
Andini kaget melihat Riko makan sampai tiga porsi banyaknya, ia sampai tidak menyangka bahwa seorang Riko mampu sebanyak itu.
" Wawww..!!! kak Riko apa masih belum kenyang?? kata Andini kepada Riko sedang menikmati makanannya.
" Kayaknya sudah tidak muat lagi di perut ku, kata Riko.
" Aku kira belum kenyang juga, pada hal tadi aku pesan lagi buat mu, kata Andini kepada Riko.
" Sudah cukup An...!!! aku kenyang sekali, baru kali ini aku makan sebanyak ini, jawab Riko.
" Oh ya kak, selama ini kak Riko apa jaga pola makanan?? tanya Andini.
" Gak sih, cuma aku memang tidak terlalu banyak makan saja, tapi entah mengapa kali ini aku makan banyak sekali seperti orang yang tidak makan beberapa hari saja, jawab Riko.
" Hmmmm....!!!! jawab Andini dengan senyum manisnya. Oh ya kak, apa kak Riko mau kita jalan-jalan di sini, kata Andini.
" Tidak An...!!! apa kau mau jalan-jalan atau mau nongkrong di mana gitu, tanya Riko.
" Tidak usah kak, aku tidak terlalu suka keramaian. Malam ini malam minggu jadi kelihatannya rame sekali, jawab Andini.
" Iya juga sih, ya udah kalau gitu kita pulang saja An...!!! aku ingin ketanam atas rumah mu, kata Riko.
" Baik lah kalau gitu kak, jawab Andini.
" Oh ya aku bayar dulu makanannya, kata Riko
" Hmmm...
" Berapa bu makanan saya, tanya Riko kepada ibu penjual Nasi Bebek Madura itu.
" Apa saja tadi pesanannya mas, jawab ibu sang penjual itu.
" Nasi Bebeknya 4 porsi, minumnya jeruk hanget 2 dan 5 sate telur puyuh, kata Andini yng menjelaskan apa saya yang mereka makan tadi.
" Jadinya 140 ribu mbak, jawab ibu penjual itu.
Riko pun mengeluarkan isi dompetnya dan mengambil dua lembar uang seratus ribu dan memberikan uang itu kepada sang penjual Nasi Bebek itu.
" Ini bu...!! kata Riko sambil memberikan uang kepada ibu sang penjual nasi bebek itu.
" Kembali 60 ribu ya mas, jawab ibun itu.
__ADS_1
" Ambil saja kembaliannya bu, masakan ibu enak dan saya suka. Lain kali saya akan satang kemari lagi bersama calon istri saya ini, jawab Riko kepada ibu penjual itu.
" Terima kasih ya mas, wes mbak ne beruntung banget bisa mempunyai calon suami seperti mas ini, sudah ganteng, baik lagi, kata ibu itu.
" Akh....!!! ibu ini bisa saja, jawab Riko sambil pergi meninggalkan ibu penjual nasi Bebek itu.
" Iya, sama-sama mas, kata ibu itu.
Kini Andini dan Riko berjalan bersama menujuh mobil, setelah memasuki mobilnya. Riko menanyai Andini apakah ia mau pulang apa gak.
" An....!!! apa kau mau pulang?? tanya Riko kepada Andini.
" Emang kita mau kenapa lagi kak?? tanya Andini."
" Mana tahu kau ingin kesuatu tempat, kata Riko."
" Tidak kak, lagian ini sudah malam, lebih baik kita pulang."
" Baik lah kalau gitu. kata Riko sambil menyetiir kearah rumah Andini.
Di sisi lain, Reyhan sudah pulang setelah membuntuti Riko dan Andini, ia penasaran akan lelaki yang ingin di jodohkan dengan Andini.
Setelah selesai membuntuti mereka, Reyhan pulang kerumahnya. Ia ingin memberitahukan keluarganya tentang masalah yang mereka hadapi.
