
Setelah cukup lama berbincangan nya dengan kedua orang tua, Andini semasuk kamarnya. Ia membayangkkan yang ia dan Riko lakukan tadi di dalam mobil. Entah mengapa saat itu, ia sangat bergairah sehingga membalas c*uman yang Riko berikan kepada nya.
Dan ia masih merasakan sentuhan b*b*r Riko di leher dan juga b*b*r nya. Yang membuatnya tubuhnya terasa lengket oleh saliva milik Riko.
Andini mengambil handuk miliknya yang tergantung rapi, ia menghidup shower dan mulai mandi dan menggosok bersih tubuhnya.
C*uman hebat yang Riko berikan tadi kepada nya adalah yang pertama bagi Andini. Ia belum pernah melakukan hal yang ia rasakan tadi selama menjalin hubungan dengan Reyhan. Akan tetapi entah mengapa saat Riko yang melakukannya terhadap dirinya, ia tidak menolak dan seakan tubuh nya sangat ingin merasakan nya lagi.
Begitu juga dengan Riko, setelah pulang dari rumah Andini. Ia tidak fokus akan apa pun yang ia lakukan, bahkan Riko masih membayangkan betapa hangat nya sentuhan yang Andini berikan kepadanya.
Sampai-sampai Riko tidak ingin membersihkan dirinya, karena harum tubuh Andini masih lengket di tubuhnya. Saat ia masih mebayangkan Andini, tiba-tiba pintuk kamarnya berbunyi seperti ada yang mengetok. Sehingga membuatnya tersadar oleh lamunannya.
Tokkk......tokk.....
tokkk....
" Nak....!!! apa kau di dalam??? kata Fredi dari balik pintu kamarnya."
Seketika Riko sadar bahwa yang mengetuk pintu kamarnya ialah Fredi, ayahnya.
" I....Iya pah....!!!
sebentar....!!! kata Riko dari balik kamarnya.
Fredi pun menunggu Riko dari balik pintu kamar anak, tidak lama kemudian Riko membuka pintu kamar nya dan mempersilahkan ayahnya untuk masuk.
" Masuk pah....!!! kata Riko."
" Kau lagi ngapin?? tanya Fredi kepada anaknya."
" Aku tiduran aja pah, jawab Riko sambil duduk di atas ranjang nya."
" Bagaimana hubungan mu dengan Andini nak?? kata Fredi kepada putranya."
__ADS_1
" Baik-baik saja pah, jawabnya sambil tersenyum ke arah ayahnya."
" Bagus lah....!!! kelihatan nya kau sangat bahagia setelah ada Andini, kata Fredi."
" Haahahaha......!!! papah bisa aja, kata Riko dengan nada bercanda dengan ayahnya tersebut."
" Kau ini kan anak ku, mana mungkin papah tidak tahu. Kalau anak ku yang ganteng ini sedang bahagia, kata ayahnya Riko."
" Hahah.....!!!!
papah bisa aja, kata Riko yang mulai malu saat ayahnya menggoda dirinya."
" Nak....!!! papah dan mamah siapkan segala keperluan mu untuk menikah, pesan papah kepada mu. Jangan sakiti Andini, ia merupakan gadis yang baik, dan juga putri sahabat papah. Kalau ada masalah dengan rumah tangga kalian nanti, jangan coba untuk berpisah, karena papah tidak ingin anak papah rumah tangga nya berantakan." Kata Fredi kepada putranya."
" Iya pah...!!!! Riko janji tidak akan menyakiti hati Andini pah, kata Riko kepada ayahnya."
" Bagus lah nak, besok kau jangan lupa untuk foto gandeng dengan Andini, selebih nya biar Bambang asisten Endang yang mengurus segala berkas untuk pernikahan kalian, dan besok bawa Andini ke rumah kita. Kata Fredi kepada putranya."
" Emang ada acara apa di rumah besok pah, kata Riko."
" Oh....!!! baik lah pah, besok Riko akan ajak Andini kerumah kita. Jawab Riko."
