Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Kepulangan ayahku


__ADS_3

Riko turun dari mobilnya, disusul oleh ayah dan ibunya. Mereka telah sampai dirumah, para pelayan dirumah menyabut kedatangan sang melilik rumah tersebut.


Ketika Riko mengabari kepulangan ayah dan ibunya kepada Bi Iyem kepala pelayan dirumahnya itu untuk memberitahukan kepada pelayan yang lainnya agar kamar ayah dan ibunya di bersihkan.


Ia ingin menyambut kedatangan ayah dan ibunya secara mendadak itu.


" Selamat datang tuan besar. Sapa salah satu pelayan.


" Terima kasih..!! jawab Fredi. Tolong panggilkan Chika bi.


" Baik tuan..!! kata salah satu pelayan di rumah itu.


" Chika....Chika....!!! "panggil Bertha dari bawa".


turun sayang mamah dan papah sudah pulang.Kemana sih anak itu...


" Mungkin dia lagi dikamar mandi mah..!!! kata Riko.


" Hmmmm...( jawab Bertha).


Salah satu pelayan memgetok pintu kamar Chika, ia ingin memberitahukan Chika bahwa ayah dan ibunya sedang menunggu di bawa.


Tokkkk..tokk....tokkk...


" Non..non...non Chika!!! panggil pelayan tersebut.


" Iya...!!! Chika menjawab sambil membukakan pintu.


" Apa ada Bi???


" Anuh non...!!!


" Anuh apa Bi??? ngomong yang jelas. kata chika penasaran.


" Itu non...!! ada Nyonya dan Tuan besar di bawa non. kata pelayan tersebut.


" Apa??? Chika kaget, dan langsung menuruni anak tangga..


Setelah menuruni anak tangga, Chika melihat ayah dan ibunya dan ia langsung memeluknya dengan pelukan rindu. Ia memeluk kedua orang tuanya itu dengan hangat, rasa rindu yang mendalam hatinya tidak bisa ia mendung lagi.


Ya....!!! selama ini Chika hanya tinggal sendiri di jakarta, ayah dan ibunya tinggal di singapore untuk urusan bisnis, sementara Riko juga tinggal disana. Chika hanya bertemu dengan ayah dan ibunya saat libur kuliah telah tiba, dan itu pun hanya Chika yang menyusul ayah dan ibuny diSingapora.


Ia tidak pernah benci atau kecewa akan keadaan yang ada, Chika selalu bahagia dan tidak merasa kesepian selama ini karena ia memiliki sahabat dan pelayan yang baik kepadanya.


Ia mengerti kenapa ayah dan ibunya melakukan itu, semua itu untuk memenuhi semua kebutuhan Chika.


Fredi dan Bertha pun membalas pelukan Chika dengan hangat mereka sangat bahagia bisa berkumpul lagi dengan anak-anaknya.


Terutama Bertha yang merasa bahagia, ia merasa bersalah membiarkan Chika tetap tinggal di jakarta.

__ADS_1


Bertha pun tidak bisa menahan air matanya saat melihat Chika yang sekarang begitu cantik, selama ini mereka hanya bisa bertatap wajah melalui layar handphone saja.


" Mamah kenapa nangis gitu??? tanya Chika melepaskan pelukan dari ibunya.


" Mamah hanya merasa bahagia sayang bisa bertemu dengan mu lagi..." jawab Bertha.


" Chika juga senang mah...!!! bisa bertemu papah dan mamah lagi, kenapa papah dan mamah tidak memberitahu Chika kalau mau pulang.


" Papah dan mamah sengaja sayang, ingin memberikan mu kejutan.!! kata Fredi.


" Kak Riko juga gak tau mama dan papa pulang??? tanya Chika kepada Riko.


" Kalau aku tau, pasti uda ngomong kepada mu Chik..!! jawab Riko sewot.


" Mana tau kakak kerja sama untuk memberikan Chika kejutan??? kata Chika iseng.


" Kerjaan ku banya, tidak sempat memikirkan hal-hal seperti itu. Jawab Riko.


" Oh iya....!!! aku baru tau kalau kakak ku ini orang yang sangat sibuk. Sangkin sibuknya ia lupa mencari istri.Hahahaahhaha......!!!!!kata


Chika sambil meledek kakaknya itu.


" Kau ini ya....!! jawab Riko sambil melemparkan bandal sofa yang ia pegang.


" Huuuuuhhh...😏 " kata Chika".


" Sudah..sudah kalian ini kok jadi ribut gitu....!!! sahut Fredi, melerai agar anak-anaknya tidak bertengkar lagi.


" Apa???? emang ada yang mau dengan kak Riko, cowok yang super cuek seperti ini??? jawab Chika yang masih tetap meledek kakaknya itu.


