
Kanaya baru menyelesaikan kelas terakhirnya saat langit mulai gelap. Sebenarnya dia sudah menyelesaikan sekolahnya sampai perguruan tinggi di kehidupan sebelumnya.
Tapi tubuhnya saat ini hanya seorang gadis yang baru saja lulus SMA. Memikirkan betapa pentingnya sebuah ijazah, Kanaya hanya bisa menahan hidungnya dan bersekolah lagi.
Apalagi sudah menjadi rahasia umum jika di perguruan tinggi adalah tempat paling mudah untuk memperluas koneksi.
Dan Kanaya yang memang membutuhkan koneksi yang luas juga mulai berfikir jika bersekolah lagi sepertinya tidak terlalu menyebalkan.
Saat dia berjalan di halaman kampus yang luas menuju tempat parkir, Kanaya memperhatikan kerumunan di taman tidak jauh darinya.
Dengan mentalitas mencari kesenangan bagaimana Kanaya bisa melewatkanya. Dia berjalan mendekat, menepuk bahu seorang siswa perempuan. Bertanya masalah apa yang terjadi lewat isyarat matanya.
Siswa tersebut yang awalnya jengkel karena ada yang mengganggunya langsung terdiam setelah melihat siapa pelakunya. Bagaimanapun diseluruh universitas Q tidak ada yang tidak mengenal Kanaya.
''Ada seorang siswa dari jurusan manajemen yang mencari masalah pada Julia.'' siswa perempuan itu hanya bisa menjelaskan secara singkat pada Kanaya dengan jujur.
Kanaya mengangkat alisnya dengan penuh minat. Matanya berbinar seolah menanti pertunjukan yang bagus.
Sebagai pelintas, Julia tidak akan membuat masalah kepada orang yang tidak relavan. Bagaimana pun cara pelintas ilegal untuk mencuri keberuntungan adalah dengan melawan tokoh penting di dunia terutama protagonis.
Jik protagonis kehilangan kesempatan dan jatuh ke dalam lumpur keputusasaan, keberuntunganya akan mencari inang baru yang bisa menggantikan keberadaan protagonis.
Dan saat itulah pelintas ilegal akan mengambil kesemptan untuk mengambil semua keberuntungan.
Dan benar saja, setelah dia dengan arogan menerobos ke dalam lingkaran siswa yang berkerumun, Kanaya melihat Julia yang menangis dengan menyedihkan.
Didepanya, seorang gadis yang manis mengerutkan kening dengan keras.
Gadis itu terlihat seperti gadis mandiri yang memiliki pandangan yang benar dan salah. Kanaya mengenalinya sekilas, dia adalah protagonis wanita asli di dunia ini.
__ADS_1
Protagonis wanita asli bernama Maudi Allana. Seorang gadis yang terlahir di keluarga yang biasa saja tapi memiliki otak yang pintar.
Ayahnya hanya seorang karyawan keuangan kecil di sebuah perusahaan menengah. Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga penuh. Memiliki seorang adik laki-laki berusia 5 tahun.
Dari informasi yang di berikan Atasia padanya, Kanaya tau dengan jelas jika keluarga mereka berempat awalnya hidup harmonis dan bahagia.
Tapi karena campur tangan Julia, keluarga protagonis wanita asli menemui kebuntuan terus menerus.
Dari ayahnya yang kehilangan pekerjaan karena dijebak teman kerjanya. Adik laki-lakinya yang di culik dan dijual ke pedagang manusia, dan saat di temukan bocah lucu itu sudah menjadi idiot. Pikiranya seperti bayi berusia 1 tahun.
Ibunya mngalami kecelakaan hingga lumpuh. Dan Maudy sendiri diperkosa oleh lebih dari 10 pria selama hari berturut-turut sebelum di temukan oleh polisi.
Ayahnya yang walnya masih berusaha sabar dengan musibah sebesar itu akhirnya putus asa setelah dia dipukuli oleh sekolompok preman saat mecari pekerjaan.
Preman itu melukai mata ayah protagonis wanita asli hingga mengalami kebutaan. Membuatnya tidak bisa mencari pekerjaan lagi untuk menghidupi keluarganya.
Dan Maudy sebagai satu-satunya orang yang bisa mencari pekerjaan harus memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga untuk mencari uang. Dia menahan rasa depresinya dengan keras karena dia tahu jika dia adalah satu-satunya harapan keluarganya.
Setiap kali Maudy mendapatkan pekerjaan, pasti akan ada satu rekan kerjanya yang membuat masalah hingga membuatnya di pecat.
Hingga akhirrnya Maudy tidak memiliki pilihan lain selain mencari barang bekas untuk di jual. Dan setelah itu Maudy benar-benar kehilangan aura protagisnya dan menjalani kehidupan yang sengsara hingga kematianya karena penyakit kronis.
