
Cuaca di kota M sangat cerah, saat ini adalah akhir pekan. Hari yang cocok untuk Kanaya menikmati jalan-jalan santainya.
Kanaya sudah hidup sebagai ikan asin selama bertahun-tahun, dan tidak mungkin mengubah kebiasaanya satu ini. Karna Kanaya juga sangat menyukainya. Siapa yang tidak mau menikmati hidup? Hanya makan, minum dan bermain setiap hari? Jika memang ada, Kanaya sangat mengasihaninya, menyia-nyiakan hidup yang begitu indah.
Tapi rupanya takdir sedang mempermainkan Kanaya. Dia hanya ingin mencari makanan lezat sekarang, siapa yang akan menjelaskan kenapa protagonis pria akan muncul dihadapanya? Jangan membicarakan omong kosong tentang kebetulan, Kanaya tidak mempercayai teori ini sama sekali.
Jadi situasi saat ini adalah, Kanaya memegang sebungkus kripik kentang pedas dengan wajah masam. Sedangkan didepanya berdiri laki-laki tampan yang terlihat lebih muda darinya.
Meskipun hanya berbeda satu tahun, tapi aura Kanaya terlihat lebih dewasa.
Tubuhnya saat ini memang hanya 18 tahun, tapi jiwanya sudah berumur 25 tahun!
Bahkan jika protagonis pria tidak melakukan kesalahan sama sekali, Kanaya tetap akan memutuskan hubungan. Itu benar-benar mustahil baginya untuk berpacaran dengan bocah berumur 17 tahun. Kanaya merasa seperti menganiaya anak di bawah umur.
"Ini, bisakah kau tidak menghalangi jalanku? Maaf jika aku jujur, tapi kau sangat menunda waktuku." ucap Kanaya dengan blak-blakan.
Luke sedikit menyerngit sekarang, ini bukanlah Kanaya yang dia kenal. Kanaya yang dia kenal akan melihatnya dengan mata berbinar setiap kali mereka bertemu.
Tapi Kanaya dihadapanya bahkan tidak repot menyembunyikan ketidakpuasan dalam suaranya. Mereka seperti dua orang yang berbeda.
"Kenapa kau memutuskan hubungan denganku? Apakah aku melakukan kesalahan? Kau mengatakanya, aku akan merubahnya untukmu." suara Luke terdengar sangat lembut, mencerminkan kekasih yang baik hati.
Beberapa orang disekitarnya langsung memasang telinga. Ini adalah gosip yang disukai semua orang. Bahkan ada yang langsung merekamnya.
"Kesalahanmu? Aku tidak mampu menyebutkan, terlalu banyak." Kanaya menjawab tanpa basa-basi.
"Apa maksudmu? Kita bisa membicarakanya baik-baik. Apa yang kau inginkan? Aku akan membelikanmu sebagai permintaan maafku oke?" Luke tidak menyembunyikan niatnya sama sekali.
Dia memang sengaja mengeraskan suaranya, dan sesuai dugaanya beberapa orang di sekitar mereka langsung menatap Kanaya dengan merendahkan.
__ADS_1
Bahkan ada yang menunjuknya secara langsung, tidak menyembunyikan niat mereka untuk menghinanya.
Sedangkan Kanaya hanya mengangkat alisnya sedikit, kegembiraan samar muncul dihatinya. Sangat idiot jika Luke mengira Kanaya akan berkompromi hanya karena beberapa kata, malahan ini adalah kesukaan Kanaya. Berdebat di hadapan publik, siapa yang bisa mengontrol penonton lebih baik akan menjadi pemenang. Dan selama ini Kanaya belum pernah kalah.
"Membelikan apapun yang aku mau?" senyum Kanya terlihat lebih tinggi.
Luke sedikit menyipitkan matanya, dia merasakan firasat yang buruk. Tapi dihadapan banyak orang tidak mungkin untuk mundur.
"Tentu saja. Kau adalah kekasihku."
Senyum Kanya semakin lebar, "Lalu, bisakah aku meminta uang ku kembali? Aku sudah menghitungnya sendiri. Itu sekitar 1,2 milliyar. En tidak perlu berterima kasih."
Bisikan semakin keras setelah Kanaya selesai berbicara. Hampir semua orang berbalik mencemooh Luke. Dan ada yang mengeraskan suaranya dengan sengaja.
Luke gelagapan, "Sayang, apa maksudmu? Sejak kapan aku meminta uang darimu?"
"Aku memiliki bukti chat kami. Aku akan menunjukan ke semua orang untuk konfirmasi agar tidak ada yang menganggapku berbohong." Jawab Kanaya dengan wajah polosnya, seolah-olah dia memang hanya menunjukan bukti saja.
