Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Part 42


__ADS_3

Andini pergi menujuh cafe di dekat kampusnya, ia mencari keberadaan Rika, saat sedang mencari Rika ternyata handphone milik Andini berbunyi ia melihat Rika sedang meneleponnya Andini pun mengangkatnya dengan wajah yang kesal, sejujurnya Andini tidak ingin bertemu dengan gadis yang telah menghancurkan hubungannya dengan Reyhan.


" Rika, kata Andini dengan terpaksa Andini mengangkat teleponnya."


" Hallo..!! kau dimana?? jawab Andini dengan nada tegas."


" Iya An..!!! aku ada di cafe Starb***k yang ada di depan kampus, kata Rika kepada Andini."


" Oh...!! ya sudah aku kesana sekarang juga, kata Andini."


" Ya, aku tunggu, kata Rika. Rika pun menutup teleponnya, setelah menutup teleponnya Rika duduk dan memesan minuman dan juga cemilan. Sedang kan Andini masih mencari-cari cafe yang disebut oleh Rika tadi, setelah lima menit berlalu, Andini pun menemukan cafe yang disebutkan Rika tadi. Ia pun memarkirkan mobilnya tepat di cafe itu, setelah selesai memarkirkan mobil miliknya langsung masuk ke cafe tersebut dan mencari keberadaan Rika.


Akhirnya Andini pun melihat Rika yang sedang duduk sendirian, ia pun menghampiri Rika. Dan duduk di depan Rika.


" Ada perlu apa kau memanggiku, kata Andini dengan wajah yang kelihatan tidak senang."


" Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu, jawab Rika."


" Ya sudah ngomong saja, kata Andini jutek."


" Ini...!!! Rika memberikan sebuah amplop putih yang berisi surat dari klinik yang di dalamnya surat tersebut terdapat alat tes kehamila. Andini yang merasa bingung akan amplop putih yang di berikan oleh Rika itu pun bertanya.


" Apa ini?? kata Andini dengan wajah yang penuh tanda tanya."


" Bukalah nanti kau juga akan tahu, kata Rika dengan wajah yang sedikit sedih." Andini pun membuka amplop putih itu dengan sedikit gemetar, ia bingung kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi seperti ini, jantungnya terasa ingin copot, akan tetapi ia mencoba untuk tetap tegar di hadapan Rika. Ia pun membaca surat itu, dan betapa terkejutnya Andini saat tahu bahwa surat itu adalah surat dari klinik yang menyatakan bahwa Rika telah hamil satu setengah bulan.


" Kau hamil ?? tanya Andini dengan wajah yang memerah dan matanya juga memerah menandakan ia ingin menangis."


" Iya Andini, aku hamil anaknya Reyhan. Kata Rika dengan nada yang tegas."

__ADS_1


" Huhh.....!! kau dan Reyhan telah t***r bersama?? kata Andini yang tidak percaya."


" Maafkan aku Andini, aku dan Reyhan memang telah tidur bersama ini adalah hasil hubungan ku dan Reyhan, kata Rika yang juga menyesali perbuatannya itu."


" Murahan sekali kau ini, dasar kau wanita MURAHAN....!!! Berani sekali berkata seperti itu kepada ku, kau tidak tahu sakitnya hati mendengar ini, kata Andini yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya."


" Tolong kecilkan suara mu, kita sedang ditempat umum, kata Rika yang sadar bahwa semua orang sedeang memandang mereka."


" Aku tidak perlu, kau dan pria itu bukan manusia, kalian itu B******g, jangan pernah lagi menunjukkan wajah mu dihadapan ku, kata Andini sambil meninggalkan Rika seorang diri dengan rasa malu dan juga sedih.


" Tunggu Andini, kata Rika yang berusaha mengejar Andini yang pergi meninggalkannya seorang diri."


Andini terus saja berlari tanpa menghiraukan Rika ia naik kemobilnya dan pergi meninggalkan Rika. Andini menangis di dalam mobilnya, ia terus saja menangis ia tidak kuasa menahan kesedihannya saat ini oleh kelakukan Reyhan.


