
Di sebuah apartemen mewah, seorang gadis duduk santai di sofanya. Membalik beberapa kertas berkas dengan santai. Ini adalah informasi tentang beberapa perusahaan yang berada di garis putih, abu-abu maupun hitam.
Masalah uang untuk membeli apartemen, maaf tapi dia sangat pandai teknik peretasan. Mengambil uang dari bank semudah makan dan minum.
Kanaya tidak pernah menjadi orang baik, tapi dia juga akan menghindari menyakiti orang yang tidak bersalah sebanyak mungkin.
Di kehidupan sebelumnya, Kanaya sudah berjanji didepan makam orang tuanya, dia tidak akan menyentuh dunia bawah lagi jika bukan masalah yang serius. Tapi takdir berkata lain, dia mengingkari janjinya tidak lama setelah itu.
Didunia yang benar-benar baru ini, Kanaya membutuhkan uang dan kekuasaan untuk bertahan hidup. Apalagi dunia tidak setenang yang terlihat di permukaan. Perang teknologi dan saham terjadi hampir diseluruh dunia. Dan itu masih sangat intens.
Kanaya lahir dikeluarga yang mempunyai bisnis sejanta dan amunis. Pistol dan bom adalah mainanya sejak kecil. Dia yakin bisa hidup aman untuk saat ini.
Memegang berkas terakhir, Kanaya membaca informasi didalamnya dengan sangat serius. Ini adalah informasi tentang organisasi dunia yang kekuatanya tidak main-main. Bahkan organisasi ini mempunyai domain sendiri yang setara dengan negara besar.
"Tanah Berkabut? En. Sangat menarik. Jadi kapan aku harus berkunjung?" Kanaya tersenyum manis. Tidak bisa, ini benar-benar menggelitik minatnya.
Tapi sebelum itu, dia harus membuat namanya sendiri. Hanya mereka yang memilik uang dan koneksi luar biasa yang bisa memasui Tanah Berkabut.
...
Dimalam hari, bulan bersinar samar. Mengawasi semua hal kotor yang terjadi di dunia.
Pertarungan sengit terjadi di jalan sepi, Satu gadis melawan beberapa pria besar. Menggunakan pisau lipat kecil, Kanaya menghajar semua musuhnya.
Awalahnya Kanaya berniat berkeliling wilayah sekitar untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Meskipun bisa menggunakan internet, tapi melihat dengan mata kepala sendiri adalah hal yang lain.
Tapi siapa yang tau beberapa idiot ini tiba-tiba keluar dan menghalangi jalannya.
Meskipun Kanaya terlihat santai, tapi tidak mungkin untuk tidak merasakan beban psikologis saat tau dia berpindah dunia. Pasti ada sedikit perasaan stress.
Terimakasih kepada Dewi Fortuna yang berpihak kepadanya, mengirim beberapa manusia idiot untuk menjadi karung tinjunya.
Memukul wajah laki-laki terakhir dengan tinjunya, Kanaya berdiri santai melirik beberapa pria yang merintih kesakitan.
__ADS_1
Wajahnya yang diterangi cahaya bulan samar terlihat sangat suci dan menawan. Rambut hitam lurus berkilau, dengan wajah biji melon standart. Memiliki mata legam yang dapat merebut jiwa, hidung kecil dan bibir plum merah darah. Kanaya hanyalah gambaran nyata dari iblis berwajah malaikat.
Pria-pria itu sangat menyesal sekarang. Siapa sangka yang mereka kira domba gemuk ternyata adalah harimau yang tertidur.
Wajah ini benar-benar menipu, terlihat sangat patuh dan naif. Tapi siapa yang akan memberi tahu mereka kenapa gadis yang terlihat patuh ini ternyata sangat galak.
Kanaya berjalan kesalah satu pria di tanah. Membungkuk sedikir untuk melihat wajahnya dengan jelas. Tapi itu membuat wajah Kanaya sedikit tersembunyi di bayangan, terlihat lebih mempesona dan sedikit jahat.
"Kalian adalah anggota geng." Kanaya mengatakan pernyataan, dari pertarungan tadi Kanaya bisa menilai bahwa beberapa orang ini memiliki sedikit ketrampilan dan gerakanya sangat teratur. Ini membuktikan bahwa mereka mendapat pengajaran yang sistematis.
"Bagus jika kau tau bahwa kami memiliki geng dibekalang kami. Ketua kami tidak akan diam saja." salah satu pria itu berkata dengan sombong. Berpikir gadis kecil ini akan takut.
Kanaya hanya mengangkat alisnya dengan ringan, "bagus. Bawa aku menemui ketua mu." ujung bibirnya sedikit terangkat terlihat sangat manis.