Karena kebetulan juga ayahnya Reyhan telah tiba di rumah setelah beberapa bulan tugas di luar kota untuk kepentinga lain. Reyhan membuka pintu rumahnya, dan melihat Rika telah duduk bersama kedua orang tuanya dan juga adiknya.
" Eeehhhh....!! Anak papah, sudah pulang sayang, kata ayahnya Reyhan.
" Iya pah..!! papah juga baru pulang ?? gimana kabarnya pah?? tanya Reyhan.
" Baik sayang, kau sendiri gimana kabar mu dan juga kuliah mu?? jawab ayahnya Reyhan.
" Baik juga pah, kata Reyhan.
" Oh ya Rey...!!! ini teman kuliah mu dari tadi sudah menunggu mu dari tadi, kata mamahnya Reyhan.
" Iya mah, Reyhan tahu. Kata Reyhan kepada ibunya sambil duduk di samping ibunya.
" Apa kau minum sayang,?? tanya ibunya Reyhan.
" Boleh lah mah, Reyhan mau teh hangat aja, kata Reyhan.
__ADS_1
Ibunya Reyhan pun memanggil salah satu ARTnya untuk membuatkan segelas teh hangat untuk Reyhan yang baru saja tiba. Dan tidak lama setelah itu ART tersebut membawakan segelas minunan untuk Reyhan.
" Mah, pah sebenarnya ada yang ingin Reyhan kata kepada mamah dan papah, kata Reyhan dengan wajah yang serius.
" Apa yang ingin kau bicarakan sama mamah dan papah sayang, kata Irawati ibunya Andini."
" Gi..gini mah, kata Reyhan dengan gugupnya."
" Kenapa kau gugup gitu Rey, kata Dr. Tomi ayahya Reyhan."
" Gini mah, dan papah. Sebenarnya Reyhan ada masalah besar, kata Reyhan dengan nada suara yang gugup."
Sementara Rika hanya diam, ia tidak bisa berkata-kata apa-apa di depan kedua orang tua Reyhan.
" Sebenarnya ada masalah apa Rey?? kenapa kau gugup begitu, dan juga Rika ini siapa mu?? tanya Irawati."
" Gini mah, sebenarnya Rika ini sedang mengandung anak Reyhan."
Irawati dan Tomi mendengar itu menjadi marah, mereka tidak menyangka bahwa Reyhan bjsa menghamili seorang gadis. Tentu saja Irawati yang pertama geram mendengar perkataan Reyhan tadi.
" Apa maksud omongan mu tadi Rey?? kata Tomi
" Iya pah, Rika ini sedang mengandung anak Reyhan. Kata Reyhan"
" Apa kau tidak punya pikiran Rey?? bagaiman bisa kau menghamili seorang gadis seperti ini, kata Irawati."
" Maafin Reyhan mah, kata Reyhan."
Rika yang melihat situasi ini tidak tahan menahan air matanya. Ia menangis dengan tersedu-seduh, dan Rika pun malu saat ini. Dan tentu saja Irawati memandang sinis terhadap Rika, begitu juga dengan Jessika adiknya Reyhan, ia pun memandang sinis terhadap Rika ia menganggap Rika itu gadis murahan yang mau di t*d*ri oleh lelaki.
" Maaf?? kau masih kuliah Rey, sebentar lagi kau akan wisuda?? kata Irawati."
" Reyhan juga ada masalah di kampus mah, kata Reyhan."
" Apa maksud mu, kau ada masalah lagi di kampus ?? kata Tomi dengan nada suara yang tingggi."
" Kau ini bagaimana mah, kok bisa anak-anak banyak masalah seperti ini, kata Tomi yang marah dengan istrinya."
" Kenapa papah malah nyalahi mamah, kata Irawati yang tidak terima saat di salahkan karena masalah Reyhan tersebut."😡
" Kau yang di rumah selama ini, gak mungkin aku menyalahkan orang lain, kata Tomi kepada Irawati."
__ADS_1
" Terus kau menyalahkan ku karena aku dirumah terus, kata Irawati yang juga marah."
Bersambung