
" Baik lah Jang, aku akan ke kamar nona Andini. Kau kembali lah ke pos sekarang juga, kata Bi Ida."
Wanita paruh baya itu pun pergi menujuh kamar Andini kembali.
" Baru saja tadi tuan Reyhan tadi yang menelepon nona Andini, sekarang yang datang ke rumahnya tuan Riko. Hmmmmmm....
anak mudah jaman sekarang, kata Bi Ida dengan dirinya sendiri."
Bi Ida kembali menaiki anak tangga menujuh kamar Andini. Bi Ida masih melihat Andini teleponan dengan Reyhan mantan kekasihnya.
Ia pun tidak berani untuk mengetuk pintu kamarnya Andini, sehingga Bi Ida memutuskan untuk menunggu Andini selesai bertelepon.
" Sudah lah Rey...!!!
aku tidak baik kau seperti ini, jangan sia-siakan calon anak mu, kata Andini."
" Aku tetap akan menyayangi anak itu, tapi tidak dengan ibunya." Kata Reyhan."
" Terserah kau saja, kata Andini."
" Hmm....!!! aku ingin bertemu dengan mu sebelum aku menikah An....!!!! kata Reyhan."
" Terserah lah, jawab Andini sambil menutup telepon nya."
Bi Ida yang sedari mendengar percakapan antara Andini dan Reyhan pun tahu bahwa Andini selesai menelepon dengan Reyhan.
Ia bergegas mengetuk pintu kamar Andini,
tokk....
tokkk
" Non...
non Andini....
non....!! kata Bi Ida dari balik pintu kamar Andini."
" Kenapa Bi....!! jawab Andini dari balik pintu kamar sambil membuka kan pintu kamarnya."
" Anu non....
di bawa ada tuan Riko, kata Bi ida."
" Ya Tuhan.....!!!
kenapa dia datang malam-malam begini, jawab Andini."
" Tidak tahu non, mungkin dia kangen sama calon istrinya, kata Bi Ida kepada Andini.
" Husss......!!!
__ADS_1
Bi Ida bisa aja, ngomong gitu sama saya." Kata Andini kepada Art nya itu."
" Ya non....!!!
saya balik ke kamar lagi, mau istirahat dulu. Kalau non Andini butuh sesuatu panggil saya saja, kata Bi Ida sambil."
" Iya Bi...!! makasih ya, kata Andini."
" Iya sama-sama non, kata Bi sambil meninggalkan Andini seorang diri."
Andini pun turun kebawah menujuh keberadaan Riko. Ia membuka pintu rumahnya dan melihat Riko sedang mengobrol dengan Pak Ujang satpam yang sudah lama bekerja di rumah Andini.
Ya....!!!! walau pun di tempat kerja biasanya Riko terlihat kejam kepada setiap bawahannya tapi kalau di luar dari pekerjaannya ia terlihat ramah dan sopan kepada setiap orang.
Andininyang melihat Riko terlihat akrab bersama Pak Ujang memuji calon suaminya itu di dalam benaknya. Ia merasa bahwa Riko adalah pria yang baik.
" Tuan, itu nona Andini sudah keluar. "Kata Pak Ujang.
Tentu saja Riko yang mendengar perkataan Pak Ujang langsung berbalik badan. Ia melihat Andini dengan menggunakan daster selutut berwarna hitam yang terkesan seksi di mata Riko.
" Saya kesana dulu ya Pak...!!! kata Riko sambil meninggalkan Pak Ujang seorang diri."
" Iya tuan, kata Pak Ujang yang kembali ke pos nya sambil menikmati secangkir kopi buatannya sendiri."
Riko berjalan ke arah Andini berada ia tersenyum manis saat melihat wajah cantik calon istrinya tersebut.
" Apa aku menganggu tidur mu?? kata Riko sambil tersenyum kepada Andini."
" Ayo masuk, kata Andini kepada Riko."
Andini dan Riko pun masuk kedalam rumah dan duduk di sofa yang tersedia di ruang tamu tersebut. Rumah Andini terasa sepi, sehingga membuat Riko terasa sungkan untuk bertamu malam-malam begini.
" Om sama tante sudah tidur ya ??? tanya Riko kepada Andini."
