Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam

Aku Menolak Menjadi Umpan Meriam
36. Bintang Senja


__ADS_3

"Jean! Kau sialan! Bagaimana kau bisa meninggalkan kami!'' Suara keras teriakan laki-laki membuat Kanaya terkejut.


Bahkan siswa di sekitar mereka juga menolah secara spontan. Kanaya bersimpati pada gadis kecil yang menjatuhkan makanannya karena terkejut.


Membalikan badannya, Kanaya melihat 2 laki-laki dan satu perempuan berjalan menuju ke arahnya.


Laki-laki yang berteriak tadi berlari kecil setelah melihat Kanaya menyadari keberadaanya. Dia berhenti tepat di depan Kanaya, terseyum sangat lebar dan mengulurkan tanganya. ''Aku Willy. Willy Piere, selamat bekerja sama.''


Kanaya ''...'' Apakah kami akrab?


Dua remaja yang ditinggalkan Willy tadi hanya mencibir melihat kelakuan temannya. ''Jangan pedulikan dia. Namaku Louis Antony, panggil saja Lou. Tuan Atasia mengirim kami untuk membantumu.'' Laki-laki itu tersenyum lembut, seperti musim semi yang hangat.


Sayang sekali itu bukan tipe pria idaman kanaya.


''Ellena Maison.'' Lalu terdengar suara teriakan yang nyaring.


''Argh! Sialan!


Kanaya melihat perempuan itu menenendang Willy, wajahnya tanpa ekspresi, hanya mengangguk pada Kanaya sebagai salam.


''Tch.'' Jean menggelengkan kepalanya lembut dan mendesah ringan, wajahnya penuh belas kasih dan simpati. Tapi--''Kau adalah satu-satunya Tuan Muda dari klan besar yang tidak pernah belajar dari pengalaman dan tidak sabar untuk selalu mencari mati.''


Seolah bekerja sama dengan ucapan Jean, Lou mengambil langkah ke samping menjauh dari Willy dengan cepat seperti menghindari virus.


Lena yang terlihat cukup dingin juga mengangguk kooperatif. ''Bodoh!''


Willy ''...'' Bukankah kita berteman? Apakah pertemanan kita palsu?


''Kenapa kalian bekerja sama untuk menghinaku? Bukankah tujuan kami kesini untuk bertemu gadis cantik ini?'' Willy tidak habis fikir, sebagai ahli waris dari 4 klan besar, otaknya masih bekerja dengan normal, tidak sebodoh yang teman-teman palsunya katakan.


Kanaya yang akhirnya di ingat tidak bisa menahan kedutan di mulutnya. ''Akhirnya mengingatku?''


''Bagaimana bisa aku melupakan gadis cantik? Aku bahkan tidak sabar menyerahkan hatiku pdamu oke?'' Jean menatap Kanaya penuh cinta, seolah mereka adalah kekasih masa kecil.

__ADS_1


Lena yang akhirnya tidak tahan dengan kelakuan teman idiotnya segera meenarik Kanaya menjauh. ''Jangan dengarkan omong kosongnya. Dia adalah satu-satunya makhluk hidup di alam semesta ini yang bahkan berani membohongi surga.''


Kanaya hanya mengikuti tarikan gadis pendiam itu. Dia tidak merasaan niat buruk dari mereka bereempat. Mungkin mereka benar-benar dikirim oleh Atasia?


...


5 remaja berkumpul membentuk lingkaran. 2 perempuan dan 3 laki-laki, masing-masing memiliki wajah serius, kecuali Jean dan Willy tentu saja.


Setelah pertengkran tidak berguna di kampus tadi, Kanaya akhirnya mengajak mereka kembali ke apartemenya.


Mereka berkata jika mereka dikirim oleh Atasia untuk membantunya karena ternyata masalah menjadi semakin rumit.


Meskipun kesadaran dunia telah pulih, tapi anggota Tanah Hampa masih berkeliaran di dunia ini. Tidak ada gunanya membunuh mereka satu persatu, karena Tanah Hampa masih bisa mengirim anggota lain untuk menyerap energi roh dunia.


Dan alasan Tanah Hampa untuk terus menerus menyerap keberuntungan dunia dan mengganggu alur dunia ternyata karena dunia ini adalah pusat alam semesta!


Dunia ini di sebut dunia gembok karena jika dunia ini hancur, alam semesta juga akan mengalami kerusakan yang sangat parah. Kerusakan tersebut pasti sangat berdampak pada Administrasi Ruang dan Waktu, dan saat itu terjadi Tanah Hampa akan menyerang Administrasi Ruang dan Waktu dengan mudah.


''Jadi tujuan akhir Tanah Hampa adalah menghancurkan surga?'' Kanaya tidak bisa tidak bertanya.