Mengingat kehidupan protagonis wanita asli, Kanaya hanya bisa mendesah simpati. Tapi sekarang karena dia sudah menjadi orang terpilih, Kanaya tidak bisa membiarkan Julia mengacaukan lintasan takdir dunia. Salah satu tugasnya adalah melindungi protagonis pria dan wanita agar tidak jatuh oleh rencana pelintas ilegal.
Lagi pula Kanaya sangat bosan saat ini, lebih baik mencari masalah untuk menghilangkan kebosananya.
Kanaya berjalan menuju Maudy dengan santai, menatap Julia yang menangis dengan menyedihkan, ''bagaimana kau bisa menangis di setiap kesempatan? Kantung air matamu seluas lautan eh?''
Julia mendongak menatap sumber suara itu. Melihat gadis yang akhir-akhir ini selalu mencari masalah padanya. Dia merasa gadis bernama Kaaya ini selalu menargetkanya dimana-mana.
__ADS_1
Kanaya mengalihkan pandanganya pada Maudy yang berdiri di sampingnya, ''bagaimana kau bisa mendapatkan masalah dengan gadis terbelakang mental ini? ''
Beberapa siswa yang menonton pertunjukan tidak bisa menahan tawanya. Ini adalah rahasia umum jika iblis besar memang memiliki mulut yang sangat beracun. Dia bisa membuat seseorang pingsan karena memutahkan terlalu banyak darah hanya dengan beberapa patah kata.
''Aku juga tidak tahu apa yang terjadi, dia tiba-tiba jatuh di depanku lalu berteriak dengan keras jika aku mendorongnya.'' Maudy menawab pertanyaan Kanaya dengan baik, dia memiliki kesan baik pada gadis yang mendapatkan julukan iblis besar ini.
Karena dari pengamatanya, Kanaya yang memiliki reputasi buruk hanya akan menunjukan taringnya pada orang yang mencari masalah padanya. Selama kau tidak menyenggolnya, Kanaya bahkan terlalu malas untuk meliriknya.
''Kenapa kau selalu menambahkan adegan untuk dirimu sendiri?'' tanpa memberi Julia kesempatan untuk menjawab, Kanaya melanjutkan mulut beracunya. ''Jangan menggunakan alasan kalsik. Tidak perlu membuat drama panggung apalagi mencoba membodohiku. Aku tidak seperti mereka semua yang memiliki IQ jongkok.''
Semua siswa ''...'' kau menyindir kami karena bodoh bukan? Tidak perlu menyangkalnya, kami tahu itu!
Maudy ''...'' mulutnya benar-benar beracun.
Kanaya merasa apinya tidak cukup besar, ''jika ingin membuat masalah setidaknya gunakan otak babimu. Membuat olong besar di tempat yang di penusi cctv, apakah otakmu baik-baik saja?''
Melihat wajah Julia yang memerah seperti kepiting rebus, Kanaya dalam suasana hati yang baik. ''Lain kali jika ingin membuat masalah cari tempat dimana titik buta kamera pengintai, jadi aktingmu akan berjalan lebih lancar. Yah, walaupun dimataku aktingmu hanya sekelas sekolah dasar, tapi tidak apa-apa, bukankah hidup memang untuk belajar? Ayo! Aku optimis dengan bakatmu. ''
Semua siswa tertawa terbhak-bahak. Tapi mereka juga membuat konsesus bersama. Tidak bisa meenyinggung iblis besar! Mulut beracunya tidak ada lawan!
Bahkan Maudy juga ikut terkekeh ringan. Dia semakin menyukai gadis beracun di depanya.
Julia tidak tahan lagi, mulutnya dipenuhi bau karat yang amis. Sedikit darah mengalir keluar dari mulutnya. Mataya melotot lebar, menatap Kanaya penuh kebencian.
Selama hidup lebih dari 3000 tahun, ini adalah pertama kalinya dia menemui manusia yang tidak memiliki aturan sama sekali. Seolah dia adalah keberadaan paling tinggi yang bisa memutuskan kehidupan sesuka hati.
Dia tidak bisa menggunkan terlalu banyak keberuntungan untuk membunuh Kanaya, jika tidak, kesadaran dunia akan menyadari keberadaanya dan mengeluarkanya secara paksa dari dunia.
Dia sudah menggunakan terlalu banyak keberuntungan di dunia ini, Julia tidak rela jika dia tidak mendapatkan apa-apa.
__ADS_1
Dan Kanaya yang mendapatkan tatapan penuh cinta dari Julia tersenyum semakin cerah. Hatinya di penuhi kepuasan yang tidak ada habisnya.