" Hmmmm.....!!!!
mau minum apa, biar aku buatkan." Tanya Andini kepada Riko.
" Tidak usah, aku kemari hanya ingin bertemu dengan mu. Kata Riko kepada Andini."
" Oh ya...!!! jawab Andini."
" Hmmm....!!!
Riko menghela nafas panjang, ia menatap dalam wajah gadis yang ia cintai itu dengan tatapan penuh cinta.
Riko mendekatkan dirinya tempat di samping Andini dan meraih tangan Andini yang lembut itu. Ia menggenggam tangan Andini dengan erat dan membisikkan sesuatu di telinga Andini.
" Aku sangat mencintai mu An....!!! aku ingin kau berada di samping ku selalu, kata Riko kepada Riko."
Sontak saja Andini yang mendapat bisikan itu merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya. Sejujurnya Andini belum bisa mencintai Riko dengan tulus, di karenakan Andini masih memiliki perasaan kepada Reyhan.
__ADS_1
Akan tetapi demi kebahagiaan orang tua nya Andini rela menerima kehadiran Riko di hidupnya.
Andini masih diam saja tidak membalas pernyataan cinta Riko tadi, ia belum bisa menerima perasaan Riko dengan setulus hatinya.
" Aku tahu An.....!!!
aku belum sepenuhnya ada di dalam hati mu, tapi percayalah aku benar-benar menyukai mu dan ingin bersama dengan mu.
Aku ingin kau membuka hati mu untuk ku An, kata Riko kepada Andini."
" Hmmmm.....!!!! Andini tersenyum manis kepada Riko yang seketika membuat jantung Riko berdetak lebih kencang."
Riko menyentuh lembut wajah Andini dengan telapak tangannya, ia mengusap-usap wajah Andini dan sesekali mencium tangan lembut milik calon istrinya tersebut.
" Kak....!!!! aku sangat berterima kasih kepada mu, karena kau sudah mencintai ku dengan tulus akan tetapi saat ini aku belum bisa mencintai mu dengan sepenuh hati ku, kata Andini dengan wajah yang menuduk."
" Sudah lah sayang, kau tidak perlu malu. Aku tahu kalau kau belum sepenuhnya mencintai ku, kau jujur tentang perasaan mu kepada ku saja membuat ku bahagia. Kau tidak perlu malu seperti itu kepada ku, jawab Riko yang mengangkat dagu Andini dengan tangannya."
Andini yang tadinya malu akan perkataannya tadi menjadi legah mendengar perkataan Riko tadi, ia pun menatap membalas tatapan Riko tadi. Sehingga membuat mereka hanyut dalam sebuah ciuman......
Ya....!!! Riko menyecup lembut bibir mungil nan indah milik Andini. Setelah mengecup bibir Andini, Riko memeluk erat tubuh Andini dengan membenamkan wajahnya ke leher jenjang milik calon istrinya tersebut.
Riko juga mendapati Andini masih memakai kalung memberiannya kemarin, ia sangat senang karena Andini memakai kalung tersebut.
Di sisi lain, Reyhan telah tiba di depan pagar milik Andini. Pak Ujang yang bertugas mejaga keamanan rumah tersebut mendngar ada nya suara klekson mobil di depan pagar.
Pak Ujang berlari dan menghampiri mobil tersebut dan berkata.
" Mobil siapa lagi ini, malam-mala begini mau bertamu, kata Ujang dalam hatinya."
Reyhan membuka kaca mobilnya dan melihat ada mobil asik yang terparkir di halaman rumah Andini. Ia pun penasaran akan pemilik mobil itu dan berniat bertanya kepada Pak Ujang.
" Malam Pak....!!! sapa Reyhan."
" Malam juga tuan Rey...!!! ada perlu apa ya, malam-malam begini kemari?? tanya Ujang."
" It...
itu Pak saya ingin bertemu dengan Andini, kata Reyhan."
" Maaf tuan Rey, kayaknya tuan Rey tidak bisa bertemu dengan nona Andini malan ini, karena non Andini lagi ada tamu, kata Ujang kepada Reyhan.
BERSAMBUNG.......
MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA TEMAN-TEMAN....
DAN LUPA LIKE DAN KOMEN
BAGI YANG SUDAH LIKE TERIMA KASIH.....
GBU...
__ADS_1