Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
PART 56


__ADS_3

Kalung indah yang bertata berlian dan di lapis oleh emas putih terlihat indah di leher Andini. Dan kalung tersebut bertuliskan inisial nama mereka AR.


Andini yang mendapat kalung mewah itu, menjadi tersentuh oleh sikap Riko yang manis. Ia memalingkan pandangannya ke arah Riko dan penatap Riko dengan penuh arti.


" Kenapa menatap ku seperti itu?? bisik Riko di telinga Andini."


" Terima kasih kak, kau sungguh baik kepada ku, kata Andini dengan mata yang masih menatap hangat Riko."


" Itu karena aku sangat mencinti mu sayang, aku rela melakukan apa pun untuk mendapatkan cinta dari mu, kata Riko yang tanpa malu berlutut di depan Andini.


Ya....!!! Riko bertutut tepat di hadapan Andini, sedang Andini masih duduk di sofa dengan menatap Riko yang sedang berlutut memohon cinta kepadanya.


" Kak...!!! tolong jangan seperti ini, aku tidak mau kau memohon seperti ini kepada ku, jawab Andini."


Riko yang mendengar perkataan Andini tadi tidak memperdulikan perkataannya, ia masih saja berlutut.


Andini merasa tidak enak akan sifat Riko tersebut, ia berusaha untuk membuat Riko duduk di sampingnya dan Riko pun menuruti perkataanya. Saat ini mereka telah duduk bersama di sofa, Riko membelai lembut pipi Andini dan mengecup pipinya dengan penuh cinta.


Andini membiarkan pipi di kecup oleh Riko, karena di dalamnya telah tumbuh benih-benih cinta di untuk Riko, perlahan ia mulai lupa akan cinta kepada Reyhan.


" Jangan tinggalin aku An...!! karena aku sangat mencintai mu dengan sepenuh hati ku, aku ingin hidup bersama mu, kata Riko dengan tatapan cinta di matanya."


" Hmmmm...!!! Andini memeluk tubuh Riko dengan erat, ia merasa nyaman saat Riko bersamanya."


Riko yang mendapat pelukan dari Andini pun membalasnya pelukanya dengan erat. Ia merasa bahagia saat Andini memperlakukannya dengan demikian.


" Hari ini aku bahagia sekali An...!!! aku tidak bisa berkata apa-apa sangkin bahagianya, kata Riko dengan penuh senyuman di bibirnya."


" Hmmm....!!! aku juga bahagia kak, karena semua perhatian yang kau berikan kepada ku, balas Andini."


" Itu karena aku benar-benar mencintai mu An...!! sejak aku pertama kali melihat mu, aku sudah menaruh hati terhadap mu, tapi...


Riko tidak meneruskan perkataannya sebab ia tidak ingin menyinggung Reyhan lagi dalan hubungan mereka.


" Tapi apa...!!! tanya Andini yang penasaran._"


" Tapi aku selalu mencintai mu, jawab Riko yang mengalihkan perkataannya tadi."


Kini waktu telah menunjukan pukul 23.15 WIB, ini sudah terlalu malam untuk waktu bertamu.


Andini yang melihat jam sudah menunjukan pukul 23.15, ia berkata kepada Riko.


" Kak, ini sudah malam. Apa kau tidak ingin pulang ?? tanya Andini kepada Riko."

__ADS_1


" Apa kau sudah bosan melihat ku di sini, jawab Riko dengan nada bercanda."


" Bukan...!! tapi aku takut, kalau kau nanti kelamaan pulangnya, jawab Andini dengan gugup yang menjelaskan maksud perkataanya tadi."


" Oh........!!! berani kau khawatir akan diriku, kata Riko kembali yang masih saja menggoda calon istrinya tersebut."


" Bukan begitu maksudnya, jawab Andini dengan malu-malu."


Riko yang menyadari bahwa calon istrinya itu sedang malu, tidak berhenti menggodanya hingga mereka tertawa bersama di ruang tamu.


" Baik lah sayang, aku pulang dulu ya. Besok aku akan pergi ke kantor untuk menghadiri rapat penting, kata Riko dengan wajah yang sedikit kecewa karena ia tidak ingin berpisah dengan Andini."


