
Di pagi hari yang cerah ini, Reyhan terbangun dengan senyuman yang ceria nya. Ia sangat bersemangat di pagi ini, ia berangkat kerja lebih awal. Tepat pukul 07.00 WIB, Riko telah tiba di kantor nya. Senyum indah dan manis selalu ia pancarkan kepada siapa saja yang bertemu dengan nya. Bahkan Dewi seketaris nya Riko merasa heran akan perubahan sifat Riko yang terlihat ceria tidak seperti biasa nya, yang terlihat dingin kepada siapa pun.
" Pagi Pak...!!! kata Dewi yang memasuki ruang kerja Riko."
" Pagi juga....!!!! kata Riko dengan senyuman manis nya."
" Ini Pak...!! saya bawa dokumen yang bapak perlukan, kata Dewi yang memegang beberapa dokumen penting di tangan nya."
" Iya....!!!! letakkan saja di sini, jawab Riko yang menunjuk kan ke arah meja kerja nya."
" Iya Pak...!! jawab Dewi kembali."
" Apa ada yang bisa saya bantu lagi pak?? kata Dewi."
" Tidak ada...!! kau bisa pergi, kata Riko."
Setelah itu Dewi pergi meninggalkan Riko seorang diri di ruangan nya. Sedangkan Riko lagi sibuk mengurus segala pekerjaannya, di sisi lain Andini baru selesai sarapan. Ia hendak pergi ke kampus dengan pakaian rapi nya.
45 menit berlalu, Andini telah tiba di kampus nya. Saat itu ia tidak sengaja bertemu dengan Reyhan di parkiran mobil. Mereka saling bertatapan dengan akan tetapi Andini hendak berlalu pergi berlalu dari hadapan Reyhan. Tetapi dengan cepat Reyhan menahan Andini agar tidak pergi dari hadapan nya.
" Lepaskan....!!! kata Andini dengan kasar dan menghempaskan tangan Reyhan."
" Aku ingin bicara penting dengan mu, kata Reyhan."
" Tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, jawab Andini."
" Tapi aku ada, jawab Reyhan kembali."
" Apa lagi yang ingin kau bicarakan??? balas Andini dengan memalingkan wajahnya dari pandangan Reyhan."
" Aku masih ingin kita bersama kembali An...!!! aku benar-benar tidak bisa melupakan mu, kata Reyhan."
" Hekkkkkk........!!!!
aku bosan mendengar kan semua itu, lebih baik kau urus saja anak mu dan juga calon anak mu, jawab Andini dan berlalu dari hadapan Reyhan."
Akan tetapi Reyhan belum puas bicara dengan Andini ia pun berlari dan pergi meninggalkan Reyhan seorang diri.
" An......!!!!
Andini.........!! teriak Reyhan sambil memanggil Andini."
Tetapi Andini tidak menghiraukan Reyhan, ia hanya berlalu dan pergi meninggalkan Reyhan seorang diri.
__ADS_1
Di sisi lain Chika dan Bella sudah sedari tadi menunggu kehadiran Andini, karena Chika ingin membantu Andini untuk tampil cantik di malam ini, karena malam ini adalah perkenalan calon menantu di keluarga Tjandiwibowo.
Keluarga yang cukup di segani oleh para pembisnis lainnya, Chika dan Bella melihat Andini sedang berlari ketakutan dari kejauhan, mereka memanggil Andini.
" Andini.....!!! panggil Chika."
Sontak Andini menoleh kebelakang, mendengar nama nya di panggil seseorang. Ia pun melihat bahwa yang memanggilnya ialah para sahabat nya. Andini pun menghampiri kedua sahabat nya itu dengan wajah yabg pucat.
" Ada apa An....!!! kok wajah mu pucat gitu ?? tanya Bella yang heran melihat wajah sahabatnya itu."
" Iya An....!!! ada apa?? tanya Chika kembali yang penasaran akan apa yang terjadi kepada Andini."
" Tadi aku ketemu dengan Reyhan, jawab Andini dengan nada yang ketakutan."
" Apa??? kata Bella kaget "
" Mau apa lagi sih tuh orang, kata Chika yang kesal akan sifat Reyhan."
" Apa dia mau minta balik lagi An...!!! tanya Bella."
