Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Rencana memajukan hari pernikahan PART II


__ADS_3

" Ayok lah An......


biar aku saja yang mengantar mu, bujuk Riko kepada Andini."


" Tidak usah kak, biar aku pulang sendiri aja.


Oh ya......


jangan lupa habiskan makanannya, kata Andini yang pergi meninggalkan Riko seorang diri."


Riko berlari mengerjar Andini saat Andini hendak membuka pintu ruang kerjanya.


" Tunggu dulu......


kata Riko yang menghalangi langkah Andini."


Tentu saja Andini kaget di buat olehnya,


" Aku mau ngomong sesuatu kepada mu, kata Riko."


" Ada apa kak???


jawab Andini."


" Aa.......


aku......


aku ingin besok pagi kau membawakan ku makanan, kata Riko kepada Andini."


" Hanya itu......


jawab Andini."


" Hmmmmm..........


hanya itu, jika kita sudah menikah nanti. Aku ingin kau terus membuatkan makanan untuk ku, kata Riko kepada Andini.


" Baik lah, apa sekarang aku boleh pergi??


tanya Andini "


" Baik lah........


kau boleh pergi sekarang, kata Riko kepada Andini."


Dengan meleparkan senyumnya kepada Riko, Andini pergi meninggalkan Riko seorang diri. Ia berlalu dari hadapan Riko dan pergi ke kampusnya dengan menggunakan mobil miliknya.


Sedangkan Riko melanjutkan pekerjaan agar ia cepat pulang untuk bisa bertemu dengan Andini kembali.


*******


**Area kampus**


Andini telah tiba di kampusnya ia menelepon Chika dan Bella untuk bertemu di kantin kampus milik mereka.


📞📞📞📞📞


" Hallo Chik......


kau sedang di mana sekarang??? tanya Andini di dalam teleponya.


" Aku lagi di kampus nie An.....


kau ke sini gih, Bu Martha sedang halangan masuk hari ini, jadi kita di liburkan kata Chika."


" Oh ya......


aku baru tahu, oya apa Bella ada bersama mu??? tanya Andini."


" Bella.....


Bella lagi di jalan tuh An.....


jawab Chika."

__ADS_1


" Oh......


ya udah aku ke kantin ya sekarang, kata Andini."


" Ok.......!!!!


aku tunggu kehadiran mu Andini ku sayang...


jawab Chika dengan nada bercanda kepada Andini."


Chika dan Andini kini bertemu di kantin, mereka mengobrol sambil menikmati secangkir kopi.


Dan tidak lama kemudian Bella datang dan berkabung bersama mereka.


" Woiiii.......


sapa Bella kepada kedua sahabatnya."


" Ehh......


kau Bell, ngagetin aja, kata Chika."


" Hahahaha......


maaf...


maaf....


udah kagetin kalian, kata Bella."


" Issss......


kau itu kebiasaan dech Bel,


hampir saja jantung ku copot, kata Andini kepada Bella."


" Maaf......


lagian kalian serius amat ngomongnya, jawab Bella."


" Ini kami lagi ngomongi masalah Reyhan, kata Chika."


emang kenapa itu anak??? tanya Bella yang penasaran akan cerita tentang Reyhan."


" Dengar-dengar katanya Reyhan mau di DO dari kampus,. jawab Chika."


" Hahkkkkkk...


Bella kaget


kok bisa ??? tanya Bella."


" Bisalah......


tu karena dia bermasalah dengan Pak Martin, tahu sendirikan kalau ada masalah dengan Pak Martin kita bisa di DO dari kampus ini, kata Chika."


" Oh ya......


Hmm...Hmmmm...


kok bisalah si Reyhan itu kayak gitu, pada hal dulu waktu dia masih jadi pacarnya Andini, dia jadi anak kesayangan Pak Martin, kata Bella."


" Itu lah Bel, aku juga kaget dengar kabar itu dari sih Ferdi, jawab Chika."


" Kau udah tahu An.....


kalau Sih Reyhan di DO dari kampus?? tanya Bella kepada Andini."


" Aku gak tahu Bel....,


cuma yang aku tahu kalau selama ini Reyhan mengabaikan tugas yang di berikan oleh Pak Martin, itu pun Ferdi yang ngomong.