" Baik lah kak, hati-hati di jalan, jawab Andin.i."


Riko dan Andini pun berjalan menujuh pintu ruang utama, saat mereka sudah di depan pintu Riko meminta sesuatu kepada Andini.


" An....!! apa boleh aku meminta satu hal kepada mu?? tanya Riko."


" Minta apa kak?? balas Andini."


" Aku ingin memeluk mu satu kali lagi, jawab Riko."


" Hmmmm....!!! kata Andini yang menandakan bahwa ia mau di peluk oleh Riko."


Saat sedang di kamarnya Andini mengambil handphone miliknya yang terletak di meja riasnya. Ia menatap layar handphonenya dan melihat panggilan masuk dari Reyhan.


Ada 250 panggilan di handphone Andini dari Reyhan. Dan 30 pesan Wa dan 10 pesan biasa dari Reyhan untuk Andini. Tapi Andini mengabaikannya, tidak satu pun pesan dari Reyhan yang di balas olehnya.


Andini duduk di meja riasnya dan memakai berbagai skincare yang ia punya, dan ia terhenti saat menyentuh kalung memberian Riko yang mencuri perhatiannya.


Ia melihat kalung itu dengan senyum-senyum, dan melihat inisial nama mereka. Tentu saja Andini sangat bahagia, ia merasa sangat di cintai oleh Riko.


Dan saat ia masih memperhatikan kalung memberian Riko tadi, tiba-tiba hp nya berderingπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“žπŸ“ž


Andini melihat hp dan melihat siapa yang menelepon dan dengan wajah yang bahagia Andini mengangkat telepon tersebut.


Dan ternyata yang menelepon dirinya merupakan Riko, Andini pun mengangkatnya dengan senyuman manis di bibirnya.


" Hallo...!!! kata Andini."


" Iya hallo sayang, kata Riko."


" Apa kau sudah tidur, kata Riko lagi."

__ADS_1


" Belum, aku lagi makai skincare malam ku, jawab Andini."


" Oh...!!! baguslah kalau gitu, biar kau tambah cantik, balas Riko."


" Hmmmm...!!! apa kau sudah sampai di rumah kak?? tanya Andini."


" Tidak...!!! aku masih di jalan, aku merasa kangen dengan mu, kata Riko yng masih saja menggoda Andini."


" Kita kan barus saja bertemu, jawab Andini"


" Ya....!!! mau gimana lagi sayang, habis kau sangat mengangeni, kata Riko yang masih saja menggoda calon istrinya itu."


Andini yang tahu bahwa Riko sedang menggoda hanya tertawa.


" Kau ini, masih saja terus menggoda ku, jawab Andini yang merasa malu."


" Aku tidak menggoda mu, aku berkata yang sejujurnya, kata Riko."


" Hmmmm.....!!! tidak baik menelepon sambil menyetir sepeeti ini kak, kata Andini."


" Iya....!!! ya sudah sayang, aku tutup teleponnya dulu ya, selamat malam, kata Riko yang mengakhiri percakapan mereka."


" Iya...!!! selamat malam juga, jawab Andini."


Teleponnya telah di akhiri, dan tidak lama kemudian hp Andini pun berbunyi kembali, ia mengira bahwa yang meneleponya itu adalah Riko ia pun berjalan dengan senyum manis di bibirnya.


Dan setika senyuman itu luntur dari bibirnya, ketika ia melihat layar hp nya bahwa yang meneleponnya ia Reyhan.


Karena merasa kasihan dengan Reyhan akhirnya Andini pun mengangkat telepon dari Reyhan.


Rupanya kini Reyhan telah berada tepat di halaman rumah Andini, ia bertemu dengan Andini.


" Hallo An....!!! kata Reyhan dengan wajah yang bahagia."


" Iya...!!! balas Andini dengan wajah malasnya."


" Aku sekarang ada di depan rumah mu, keluar lah ada yng ingin aku bicarakan An....!!! kata Reyhan."


" Aku sedang tidak ingin bertemu dengan mu Rey, ini sudah malam. Kata Andini dengan nada yang sedikit kesal.


Bersambung.


Mohon tetap dukung karya saya teman...

__ADS_1


dan terima kasih buat yang sudah mendukung dan membaca karya saya.


__ADS_2