
" Tapi setelah kau mendapatkan apa yang kau inginkan dari diri ku, kau malah mencampakkan ku begitu saja hah...!!! kata Rika dengan emosinya." Andini berusaha menenangkan Rika, ia berdiri dan menghampiri Rika agar ia mau meredamkan emosinya terhadap Reyhan.
" Tenang lah Rik, jangan mempermalukan diri mu sendiri. Kita sudah menjadi nontonan orang di sini, kata Andini dengan lembut agar Rika mau mendengarkan kata-katanya dan meredamkan emosinya itu."
" Bagaimana aku bisa tenang mendengarkan perkataan orang ini, ingin sekali aku membu**hnya, kata Rika yang memalingkan wajahnya dari hadapan Reyhan dan sedikit menjauh dari hadapannya Reyhan." Reyhan yang melihat situasi seperti ini, hanya bisa diam dan tidak berkata apa-apa. Dalam benaknya ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Rika dan kembali kepelukan Andini. Akan tetapi dengan keadaan Rika yang sedang hamil seperti ini ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan Andini juga tidak ingin bersamanya lagi.
" Sudah lah, kita selesai masalah ini dengan kepala dingin, duduk dan tenangkan hati mu. Mari kita bicarakan masalah ini dengan baik-baik, di sini aku lah yang paling sakit. Aku mengerti keadaan mu, kata Andini kepada Rika."
Rika yang mendengar perkataan Andini tadi menjadi luluh dan merasa bersalah, akibat ia mau bermain api dengan Reyhan dan membohongi Andini sampai mengand*ng anak Reyhan. Ia pun meminta maaf akan kesalahannya yang sudah merusak hubungannya dengan Reyhan, Rika memeluk Andini dan menangis di pelukan Andini.
" Maafkan aku An..!! aku yang salah di sini, aku tahu jika Reyhan sudah memiliki kekasih tapi aku masih mau menjalin cinta dengannya sehingga aku mengand*ng anaknya, maafkan aku An...!!! kata Rika dengan menangis di pelukan Andini." Reyhan yang melihat keadaan itu pun masih saja terdiam, ia bingung harus bagaimana.
" Tidak apa-apa, mungkin Reyhan bukanlah jodoh ku, aku harap kau mempertahankan anak ini, jangan sia-sia kan dia. Anak yang ada di rahim mu itu tidak salah apa-apa, jangan hukun dia atas kesalahan Reyhan, jawab Andini berusaha menghibur Rika agar tidak sedih dan menangis lagi."
" Hmm....!!! kau sungguh baik An...!! aku merasa malu kepada mu, kau mau membantu wanita seperti ku, kata Rika."
" Sudah lah, lebih baik kita bicarakan masalah ini lagi dengan Reyhan, kata Andini."
" Hmmmm...!! jawab Rika yang sudah tenang dan menghapus air matanya."
Reyhan yang melihat Andini dan Rika kembali duduk di hadapannya pun berkata kepada Rika dan juga Andini.
__ADS_1
" Baik lah, kau tidak perlu menangis lagi, aku akan bertanggung jawab akan anak ini, dan aku juga akan menikahi mu, kata Reyhan kepada Rika dan juga di hadapan Andini."
Andini yang mendengar perkataan Reyhan itu menjadi sakit hati, tiba-tiba ia merasakan jantungnya ingin cobot, dan berdetak tidak karuan, ia seakan tidak sanggup lagi menopang tubuhnya karena jujur di dalam hatinya ia masih sangat mencintai Reyhan. Akan tetapi Andini berusaha tetap tegar, dan melemparkan senyum di bibirnya kepada mereka berdua, pada hal ia ingin sekali menangis tapi ia tetap menahan air matanya agar tidak jatuh.