" Hmmmm......!!! jawab Andini."
" Apa itu orang gak punya perasaan apa??? dia kan udah punya istri dan istri nya juga lagi hamil, bisa-bisa nya dia mau minta balik. Dasar gak punyak otak dia itu, kata Chika dengan nada yang sangat kesal akan sifat Reyhan kepada Andini yang merupakan calon kakak iparnya."
" Kau kakak Riko tahu dia masih ganggu hiduo mu, udah kelar itu hidupnya sih Reyhan. Kata Chika.".
" Sudah lah Chik, jangan gak usah di bahas lagi soal Reyhan. Dan aku mohon jangan sampe kak Riko tahu soal ini, kata Andini."
" Sudah tenang aja An...!! aku gak bakalan kasih tahu kak Riko tentang masalah ini, kata Chika."
" Ya sudah lah, gak usah di bahas lagi tentang dia, lebih baik kita masuk. Kata Bella."
" Iya ....!!! kata Chika."
" Hmmm....!!! jawab Andini."
Mereka pun pergi menujuh ruangan mereka, saat ini Reyhan telah masuk kampus kembalk. Akan tetapi ia tidak bisa mengikuti kelas dari pak Martin. Ia pun berniat untuk meminta maaf kepada pak Martin dan berharap ia tidak mengulang lagi di tahun ini.
Akan tetapi Pak Martin merupakan dosen yang sangat tegas, bila ia berkata tidak maka apa pun yang terjadi tetap tidak. Untuk itu Reyhan berinisiatif untuk menghubungi ayahnya dan meminta bantuan dari Tomi ayahnya Reyhan.
Reyhan pun menelepon ayahnya, ia meminta supaya ayahnya datang kekampus dan menyelesaikan masalahnya dengn Pak Martin.
" Hallo Pah....!! kata Reyhan."
__ADS_1
" Iya Rey...!!! ada apa nak?? kata Tomi."
" Pah....!!! ada yang mau Rey katakan sama papah, kata Reyhan yang mulai serius."
" Apa itu??? kok kelihatannya serius sekali, jawab Tomi."
" Iya pah...!!! sebenarnya Rey......!! kata Reyhan yang tidak melanjutkan perkataan nya."
" Sebenarnya apa nak??? jangan buat papah khawatir seperti itu, kata Tomi."
" Sebenarnya, Rey ada masalah pah di kampus. Kata Reyhan dengan nada yang sedikit ketakutan."
" Masalah??? masalah apa lagi yang kau perbuat saat ini Rey??? kata Tomi."
" Maaf kan Reyhan Pah, tapi ini masalah nya serius. Reyhan ada masalah dengan salah saru dosen di sini pah, kalau tidak diselesaikan sekarang. Tahun ini Rey tidak akan wisuda pah, bisa-bisa Rey ngulang lagi ketahun depan, kata Reyhan yang menjelaskan kepada ayahnya."
" Kau ini yah, selalu membuat papah pusing. Kata Tomi dengan nada kesal."
" Maafin Reyhan pah...!!! jawab Reyhan yang merasa bersalah kepada ayahnya."
" Ya sudah, papah akan coba membantu mu, kata Tomi."
" Baik pah, Rey tunggu papah di sini, jawab Reyhan."
Tomi mematikan telepon dari putra nya, ia heran kenapa Reyhan banyak sekali masalah dengan hidupnya. Ia tidak menyangka bahwa putra nya ini menjadi membuat masalah. Tomi pun berangkat dari tempat kerja menujuh kampus anaknya. Ia menelepon istrinya yang juga sedang bertugas di salah satu rumah sakit besar di Jakarta.
Tomi mengingatkan istri untuk mempersiapkan segalanya untuk menghadiri acara Fredi, sahabat nya itu.
Sedang Riko masih sibuk dengan segala dokumen yang menumpuk untuk ia kerjakan, ia ingin segera menyelesaikan segalanya agar secepat mungkin bertemu dengan Andini.
Bersambung......
MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA YA TEMAN-TEMAN.....
MAAF TELAT UP DATE... .
JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMEN NYA....
BAGI YANG SUDAH LIKE SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK....
SEMOGA YANG LIKE DAPAT REJEKI YANG BERLIMPAH.....
GBU
__ADS_1