
Hari ini adalah hari yang cerah. Dan dihari yang indah ini Kanaya harus memikirkan sesuatu yang menurutnya penting. Karena hasil keputusannya hari ini akan memengaruhi kehidupan ikas asinya nanti.
Dengan di temani semangkuk buah stroberi, Kanaya berpikir dengan serius.
Kanaya sudah lama lulus dari perguruan tinggi di kehidupan sebelumnya. Tapi di dunia ini tubuh aslinya baru saja lulus sma. Jika dia tidak memiliki ijasah yang layak, Kanaya akan kesulitan melakukan beberapa hal penting yang membutuhkan surat-surat penting.
Tapi jika Kanaya memilih untuk melanjutkan studinya, maka dia harus mengucapkan selamat tinggal pada hidupnya yang menyenangkan sekarang.
Bukankah bagus untuk hanya tidur, makan dan berbelanja? Nona tua ini sudah menjadi seorang senior di masyarakat.
Tapi memikirkan rencana masa depanya, Kanaya sekali lagi harus mempertimbangkan untuk melanjutkan sekolah. Ini benar-benar keputusan yang sulit.
Jadi... keputusan mana yang harus dia ambil?
...
Sedangkan itu, di suatu tempat didesa kecil yang sangat terpencil, beberapa orang sedang mendiskusikan beberapa masalah dengan suara rendah.
"Dia sudah mati."
"Siapa yang membunuhnya?"
"Aku hanya mendapat sedikit informasi. Saat ini penyelidikan masih berada di jalan buntu."
"Bagaimana rencana untuk Arkane?"
"Sudah selesai di buat. Kemungkinan berhasil sekitar 80%."
"Bagus, tunggu waktu yang tepat."
...
Kantor teknologi markas cabang Tanah Berkabut.
Suasana yang biasanya santai kini berubah menjadi sedikit ramai. Banyak orang yang bergegas untuk menghadapi serangan virus baru.
__ADS_1
Awalnya semuanya berjalan dengan baik. Tapi tanpa ada aba-aba sedikitpun, virus tingkat tinggi memasuki pertahanan Tanah Berkabut.
Mereka yang menjadi anggota teknologi informasi di Tanah Berkabut adalah seorang master dalam hal peretasan. Tidak berlebihan jika mengatakan mereka adalah pilar di dunia teknologi. Tapi masalah hari ini menampar wajah mereka.
Siapa yang belum lama ini menyombongkan bahwa keamanan dunia maya Tanah Berkabut adalah yang terbaik? Jangan banyak bicara, wajah mereka masih terasa panas saat ini.
Alen Jackson, kepala departemen keamanan dunia maya Tanah Berkabut sedang menatap layar dengan tercengan saat ini. Layar lebar di depanya menunjukan banyak kode string berantakan. Dan yang membuatnya lebih frustasi adalah dia hanya memahami tidak lebih dari 20% string di depanya.
Dan di belakangnya beberapa pria dan wanita paruh baya berambut putih menatap layar dengan cemas. Tidak bisa menunggu lebih lama lagi, salah satu pria paruh baya itu bertanya pada pria yang beberapa tahun lebih muda darinya.
"Alen, ini... apakah masalah ini benar-benar sangat serius?"
Alen hanya bisa tersenyum pasrah, "aku bahkan tidak bisa memahami semua kode yang sedang berjalan."
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya wanita paruh baya dengan frustasi.
"Tidak ada. Virus ini benar-benar sa-" sebelum Alen menyelesaikan kata-katanya, layar lebar di depanya tiba-tiba berubah. Semua orang serentak menatap layar dengan seksama, tidak mau melewatkan perubahan sedikitpun.
Pusaran kecil di tengah layar mulai membesar, membentuk galaksi yang indah. Tapi tidak satupun dari mereka yang mempunyai niat untuk menikamati keindahan sama sekali. Sebuah bungan poppy merah menyala terlihat mempesona, lalu sebuah suara terdengar.
Bahkan beberapa pendatang baru dibelakang yang memiliki psikologi yang lemah mendapati tangan mereka gemetar.
Setelah suara tawa itu berhenti layar lebar kembali ke tampilan sebelum diserang virus. Seolah hal-hal yang mengejutkan jiwa tadi tidak terjadi sama sekali.
Alen membalikan badanya, ingin mengatakan beberapa patah kata pada timnya. Tapi setelah melihat Marvel berdiri di pintu memandang layar dengan kosong, Alen menelan kembali apa yang dia ingin katankan.
"Ketua." Alen memanggil Marvel dengan hormat. Yang lain segera mengikuti. Mereka yang dianggap sebuah keajaiban di bidangnya, tapi mereka rela mengikuti Marvel sebagai bawahan. Ini membuktikan jika kemampuan Marvel sudah lama meyakinkan mereka.