" Lihat pah !!! Papah lihat sendirikan Chika selalu meledek Riko.!! Huuhhh dasar anak kecil.Kata Riko kepada Chika.


" Anak kecil...!!!.Chika sudah gedek kali kak. Jawab Chika yang tetap meledek Riko😛.


" Kau ini!!! kata Riko kesal.


" Sudah...sudah...dong nak !!! kalian jangan seperti anak kecil seperti itu dong sayang.Kata Fredi.


" Riko kamu istirahat saja nak...!!! Ini sudah malam, lagian kamu besok ada meeting pentingkan??? kata Fredi.


" Iya pah...!!! Besok Riko ada meeting penting dengan perusahaan asal Malaysia itu. Jawab Riko


" Iya nak...!!!! dan kamu jangan lupa soal pertemuaan kamu besok, kamu harus kelihatan tampan sayang. Kata Fredi


" Oh iya nak...!!! Kamu tidak makan dulu sayang??? kata Bertha.


" Bentar lagi aja mah, Riko masih kenyang?? jawab Riko


" Baiklah sayang, kalau kau lapar panggil bi Iyem saja ya...!! kata Bertha.

__ADS_1


Riko pun pamit kepada ayah dan ibunya untuk beristirahat dahulu ia pergi kekamarnya, ingin membersihkan diri. Sementara Chika masih ingin terus bersama orang tuanya, ia ingin berbincang-bincang kepada ayah dan ibunya soal berjodohan kakaknya itu.


" Mah..!!! emang siapa gadis yang akan menjadi calon kakak ipar ku itu??? tanya Chika kepada Bertha ibunya.


" Nanti juga kau akan tau sayang..!! jawab Bertha.


" Isss mamah...!!! kok gitu sih??? Chika kan ingin tau. kata Chika dengan wajah cemberut.


" Nanti saja sayang, tidak baik kalau kita bicarakan itu sekarang. Sambung Fredi.


" Tapi pah?? kata Chika yang masih berusaha merayu ayah dan ibunya.


" Sudahlah sayang...!!! lebih baik kau ceritakan saja bagaimana kuliah mu saat ini. " kata Fredi


" Kuliah Chika baik-baik saja pah..!! jawab Chika.


" Bagus lah kalau begitu.!! kata Fredi kepada Chika.


Chika, Fredi dan Bertha masih berbincang-bincang di ruang keluarga, Chika menceritakan kepada orang tuanya tentang kuliahnya dan para sahabatnya dan rencana ia akan melanjutkan studi S2 nya di inggris.


Dirumah Andini.


Di sisi lain Andini sudah mempersiapkan kejutan kecil untuk kepulangan ayahnya, ia memasak makanan kesukaan ayahnya.


Ya...selain cantik, pintar dan baik hati, Andini juga sangat pintar memasak. Setiap orang yang sudah mencicipi masakannya, pasti akan menyukainya itu kelebihan dari seorang Andini.


Ia memasak beberapa menu makanan kesukaan ayah dengan di bantu oleh dua pelayan segaligus.


Melisah yang melihat anaknya memasak untuk suaminya itu pun membantunya, ia membantu menyiapkan makanan kesukaan suaminya itu.


Dalam jangka waktu 1 1/2 jam mereka selesai memasak.


Kini semua hidangan sudah selesai, mereka menghias meja makan itu agar rapi dan menarik.


Andini yang melihat semuanya cukup sempurna pun merasa senang. Ia pun melihat dirinya sendiri cukup kotor, balik kekamar dan mengganti pakaiannya.


Setelah selesai, ia turun kembali ke bawah untuk menyambut ayahnya.


Tempat pukul 20.45 WIb, mobil Endang masuk kedalam rumah, Andini yang mendengar suara mobil ayahnya itu langsung senang. Ia berlari untuk membukakan pintu, dan menyabut ayahnya itu dengan pelukan hangat .


Ia senang sekali bisa berkumpul kembali dengan ayahnya.


Dan begitu juga dengan Endang yang sudah sangat rindu akan bertemu dengan putrinya tersebut.


Endang sangat mencintai putrinya tersebut, karena Andini adalah anak tunggal setelah dua tahun kelahirannya. Ibunya Andini divonis tidak bisa memiliki anak lagi, itu karena ada kista di di rahim ibunya. Endang dan Melisa yang mendengar perkataan dokter itu pun menjadi sedih, tapi mereka tetap bersyukur karena Tuhan memberikan putri yang cantik dan penurut seperti Andini.


BERSAMBUNG....


MOHON DUKUNG KARYA SAYA TERUS YA....

__ADS_1


GBU


__ADS_2