia tidak mengambil hati gadis yang melihatnya dengan tajam seolah akan membunuhnya. Toh, Kanaya sekarang bahkan tidak bisa bergerak.


Empat binatang ''...'' Bukankah Tuan Atasia selalu mulia, glamor dan suci? Siapa pria ceroboh dan sulit di atur ini?


Melihat gadis kecil itu masih menatapnya dengan tatapan maut, Atasia sangat tidak berdaya! Bukankah gadis kecil itu biasanya sangat pintar? Kenapa otaknya tidak bekerja dengan baik kali ini? Apakah rasa sakit yang berlebihan tadi merusak kecerdasanya??


Melihat tampang idiot Atasia, Kanaya merasakan tanganya sangat gatal. Dia benar-benar ingin meengancurkan otak babi di depanya. ''Aku betanya tentang bagaiman aku bisa menjadi Kanaya bajingan! Bagaimana aku bisa teerlahir di dunia dengan identitas Kanaya Grey? Bagaimana juga aku bisa berpindah ke dunia gembok?!''


''Ah˜ masalah ini.'' Atasia mengangguk paham. ''Masalah ini bisa di bilang kontribusi orang tuamu. Kau lahir di masa perang. Saat itu orang tuamu menukar jejak terakhir jiwa mereka untuk kelangsungan hidupmu. Lalu aku menempatkanmu pada danau Eden untuk memperbaiki jiwamu yang rapuh selama beberapa dekade. Saat jiwamu sudah solid sebagai bayi, Surga menurunkan perintah untuk membiarkanmu terlahir di salah satu dunia kecil. Semua hidupmu dalam 25 tahun terakhir sudah diatur oleh surga.''


Melihat Kanaya menatapnya dengan niat membunuh yang kuat, Atasia tersenyum semakin cerah. ''Dan untuk kelahiranmu kembali di dunia gembok... Itu sudah menjadi takdirmu. Jiwamu istimewa. Takdir sudah menyatu dengan erat bersama jiwamu. Dan kau tidak bisa melepaskan diri dari belitan takdir.''

__ADS_1


Setelah Atasia berhenti bicara, suara tabrakan yang sangat keras terdengar di seluruh ruangan. Asap dan debu berterbangan dimana-mana.


''Bajingan!''


__ADS_2