Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam

Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam
29. Pembunuhan


__ADS_3

Luke yang akhirnya berhasil menyingkirkan para penjilat dengan bantuan Sean bisa bernafas lega. Ini adalah pertama kalinya dia menghadiri perjamuan kelas atas yang sangat mewah.


Apalagi dia masih menghadiri pesta dengan profil tinggi dan identitas yang penting. Jika ada perjamuan tingkat tinggi lagi, Luke bersumpah tidak akan mau menjadi perwakilan Arkane lagi bahkan jika ada pisau di lehernya.


Sayangnya, Luke tidak tahu jika perjamuan tingkat tinggi akan menghantuinya untuk waktu yang lama.


Luke berdiri dengan Sean di tempat yang tidak terlalu mencolok. Sebenarnya banyak orang yang ingin beerbicara untuk mendapatkan kesan baik pada Tuan Muda Aekane yang legendaris, tapi melihat wajah Sean yang mengeras seperti batu semua orang dengan serentak mundur.


'Bukannya mereka penakut, tapi penjaga adalah seseorang yang bisa menghancurkan mereka dengan satu tangan. Kemampuan tempurnya sangat besar oke?!'


Sean membantu Luke memblokir wajah rubah tua, disaat yang bersamaan dia juga menjelaskan semua hal penting tentang semua pengusaha yang datang ke perjamuan itu.


Meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Arkane, mereka juga termasuk pengusaha dengan Triliunan kekayaan.


''Di antara semua orang yang hadir di sini, ada dua keluarga yang memiliki hak besar setelah Arkane.'' Sean menunjuk tiga pria paruh baya yang sedang berbincang. ''Yang termuda adalah pewaris keluarga Carlos dan yang menggunakan setelan beerwarna perak adalah patriak baru keluarga Ryano saat ini. Jika kami tidak datang kesini, mereka berdua akan menjadi eksistensi tertinggi di pesta tahun ini.''


Luke mendengarkan penjelasan Sean dengan serius, bagaimanapun ayah angkatnya sudah memberi tahunya jika dia adalah ahli waris keluarga Arkane.


Dia tahu sifat ayah angkatnya satu atau dua. Ayah angkatnya akan mengatakan kebenaran, jika ayah angkatnya tidak bisa mengatakanya dia akan diam dan tidak akan mengucapkan kebohongan.


Saat mengamati semua orang, Luke melihat sosok yang dikenalnya. Mantan pacarnya yang dia kira naif dan polos kini sedang menggandeng tangan pria tampan dengan centil. Julia berdandan sangat sexy dan menggoda.


Luke tidak pernah melihat Julia seperti ini, dihadapanya Julia selalu bepakaian sederhana dan anggun dengan riasan tipis. Membuatnya terlihat sepeerti gadis baik-baik.


Tapi sekarang melihat wajah asli Julia, Luke tidak merasakan apa-apa selain meremehkan.


''Paman, siapa pria disana?" Luke menunjuk arah Julia dan pria yang di gandenganya.

__ADS_1


Sean mengikuti arah yang ditunjuk Luke, melihat dua orang lawan jenis sedang bermesraan. Sean mengenal mereka beerdua, bagaimanapun sebagai pewaris keluarga Arkane, Luke pasti diikuti pengawal dalam kegelapan. Semua gerakan Luke akan dilaporkan padanya. Dia juga tahu Luke sudah putus dengan wanita murahan itu.


''Dia adalah Tuan Muda dari keluarga Evans.'' Sean menjawab dengan santai, dia selalu mengurus masalah interpersonal Marvel, mengenal orang-orang ini adalah masalah sepele baginya.


Luke menyerngitkan alisnya, ''dia adalah ahli waris?'' Melihat dari perlakuan semua orang pada tuan muda evans, sepertinya tebakannya benar?


Sean tertawa meremehkan. ''itu semua hanya dipermukaan. Patriak keluarga Evans memiliki anak haram yang saat ini menjadi kepala keuangan di perusahaanya.''


''Dia hanya penutup? Yang menjadi ahli waris sebenarnya adalah anak haram?'' Luke bertanya dengan heeran.


''Semua orang mengetahui hal ini dengan baik. Hanya tuan muda bodoh itu yang masih mengira jika dia akan mewarisi Evans dimasa depan.''


Sebelum Luke membuka mulutnya untuk bertanya lebih jauh, suara teriakan menarik perhatianya. Semua mata tertuju ke sumber suara.


Seorang wanita berpakaian pelayan tergeletak dengan dahi yang penuh darah. Tanganya masih memegang pisau kupu-kupu dengan erat. Dan Tuan Liam yang menjadi sasaran pembunuhan masih gemetar dengan hebat saat ini.