Marvel hanya mengangguk kosong, "bagaimana?"
Hanya satu kata, tapi Alen memahaminya dengan baik apa yang di tanyakan Marvel. Alen menggelengkan kepalanya dengan lembut, "tidak ada jejak sama sekali. Aku curiga jika pengkodean yang di gunakan lebih maju dari semua pemrogaman yang ada di dunia ini. Karna aku belum pernah melihat cara pengkoedan seperti itu dari semua sumber yang kupelajari selama ini."
"Bunga poppy? Ataukah mereka orang yang sama?" Sean menyatakan keraguanya secara langsung.
"Ya, aku tidak percaya jika mereka bukan orang yang sama." David menimpalinya, apakah benar-benar ada kebetulan di dunia ini?
__ADS_1
"Sean kau tahu siapa dia?" Alen merasa ada informadi penting dalam kata-kata Sean dan David.
"Beberapa waktu lalu Dion Broke mati, dan pembunuhnya menggunakan bom nano untuk menghancurkan gedung yang digunakan Dion Broke sebagai markas rahasia sementara. Saat kami berada di sana gedung itu sudah menjadi debu. Dan bahkan kami tidak bisa mendapatkan sedikitpun mayatnya. Benar-benar hancur menjadi bubur." jawab sean.
"Dan kami hanya mendapatkan bukti beberapa bunga poppy yang terbuat dari bahan tidak dikenal. Bunga poppy itu sangat mirip dengan yang kami lihat di layar tadi." tambah David.
Salah satu pria pendatang baru yang mendengarkan tidak bisa tidak berbisik, "dia... dia sangat kuat?" meskipun suaranya sangat rendah tapi di ruang yang sepi suaranya bisa terdengar jelas.
"Tetap lacak informasinya. Tidak mungkin jika tidak ada jejak sama sekali." Marvel terdiam beberapa saat, "aku punya firasat bahwa dia akan mengubah dunia."
Beberapa orang langsung tersentak, mengubah dunia? Apakah mungkin?
Setelah itu Marvel meninggalkan ruangan departemenen teknologi, Sean dan David segera mengikuti. Wajah Marvel masih terlihat tenang, tapi pikiran Marvel sudah menjalankan perhitungan dengan kecepatan penuh. Memproses informasi yang ada dan berusaha menebak hasil paling akurat.
Siapa dia? Marvel mendesah dalam hati.
Dan anggota departemenen keamanan teknologi mulai berkeja keras. Mereka akhirnya mulai bekerja dengan sangat serius menggunakan semua keahlian mereka setelah sekian lama mereka menganggur.
...
Sedangkan saat ini pelaku yang telah membuat keributan besar di departemenen teknologi Tanah Berkabut sedang bersandar disofa dengan sebuah laptop di pangkuanya.
Terdengar suara ******* yang keras dari laptop, membuktikan bahwa seseorang sedang melakukan pembicaraan kehidupan malam dengan sangat intens.
Kanaya yang akhirnya mengingat protagonis wanita akhirnya mencari tahu tentangnya, tapi siapa sangka jika dia diberi pertunjukan live cara memproduksi bayi setelah dia meretas cctv dilokasi protagonis wanita.
Ini... bukankah tertulis di novel bahwa protagonis pria dan wanita memiliki cinta yang paling murni? Protagonis pria adalah pria yang hangat, pengertian dan penuh kasih sayang. Sedangkan protagonis wanita adalah gadis kecil yang patuh, imut dan murni.
Melihat kembali pada protagonis wanita di layar yang sedang menangis dengan keras, Kanaya mengangguk dengan santai. En, sangat murni. Bahkan saat melakukan proses yang tidak cocok untuk anak dibawah umur, wajah protagonis wanita masih mempertahankan eskpresi yang murni. Kanaya memberi nilai seratus intuk kemampuan akting protagonis wanita.
Mungkin jika orang lain melihat pertunjukan live seperti ini akan memerah seperti udang rebus. Tapi Kanaya berbeda, dia sudah menonton pertunjukan live lebih dari 3 menit. Dan sedari awal Kanaya sudah mengomentari ini dan itu.
Seperti, "aktor prianya sangat jelek" atau "sial! sangat kecil? protagonis wanita sangat pandai berakting, masih sangat terlihat menikmatinya" dan "kualitas yang buruk. Jika di jual di pasar gelap pasti tidak laku sedikitpun".
Jika Julia mendengar komentar Kanaya apakah dia akan mengejar Kanaya dengan pisau sepanjang 3 meter?
__ADS_1