Ingin sekali rasanya Andini menampar Reyhan yang telah berani menidu*i seorang wanita hingga ham*l. Andini pun berniat bertemu dengan Reyhan, ia pun menelepon nomor Reyhan akan tetapi nomor handphonenya pun tidak aktif. Andini pun berniat menemui Reyhan di dalam kampus ia mencari-cari keberadaan Reyhan sampai menanyai kepada orang-orang terdekat Reyhan.


" Kak Ferdi dimana Reyhan?? tanya Andini.


" Gak tahu An..!! kami aja dari tadi nyarin dia, untuk nyerahkan tugas dari pak Martin, kata Ferdi."


" Emang ada apa An...!! kenapa kau seperti ini, tanya Ferdi."


" Andini ada masalah kak sama Reyhan, jawab Andini dengan suara tersedu-sedu."


" Apa kau tahu bahwa Reyhan telah selingkuh, kata Ferdi penasaran."


" Kok kak Ferdi tahu bahwa Reyhan selingkuh?? tanya Andini kepada Ferdi."


" Aku tahu dari Jackob An..!!! cuman aku tidak mau ikut campur urusan orang, kata Ferdi kepada Andini."

__ADS_1


" Jadi Jackob tahu kalau Reyhan selingkuh, kata Andini."


" Sudah lah, kau lupakan saja Reyhan dia sekarang sudah banyak berubah, kau tahu An..!! hari ini saja dia tidak datang untuk bertemu dengan Pak Martin. Selama kami mendapat tugas dari Pak Martin sama sekali Reyhan tidak ikut sampai saat ini juga dia tidak hadir saat kami menyerahkan tugas ini, mugkin Reyhan akan mengulang lagi di tahun depan, kata Ferdi kepada Andini."


Andini yang mendengar penjelasan dari Ferdi hanya terdiam, selama ini Reyhan cuek kepadanya hanya karena Rika. Sampai ia rela mengorbankan kuliah hanya demi Rika seorang, Andini pun semakin sedih mendengar perkataan Ferdi itu. Ia tak henti-hentinya menangis, Ferdi yang merasa sedih melihat Andini menangis pun menghiburnya dengan kata-kata bijak.


" Sudah An, mungkin Tuhan tahu kau ini wanita yang baik sehingga ia tidak ingin kau jatuh ke tangan pria yang salah, kata Ferdi kepada Andini." Andini masih tetap menangis mendengar perkataan Ferdi tetap ingin bertemu dengan Reyhan untuk menanyakan sesuatu kepadanya.


" Apa yang salah kepada ku kak?? sampai Reyhan tega menghianati ku seperti itu, tanya Andini kepada Ferdi."


" Entahlah An...!!! itu hanya Reyhan yang tahu, intinya kau harus tetap kuat jangan menangis hanya demi Reyhan, kata Ferdi."


" Iya kak, kata Andini."


" Oh ya An...!!! aku duluan dulu ya, aku mau ketemu sama cewek ku dulu ini, kata Ferdi."


" Iya kak, makasih atas semuanya ya kak, kata Andini."


" Iya..!! sama-sama, jawab Ferdi."


Ferdi pun pergi meninggalkan Andini seorang diri, sementara di sisi lain Reyhan telah tiba di kampusnya. Ia memarkirkan motoranya diparkiran motor, sedang memang telat karena di jalanan tadi macet. Reyhan pun berlari menujuh ruangan pak Martin akan tetapi ia melihat ruangan itu kosong.


Reyhan pun mengaktfikan handphone milkknya, ia berniat menghubungi Ferdi untuk menanyakan soal kerja kelompok mereka. Saat ingin menelepon Ferdi Reyhan melihat pesan WA yang banyak dari teman-temannyan terutama Ferdi. Ia membuka pesan WA dari Ferdi yang isinya.


" Rey...!!! kau memang tidak tahu di untung, bisa-bisanya kau tidak datang di hari penting seperti ini, kau tahu tugas dari pak Martin sangat penting. Sejk kau bergabung dalam kelompok satu kali pun kau tidak pernah datang, aku sudah maafkan tapi jangan hari ini juga kau tidak datang. Kau mau kami semua mengulang di tahun depan, kata Ferdi di pesan WA nya.


Bersambung....


mohon dukung karya saya

__ADS_1


__ADS_2