''Bukan.'' Lou menjawab pertanyaan Kanaya masih dengan senyum lembutnya.


Jean melanjutkan. ''Tujuan mereka adalah Bintang Senja yang tersembunyi di domain Surga.'' Senyumnya masih selembut saat pertama kali bertemu, tapi Kanaya bisa melihat dengan jelas penghinaan yang terselubuung di matanya yang malas.


''Anjing tetaplah anjing.'' Willy meludah dengan menjijikan, wajahnya penuh penolakan terhadap Tanah Hampa.


''Sebenarnya masih ada masalah yang lebih serius.'' Lou bahkan kehilangan senyum lembutnya, apakah sangat serius?


Jean juga menghilangkan sifat cerboh dan malasnya, Willy yang selalu berisik juga terdiam.


Lena yang sedari tadi diam membuka mulutnya. ''2 Titik Paku telah terbuka.''


Sebagai inti alam semesta, gembok dunia pasti memiliki penjagaan yang sangat ketat. Untuk mencegah alur dunia bergejolak, Surga telah membuat 9 Titik Paku untuk menahan kerusakan. Tapi entah bagaimana 2 Titik Paku terlepas begitu saja. Administrasi Ruang dan Waktu bahkan tidak mendapatkan peringatan.

__ADS_1


Jika bukan karena Atasia yang terlalu bosan dan melakukan pengecekan untuk mencari kesibukan, mungkin masalah besar ini masih tidak di ketahui hingga gembok dunia hancur.


Tapi dengan otak pintar Atasia tidak sulit mengetahui siapa dalang dbalik ini semua. Yang menginginkan kehancuran alam semesta hanya ada orang-orang bodoh dari Tanah Hampa. Inilah alasan Atasia mengirim ahli waris 4 klan besar.


Dengan kekuatan gabungan dari talenta terbaik domain Blue Light keselamatan Kanaya dan Marvel akan terjamin hingga kekuatan mereka berdua terbangun dari belenggu.


''Kenapa Tanah Hampa sangat terobsesi dengan Bintang Senja?'' ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat ingin ditanyakan Kanaya.


Jean yang telah mendapatkan kembali sifat malas dan cerobohnya tersenyum menghina. ''Karena Zein Drag, pemimpin Tanah Hampa mengalami kerusakan jiwa yang parah setelah pertempuran 10.000 tahun yang lalu.dan untuk mengobati jiwanya, Zein membutuhkan Bintang Senja ganda.''


Kanaya mengangkat alisnya. '' Apakah hanya Bintang Senja?''


''Bintang Senja bisa membuat kekuatan Zein mampu bersaing dengan Surga.'' Lou menjawab dengan kembut.


Willy yang tidak tahan untuk diam selama 5 menit segera memasukan dirinya kedalam percakapan. ''Semua makhluk hidup pada dasarnya sama. Tidak ada yang bisa menahan godaan dari kekuatan dan kekuasaan.''


Seperti biasa, Lena hanya mengangguk menanggapi pembicaraan teman-temannya.


''Tunggu!'' Kanaya menyela, wajahnya menyerngit bingung. ''Anggota Tanah Hampa berusaha untuk menghancurkan dunia untuk merebut Bintang Senja. Jika alam semesta hancur, bukankah mereka juga ikut hancur?''


Tawa yang malas dan sexy terdengar di deluruh ruangan. ''Ada satu hal lagi yang harus kau tahu." Jean menggelengkan kepalanya penuh penyesalan, tapi matanya berbinar dengan penuh minat. ''Domain tanah hampa memiliki hierarki yang sangat kuat. Di sana hanya kekuatan yang bisa berberbicara. Dan sebagai yang terkuat di Tanah Hampa, Zein bisa memerintahkan semua anggotanya untuk melakukan apapun yang dia inginkan.''


''Apalagi, di tanah hampa semua anggotanya sudah ditanamankan slogan yang akan mendarah daging.'' Willy menyilangkan kakinya yang ramping, gairah bertarung menyala di matanya. ''Kehancuran adalah awal dimulainya kemuliaan.''


Kanaya ''...'' Apakah pemimpin Tanah Hampa neurosis?


Idiot mana yang membuat kalimat seperti itu? Kanaya tidak sabar menangkap pemimpin Tanah Hampa dan membelah kepalanya untuk melihat bagaimana bentuk otaknya.


''Kau terkejut?'' Lou yang memang berhati lembut segera menghibur gadis kecil yang jiwanya terkejut. ''Tidak apa-apa, itu normal. Saat pertama kali aku mendengar itu, aku juga sangat terdiam. Aku bertanya-tanya orang idiot mana yang keluar dari rumah sakit jiwa.''


''Sama dengaku.'' Lena masih setia menjadi latar belakang.


Kanaya ''...'' manusia sekarang sangat beragam?

__ADS_1


__ADS_2