"Kau gadis kecil jangan menganggap dirimu terlalu tinggi. Ketua kami bukan seseorang yang bisa bertemu dengan santai." jawab pria lainya.
"Oh?" mengangkat pisau lipatnya, Kanaya menodongkan pada pria didepanya. "Kalian juga masih memeiliki syarat untuk bernegosiasi denganku?"
Salah satu pria itu mengutuk rendah, bagaimana mereka bisa lupa jika gadis ini adalah reinkarnasi Shura.
"Ya ya ya kami akan membawamu menemui ketua. Tolong, bisakah kau menjauhkan pisaunya?" jawab pria yang ditodong pisau dengan gemetar.
Kanaya menegakkan tubuhnya. Senyum ramah masih terpatri di bibir plumnya yang merah merekah.
...
Selain itu di belahan negara lain. Di sebuah gedung pencakar langit, seorang pria berkacamata dengan sosok tinggi dan tegak berjalan menuju pintu besar diujung lorong. Mengetuk pintu beberapa kali, setelah mendapatkan izin dari dalam, pria itu membuka pintu dan masuk.
Didalam ruangan terlihat seorang pria yang duduk dibalik meja kerja. Rahang tegas, bibir terkatup rapat, mata yang tajam dan aura yang kuat. Rambutnya didorong kebelakang menampakan dahi yang penuh. Kemeja hitam terkancing dengan rapi.
"Ketua." panggil Sean, pria berkacamata.
Pria yang dipanggil ketua itu mengangkat wajahnya, melihanya dengan iris hitam tanpa dasar. Tidak ada yang bisa bertahan lebih dari tiga detik dibawah tatapannya.
__ADS_1
Tidak ada yang tidak mengenal Marvel Arkane. Pria yang memiliki kekuasaan terbesar di Tanah Berkabut. Tidak ada yang tau siapa dia sebenarnya, semua orang hanya tau jika dia adalah orang yang tidak mampu diprovokasi.
Sedangkan Sean Leonard adalah tangan kanan paling terpercaya Marvel. Meskipun Sean hanyalah bawahan, tapi semua orang tahu bahwa Sean mampu membuat keputusan atas nama Marvel.
"Beberapa negara ini hampir diambang kehancuran. Jika kita tidak menghentikan perang saham antara negara J dan negara A, negara kecil ini akan menghilang dalam beberapa tahun." Sean menyerahkan beberapa berkas informasi. Semua alasan, akibat dan sebab sudah tertulis jelas didalamnya.
Marvel mengambil berkas itu dan membalik beberapa lembar halaman. Membaca kata demi kata.
"Buat beberapa pengaturan untuk menaikan keuangan di negara kecil. Sisanya akan kubicaran dengan Dion nantinya." suara itu sangat magnetis seperti cello.
Dion Jack adalah bawahan Marvel yang mengatur jalannya arus keuangan di Tanah Berkabut. Tidak mungkin seorang mampu duduk ditahta tertinggi tanpa bawahan yang cakap.
"Ya ketua."
...
Sedangkan Kanaya sekarang sedang duduk di bangunan terbengkalai di pinggiran kota. Di hadapanya ada lelaki seperti karyawan elit perusahaan. Dengan kemeja terkancing rapi, rambut hitam halus dan senyum hangat dibibirnya. Terlihat seperti kakak laki-laki yang hangat dan ramah.
Siapa yang mengira lelaki seperti ini akan menjadi ketua geng yang sering membuat kekacauan.
"Apakan nona ini akan benar-benar mengambil kami dibawah sayapmu? Kalaupun benar, kenapa kami harus mau?" tanya ketua geng itu dengan ramah, tidak terlihat berbahaya sama sekali.
Kanaya hanya menanggapinya dengan tawah hangat. Mengambil laptop didepan pria itu tanpa izin. Benar-benar menganggap seperti dirumah sendiri.
Mengetikan beberapa code peretasan, Kanaya mengoprasikan laptop dengan lancar. Setelah itu Kanaya mengembalikan ke ketua geng didepanya.
Pria itu, Rafael Nash melihat informasi dilaptop dengan tercengang, bahkan lupa mempertahankan citra pria yang baik.
"Apakah ini nyata?"
"Seperti yang kau lihat. Jadi?"
"Sial! Tuan muda ini akan mengikuti mu bahkan jika melewati lautan pisau." Rafael sudah tidak memiliki niat berpura-pura lagi, tawaran ini, memasuki Tanah Berkabut terlalu menggiurkan.
__ADS_1
Kanaya terkekeh ringan. Dia tidak mempercayai seorang yang dia temui hanya kurang dari sehari.
Tapi mengubah macan menjadi kucing kecil adalah proses yang menyenangkan bukan?