" Kau dengar itu kan Rik, ia mau bertanggung jawab akan perbuatannya. Aku harap kalian jangan melibatkan aku lagi dalam masalah kalian. Aku dan Reyhan mulai detik ini tidak ada hubungan lagi, dan aku juga akan segera menikah dengan pria pilihan ayah ku. Dan untuk mu Rey...!!! selamat menjalani hidup mu, aku harap kau tidak akan menyakitinya seperti kau menyakiti ku, aku harap kau bahagia bersamanya, kata Andini yang tidak tahan lagi menahan air matanya, kini hatinya telah hancur berkeping-keping ia pun menagis di hadapan Rika dan juga Reyhan"
Reyhan yang mendengar perkataan Andini ikut menangis, ia tidak kuasa menahan air matanya, akan tetapi ia hanya bisa terdiam dan melakukan apa-apa. Dan ia mengingat semua saat mereka bersama dan kini mereka harus berpisah oleh kesalahannya sendiri, Andini merupakan cinta pertamanya Reyhan dan juga pacar pertamanya itu yang menyebabkan ia sangat sulit melepaskan Andini.
" An....!!! maafkan aku, aku seharusnya tidak melakukan ini kepada mu, aku mohon maafkan aku, jawab Reyhan sambil meneteskan air mata."
Rika yang baru pertama kali melihat seorang pria menangis di hadapan seorang wanita pun menjadi tersentuh. Dan juga sedikit terluka ia baru menyadari bahwa selama ini hatinya Reyhan hanya milik Andini seorang, ia memang telah memilik tubuhnya Reyhan akan tetapi tidak hatinya. Rika pun hanya diam terduduk menyaksikan Reyhan dan Andini saling menangis.
Andini pun berpamitan kepada Rika, ia pergi meninggalkan mereka berdua, sambil membawa bil makanan yang ia pesan tadi. Rika dan Reyhan pun hanya terdiam saat Andini pergi, mereka tidak saling bicara. Dan saat Reyhan hendak pergi dari hadapan Rika, Rika memanggilnya.
" Mau kemana kau ?? tanya Rika kepada Reyhan."
" Kau tenang saja, aku tidak akan mengejarnya. Aku hanya ingin menemui teman kuliah ku, dan nanti malam datang lah kerumah ku, aku akan membicarakan ini kepada mamah dan papah ku, kata Reyhan dengan nada suara yang datar."
" Tapi aku tidak alamat rumah mu, balas Rika."
" Nanti aku akan kirimkan alamat rumah ku lewat WA, kata Reyhan."
__ADS_1
Reyhan pun pergi meninggalkan Rika seorang diri menujuh mobilnya ia ingin pergi ke kampunsnya lagi, dan ingin berjumpa kepada Ferdi teman satu kelompoknya untuk membahas malasah tugas mereka yang dari pak Martin.
Di sisi lain Andini pergi menujuh rumahnya, ia sedang tidak ingin kuliah. Ia ingin beristirahat dirumahnya dan menangis sepuasnya. Sementara Rika juga pergi dari cafe tersebut ia pergi menujuh apartemennya untuk beristirahat.
Dan di sisi lain Reyhan telah bertemu dengan Ferdi sang ketua kelompok, ia menghampiri Ferdi untuk bertanya soal tugas yang telah si berikan oleh Pak Martin kepada mereka.
" Heiii Rey...!!! kau dari mana saja, kata Ferdi kepada Reyhan."
" Sorry bro, aku ada masalah ini, makanya gak bisa tepat waktu datang, kata Reyhan dengan alasan."
Alasan saja kau Rey, bilang aja kau sibuk mengurus kedua pacar mu itu, kata Ferdi dalam hatinya.
" Ohhh...!!! sory banget Rey, aku tidak bisa membantu mu kali ini, teman-teman yang lainnya tidak mau menunggu mu. Jadi kami sudah memberikan tugas itu kepada Pak Martin, tanpa kehadiran mu, kata Ferdi dengan tegas."
Reyhan kaget mendengar perkataan Ferdi tersebut, ia tidak menyangka bahwa ia akan mengulang lagi di tahun depan.
Bersambung
Tetap dukung karya saya teman-teman....
Terima kasih😁😁😁
__ADS_1