Semua pasang mata tertuju pada gadis yang baru saja berbicara. Dan suara terengah-engah memenuhi aula pesta.


Wajah dengan riasan tipis sangat cantik, bibir merah darah membuatnya terlihat seperti iblis yang menyihir. Dress hitam selutut membuatnya terlihat misterius, menambah pesona yang mematikan. Setiap gerakan sederhana memancarkan godaan dimana-mana.


Tuan Liam yang pulih dari keterkejutannya segera bertanya. ''Aku tidak tahu siapa nama nona ini?''


''Nama keluarga adalah Jordan. Dia adalah perwakilan dari Tanah Berkabut kami.'' David yang memiliki tugas menjaga Kanaya dan membantunya memblokir orang-orang tidak punya mata segera maju dan menejelaskan.


Kegemparan terjadi, suara bisik-bisik terdengar dari segala arah. gadis yang terlihat seperti berusia awal dua puluhan ini ternyata berasal dari Tanah berkabut!


Dann untuk penipuan, maaf tapi mereka mengenali pria yang berbicara untuk gadis itu adalah salah satu tangan Kanan pemimpin tinggi Tanah Berkabut! Idiot mana yang bisa mengelabuhi tangan Kanan pemimpin besar?

__ADS_1


Tuan Liam yang akhirnya melihat David buru-buru mengucapkan terima kasih. ''Tuan david dan nona Jordan, pria tua ini sangat berterimakasih atas bantuanya. Jika bukan karena nona Jordan yang bertindak cepat mungkin pria tua ini yang kehilangan nyawanya."


''Tidak apa-apa, itu adalah hal yang wajar untuk terkejut setelah hampir mengalmi  pembunuhan. Saya hanya bertindak refleks tadi, saya harap tuan liam tidak akan menyalahkan generasi muda ini karena melakukan pembunuhan di tempat Tuan Liam.'' Kanaya menjelaskan dengan murah hati dan tanpa kesombongan sedikitpun, membuat semua orang segera memiliki niat baik pada gadis cantik dan baik ini.


Jika Kanaya tahu diamemiliki gelar orang baik, dia mungkin akan segera meledakan kepala babi itu. Apa itu orang baik? Apakah bisa dimanakan?


Gelar orang baik terlalu menjijikan untuk Kanaya yang hidup dalam kegelapan.


Tuan liam segera menggelengkan kepalanya, dimana dia berani tidak puas? Dia tidak sabar untuk memberi hadiah dengan jumlah yang banyak oke? ''Nona jordan tidak perlu meminta maaf. Saya harus banyak berterima kasih kepada nona jordan karena berkah menyelamatkan nyawa.''


''Apa berkah menyelamatkan nyawa? Itu tidak lebih dari mengangkat tangan. Tuan liam tidak perlu membesar-besarkan.''


Jawaban murah hati Kanaya meningkatkan kesan baik semua orang. Apalagi gadis baik ini juga berasal dari Tanah Berkabut, bobot ini saja cukup untuk mereka masukan ke dalam daftar teman.


Hanya saja apakah ada orang baik yang membunuh tanpa berkedip? Dan dilihat dari luka pelayan yang mati, bisa dipastikan jika keahlian Kanaya dalam menembak adalah master!


Apakah mereka semua buta? Marvel yang mengamati semuanya dari kegelapan menahan kedutan dibibirnya.


Jika gadis kecilnya adalah orang baik maka tidak ada orang jahat di dunia ini.


Kanaya yang sedang melakukan pertunjukan juga merasakan dua pasang mata yang sangat panas. Bahkan dengan menghitung dengan jari kakinya, Kanaya tahu siap yang menatapnya.


Luke menatap Kanaya dengan kejutan besar! Siapa yang akan memberi tahunya jika mantan pacarnya yang pengecut dan rendah diri bisa muncul dengan cahaya yang begitu megah? Apakah ini masih Kanaya yang dia kenal?


Dan Julia menatap menatap Kanaya dengan kebencian yang begitu kental dimatanya. Segera setelah Kanaya muncul dia tidak bisa menahan kebencian yang mengamuk dihatinya. Gadis ini adalah orang yang sudah membuat banyak rencananya menabrak tembok dimana-mana!


Dan protagonis pesta saat ini sedang berdiri dengan santai, mulutnya tersenyum manis. Menikmati mata bercahaya dari segala arah.

__ADS_1


'Aku tidak tahu apakah orang di belakang layar puas dengan pekerjaanku. Seharusnya dia puas bukan?'


__ADS_2