Kau tahu sendirikan, kalau kita tidak menyelesaikan tugas dari Pak Martin. Beliau tidak sungkan-sungkan DO kita dari kampus ini, jawab Andini.


" Tu kan salah dia sendiri...

__ADS_1


ngapain dia selingkuhi Andini dengan wanita yang seperti itu. Kalau di bandingkan Andini, wanita itu tidak ada apa-apanya, kata Chika."


Tanpa mereka sadari ternyata Rika ada di belakang mereka sedang mendengarkan semua percakapan Andini dan teman-temannya.


Mendengar mereka membandingkan dirinya dengan Andini membuat kebencian timbul di dalam diri Rika.


Rika semakin membenci Andini, ia berencana ingin membuat hati Andini hancur sama seperti yang ia alami.


"Udah lah.....


kalian jangan sangkut panutkan aku dengan Reyhan lagi, karena aku sudah tidak ada hubungannya lagi dengannya." kata Andini kepada kedua sahabatnya itu.


" Iya juga sih An....


untuk apa kita membahas Reyhan, lebih baik kita membahas tentang pernikahan mu aja An??? kata Chika kepada Andini.


" Udah akh........


aku mau masuk ke ruangan dulu, kata Andini


" Aku ikutan An......


kata Bella."


" Aku juga An....


sambung Chika,


Kini Andini, Chika, dan juga Bella pergi meninggalkan kampus. Dan di susul oleh Rika yang mengikut mereka tanpa sepengetahuan mereka bertiga..


Saat Chika dan Bella memasuki kelas, tiba-tiba saja dan entah dari mana Reyhan menarik Andini dengan paksa hingga membuat Andini kaget bukan main.


Tentu saja Rika melihat hal itu, ia pun kaget melihat Reyhan yang masih saja memikirkan dan menemui Andini tanpa sepengetahuannya.


" Lepaskan.........


apa-apaan kau ini Rey, kata Andini yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Andini.


" Ikut aku sebentar aja An...


kata Reyhan yang masih saja menarik tangan Andini dengan kuatnya."


" Sakit REY.........


teriak Andini kuat, akan tetapi Reyhan tidak memperdulikannya. Dan suasana di sana jug lagi sepi hingga membuat Reyhan semakin berani membawa kelorong yang memang terkenal sepi di kampus itu.


Rika mengikuti langkah Reyhan dari belakang dengan memegang perutnya agar anak dalam kandungannya baik-baik saja.


Dengan sekuat hati dan tenaganya Rika tetap mengikuti Reyhan membawa Andini sampai ke lantai atas gedung.


Sesudah samoai di atas gedung, Reyhan mendorong tubuh Andini ke dinding, ia berusaha untuk mencium bibir indah milik Andini, akan tetapi Andini memalingkan wajahnya yang berarti ia tidak ingin menciumnya.


Reyhan tersenyum melihat penolakan dari Andini akan tetapi ia tidak marah atau berbuat kasar kepada Andini.


Mala Reyhan berlutut di hadapan Andini agar Andini mau menerimanya kembali.


Ia berjanji tidak akan menyakiti hati Andini kembali dan bersedia menikahnya.


Sebab Reyhan berkata bahwa Andini adalah cinta sejatinya, ia tidak ingin kehilangan Andinj akibat perbuatannya.


Tetapi Andini tidak memperdulikan perkataan Reyhan, ia mendorong Reyhan hingga jatuh dan berlari ketakutan ke arah ruang kelasnya berada.


Dan melihat Andini yang berlari ke takutan dan menujuh ruang kelasnya, Rika pun mengikuti langkah Andini.


Rika pura-pura tidak mengetahui kejadian antara Andini dan Reyhan tadi, ia memukul pundak Andini pelan, hingga Andini kaget di buat olehnya.


" Heiii An........


apa kabar??? sapa Rika dengan menatap tajam ke arah wajah Andini."


Andini menoleh ke arah Rika berada.


" Hei juga, kata Andini kepada Rika dengan wajah yang pucat akibat berlari dari lantai atas hingga ke bawah.


" Kenapa kau terlihat kaget seperti itu ??? tanya Rika dengan wajah yang penuh arti

__ADS_1


dan lihat wajah mu pucat sekali, apa terjadi sesuatu kepada ???? tanya Rika kepada Andini.


Bersambung......


__ADS_2