Tapi sebenarnya pemilik asli menyimpan histori chat hanya untuk mengenang Luke. Luke tidak pernah memberikan hadiah pada pemilik aslinya. Hanya terkadang memberi beberapa makanan ringan murah.
Jadi pemilik asli sering membaca histori chat mereka meskipun isinya hanya Luke yang selalu meminta uang. Pemilik aslinya memiliki sifat yang rendah diri, jadi saat dia memiliki kekasih, pemilik asli akan mencoba untuk menuruti semua keinginan Luke.
Kanaya mendesah dalam hati, benar-benar gadis bodoh.
Salah satu wanita yang menonton pertunjukan bahkan dengan senang hati menawarkan bantuan. "Nona aku memiliki pengetahuan matematika yang bagus, aku akan membantumu menghitung. Bagaimana jika ada yang salah?" bebrapa orang dengan semangat mengikutinya.
Luke tidak tahu harus berbuat apa sekarang, meskipun dia telah belajar sedikit ilmu tentang penyelesaian masalah, tapi dia hanyalah remaja berusia 17 tahun. Apalagi Luke telah tumbuh dengan sendok emas, tidak pernah mengalami hal memalukan seperti ini.
Tapi sepertinya Kanaya tidak merasa masalahnya cukup besar. Memasang wajah sedihnya, Kanaya melanjutkan, "Kenapa kau diam? Kau tidak bermaksut membayarnya?" setetes air mata jatuh dari mata indah Kanaya. "Tidak apa-apa jika kau tidak mau membayarnya. Tapi bisakah kita putus? Aku lelah. Jangan mencariku di masa depan oke? Aku tidak mampu memberimu uang lagi."
__ADS_1
Beberapa orang melihat Kanaya yang terlihat sangat menyedihkan langsung memarahi Luke. Opini publik selalu memihak pada yang lemah. Padahal yang lemah belum tentu korban.
Dan Luke sangat panik sekarang, tidak mampu mempertahankan citranya yang lembut dan baik hati. Luke melarikan diri, memasuki mobil dan pergi dengan kecepatan tinggi.
Setelah Luke pergi, kerumunan langsung bubar. Ada beberapa wanita baik hati yang menghibur Kanaya, memberikan beberapa nasehat baik. Dan Kanaya berterima kasih dengan sopan. Mencerminkan gadis remaja yang tidak bersalah.
Ada yang langsung menyebarkan vidio itu ke internet. Meskipun teknologi sekarang tidak terlalu maju, tapi internet cukup cepat diakses. Tapi entah kenapa vidio itu tidak bisa di posting sama sekali, dan bahkan hpnya ngelag seolah diserang virus. Karena ketakutan, pemilik hp itu langsung melakukan restart, dan vidio Kanaya terhapus begitu saja.
Sedangkan Kanaya berjalan kembali menuju mobilnya, seseorang yang baru saja berteriak miskin saat ini sedang membawa atm dengan saldo lebih dari 2 triliun. Jadi, siapa sebenarnya yang miskin?
...
Di ruang pertemuan gedung pusat kota M, Marvel sedang duduk disofa tunggal. Mendiskusikan beberapa kasus dengan dua pria di sebelahnya.
"Semuanya sudah beres. Keuangan beberapa negara kecil sekarang telah stabil." Sean mengatakan laporan terakhir.
"Bagaimana dengan masalah bunga poppy?" tanya Marvel. Wajahnya masih tanpa ekspresi, seolah menderita kelumpuhan wajah.
Pria satunya lagi menjawab dengan wajah serius, "Aku belum menemukan apapun, semuanya hanya terlihat samar. Seolah ada tangan di belakang layar yang mengendalikan."
Dia adalah David Orlando, bawahan Marvel yang mengatur masalah pasukan khusus. Orang lain sering memanggilnya komandan David.
Marvel mengerutkan alisnya, "Benar-benar tidak ada informasi sedikitpun?" tanyanya memastikan.
"Ya, tidak ada sedikitpun. Bahkan Alen sudah ikut campur tangan, tapi kami tidak dapat melacak pelakunya sama sekali." David menjawab dengan pasti. "Orang ini sangat kuat, tidak apa jika dia dikubu yang sama seperti kami. Jika dia adalah musuh, kami akan sangat kesulitan melawanya."
Marvel tidak menanggapinya, David dan Sean juga tidak melanjutkan pembicaraan. Membiarkan Marvel berpikir dengan tenang.
Sedangkan seseorang yang dibicarakan saat ini sedang memakan es krim di sebuah kedai kecil. Sudah ada beberapa mangkuk kosong didepanya. Terlihat sangat riang, tidak menggambarkan orang yang mengerikan di mulut David sedikitpun.
__ADS_1
Jika David tau apakah dia akan memutahkan 3 liter darah?