" Papah sudah bilang ke Endang, bahwa besok papah akan kenalin Andini kepada semua kerabat papah dan mamah. Tetapi Endang tidak bisa hadir, karena urusan mendadak. Kemungkinan hanya Melisa dan Andini saja yang bisa ikut, kau tidak boleh telat. Papah akan mengadakan acarnya besok jam 7 malam, pastikan kau dan Andini memakai pakaian yang rapi. Kata Fredi kepada putranya tersebut."
" Iya pah.....!!! Riko dan Andini akan memakai pakaian yang rapi, jawab Riko."
" Baik lah sayang, papah ke kamar dulu, kau istirahat saja dulu. Kata Fredi yang hendak pergi meninggalkan putranya di kamarnya."
" Oh ya pah....!!! Chika sudah pulang??? tanya Riko "
" Sudah kayaknya, papah liat mobilnya sudah ada di gerasi. Kata Fredi."
" Oh....!!! ya sudah pah, papah ke kamar sana. Sudah malam, selamat malam pah, kata Riko."
__ADS_1
" Iya....!!! Selamat malam nak, jawab Fredi yang pergi dari kamar anaknya tersebut."
*********
Di lain tempat, Reyhan dan Rika telah berada di dalam kamar milik Reyhan. Untuk sementara mereka akan tinggal di kediaman Reyhan mengingat Rika kini sedang mengandung 3 bulan. Dan karena Tomi tidak ingin terjadi sesuatu hal kepada calon cucunya ia menyarankan untuk Rika tinggal bersama. Dan juga tidak membiarkan Rika untuk kuliah. Untuk sementara Rika tidam di ijinkan untuk kuliah dan juga keluar rumah sendirian.
Rika yang ingin keselamatan calon anaknya, ia mengikuti semua perkataan mertuanya itu. Karena cuma Tomi saja lah yang menyukai.Rika di rumah itu, sedangkan suami nya tidak memperdulikan Rika dan calon anak mereka.
Setelah menikah dengan Reyhan, Reyhan saat cuek akan dirinya. Yang Reyhan pikirakan hanya untuk bisa kembali kepelukan Andinj. Ia sangat terobsesi kepada cinta pertamanya itu.
Bahkan di kamar yang mereka tempati saat ini saja, Reyhan masih memajang foto mereka saat lagi bersama.
Rika yang melihat foto tersebut, hanya bisa menahan rasa kecemburuan saja. Ia tidak bisa berbuat apa-apa, jika ia membuang foto itu maka Reyhan hanya bisa membenci nya.
Rika menggunakan daster yang longar saat ini, sebelum tidur biasanya Rika menium susu hamil dan juga vitamin yang tersisa waktu ia pergi kedokter kamren. Dan saat itu Rika belum meminum susu untuk ibu hamil, di karena kan ia belum membeli susu nya di minimarker.
Ia pun berharap Reyhan mau membelikan nya susu untuk hamil yang biasa ia minum.
" Rey....!!! susu yang biasa aku minum, udah habis apa bisa kau membelikan nya untuk ku, kata Rika sambil memegang perutnya."
" Apa kau tidak lihat aku sedang apa??? kata Reyhan dengan nada suara yang tinggi."
Tentu saja perkataan Reyhan tadi membuat Rika semakin sakit hati, tetapi ia mencoba untuk bersabar. Karena ia yakin bahwa Reyhan nanti akan berubah setelah mereka memiliki anak itu.
" Tapi Rey....!!!! ini sudah malam, aku tidak mungkin pergi membelinya, kata Rika dengan wajah yang memelas."
" Kau b*d*h sekali sih....!!! kan bisa menyuruh yang lain selain aku, atau kau gojek kan saja, itu saja kau tidak bisa." Kata Reyhan dengan kasarnya."
Rika hanya bisa bersabar demi anaknya, ia pun pergi meninggalkan Reyhan sendiri yang masih saja sibuk main game tanpa memikirkan diri nya dan juga calon anaknya.
Rika keluar dari kamar nya dan Reyhan, ia melihat sekeliling rumag tersebut dan mencari seseorang yang ingin ia mintai tolong.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA YA TEMAN-TEMAN....
JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN