Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Kesedihan Rika


__ADS_3

" Ti.....


tidak....


tidak terjadi apa-apa dengan ku, jawab Andini dengan gugup.


" Oh ......,


aku kira terjadi sesuatu kepada mu, kata Rika.


Rika memang sengaja berpura-pura tidak tahu akan yang terjadi kepada Andini. Yang ia tahu, saat ini ia sangat membenci Andini.


" Ada perlu apa kau menemui ku?? tanya Andini jutek."


" Tidak ada,


kebetulan saja aku melihat mu di sini, kata Rika."


" Oh.........


ya sudah kalau tidak ada yang ingin kau kata kan pada ku, aku pergi dulu ya, kata Andini.


Andini hendak meninggalkan Rika sendirian akan tetapi di cegah oleh Rika, karena sebenarnya Rika ingin menyampaikan bahwa ia akan menikah dengan Reyhan.


" Tunggu An.....


kata Rika kepada Andini."


Andini yang mendengar suara Rika memanggilnya ia berhenti dan melihat ke arah Rika.


" Ada apa lagi Rik,


kata Andini."


" Aku mau menyampaikan bahwa sebentar lagi aku akan menikah dengan Reyhan."


Tentu saja Andini yang mendengar nama Reyhan di sebut menjadi marah, ia mengingat kembali akan perlakuan kasar Reyhan tadi kepada nya.


" Oh.......,


selamat kalau gitu, kata Andini cuek."


Melihat Andini yang cuek seperti itu membuat Rika kesal, pada hal ia sangat ingin melihat Andini marah.


Sedangkan Reyhan masih di tempat tadi ia merasa kesal karena Andini menolak permintaanya untuk menikah.


" Terima kasih,


kalau sempat kau datang lah bersama calon suami mu, kata Rika yang mengundang Andini secara khusus."


" Baik la....


kalau sempat aku akan datang, jawab Andini.


" Ok....,


aku tunggi kehadiran mu An.....!!! jawab Rika kepada Andini."


" Hmmmm.....


ya sudah ya Rika, aku balik dulu. Kata Andini yang pergi meninggalkan Rika seorang sendiri."


" Baik lah, kata Rika.


Rika masih memandang Andini dari belakang, setelah Andini pergi dari hadapannya, ia masih saja memandang Andini.

__ADS_1


Sedangkan Reyhan masih memikirkan cara untuk bisa mendapatkan Andini lagi. Ia masih tetap di atas gedung kampus mereka.


Rika menaiki anak tangga untuk melihat apa kah Reyhan masih di tempat tadi, ia terus menaiki anak tangga dengan memegang perutnya.


Rika melihat Reyhan masih di tempat yang sama, ia menghampiri Reyhan.


" Hei Rey.....


sedang apa kau di sini..??? tanya Rika yang tentu saja membuat Reyhan kaget.


Reyhan menoleh ke ara sumber suara yang meyebut namanya. Ia kaget saat Rika tempat di belakangnya,


" Kau.....???? kata Reyhan bingung dan sekaligus kaget..."


" Iya....


aku !!! kata Rika dengan senyum sinis ke arah Reyhan."


" Ke....


kenapa kau di sini?? kata Reyhan yang kesal melihat Rika menghampirinya."


" Kenapa aku di sini??? apa aku tidak boleh kesini?? kata Rika kembali."


" Bukan gitu.....


bagaimana bisa kau tahu aku di sini?? tanya Reyhan kepada Rika."


" Andini yang mengatakannya kepada ku....!!! kata Rika berbohong."


" Andini.....??? jawab Reyhan kaget saat nama Andini di sebut."


" Iya....


" Aku tidak sengaja bertemu dengannya, dan aku bertanya di mana kau berada. Dan ia pun menjawab kalau sedang berada di sini, kata Rika yang mulai mengarang cerita."


Reyhan seakan percaya akan perkata Rika tadi, tetapi ia juga penasaran apa kah Andini mengatakan semuanya tentang perlakuannya tadi kepada Rika.


" Oh....!!! jawab Reyhan singkat.


Ia seakan bosan akan kehadiran Rika di dekatnya, ia pun mulai ingin pergi dari hadapan Rika.


" Apa kau sudah menyiapkan segala keperluan kita?? tanya Rika yang mencegah kepergian Reyhan dari hadapanya."


" Untuk apa aku menyiapakannya, itu urusan papah, kata Reyhan dengan nada kesal kepada Rika."


" Rey.....


yang nikah itu kau bukan papah mu??? kata Rika yang mulai tidak bisa mengontrol emosinya."


" Heekkkk.......


jawab Reyhan yang tidak menghiraukan perkataan Rika ia hanya berlalu dari hadapan Rika."


" Hey.......


setop di sana, kata Rika dengan emosi melihat sifat Reyhan yang seakan tidak memperdulikan nya."


Reyhan menghentikan langkahnya saat Rika berteriak.


Ia berjalan menujuh ke arah Rika dengan senyum licik dan seakan meremehkan Rika. Reyhan melingkarkan tangan ke leher Rika dan berkata


" Kau tahu....


ini yang aku tidak suka dari wanita seperti mu, kau jangan berlagak seakan kau istri ku, kata Reyhan dengan tatapan mata yang tajam dan marah sekali.

__ADS_1


Ia bahkan menunjuk-nunjuk ke arah wajah Rika dan menewer kepala Rika dengan jari telunjuknya dan hendak pergi dari hadapan Rika.


Rika yang tidak terima akan perlakuan Reyhan tadi berteriak dan berlari mengejar langkah Reyhan dan kini mereka saling berhadapan.


" Heeiiiii.....


kau.....


laki-laki anj*n* 🐕, dasar kau sampah tidak berguna, aku ini sedang mengandung anak mu. Kalau tidak bisa mencintai ku setidaknya perduli lah kepada calon anak mu ini B*NGS*T.............


Kata Rika dengan emosi yang sudah tidak tertahankan lagi.


Reyhan hanya tersenyum-senyum saja melihat ke amarah Rika.


" Kalau kau tidak suka....


kau bisa mengugurkan kandungan mu itu, aku juga tidak perduli, kata Reyhan dengan masih menatap Rika."


" Asal kau tahu....


wanita seperti mu, banyak di pinggiran jalan sana, kata Reyhan dengan nada santai nya....


Yang tentu saja membuat Rika semakin sedih dengan perkataan Reyhan tadi. Ia merasa sedih karena Reyhan menganggapnya seperti wanita murahan yang menjajahkan dirinya di pinggiran.


'' Bagi ku kau hanya pemuas nafsu ku saja, tidak lebih. Kalau kau ingin aku bertanggung dengan anak ini, kau cukup diam dan ikuti semua yang aku katakan, kata Reyhan dengan wajahnya yang marah dan pergi meninggalkan Rika seorang diri.


Kali ini Rika tidak mengejar langkah Reyhan ia kini hanya menangis mendengar perkataan Reyhan tadi.


Kini hati Rika sangat hancur mendengar perkataan Reyhan tadi, Reyhan menyamai dengan seorang p*l*c*r yang menjajahkan diri di pinggiran.


Sesudah Reyhan meninggalkan Rika seorang diri tanpa sengaja Reyhan melihat dari kejauhan bersama kedua sahabatnya. Rasanya beda saat Reyhan melihat Andini, hatinya sangat teduh melihat Andini walau pun dari kejauhan.


" Hei Rey......


ngapain kau lihati Andini seperti itu, kata Jackob yanv tiba-tiba saja sudah berada di hadapan Reyhan."


" Kau......


bagaimana bisa kau di sini?? kata Reyhan yang kaget melihat Jackob sudah berada si samping nya sambil merangkul bahunya."


" Aku tadi melihat mu dari sana, kata Jackob dengan menunjukan ke arah tangga tempat Reyhan turun tadi."


" Oohhh......!!!


jawabnya saingkat."


" Kau dari mana saja???


kok bisa turun dari tangga atas situ, tanya Jackob."


" Kau mau tahu saja, jawab Reyhan kesal dengan pertanyaan Jackob tadi."


" Ya sudah ....


kalau kau gak mau cerita kepada ku, jawab Jackob kepada Reyhan."


" Mending kau temani aku ngopi, aku lagi pusing ini, kata Reyhan yang mengajak Jackob pergi....


bersambung.....


Mohon tetap dukung karya saya teman-teman....


terima kasih buat kalian yang sudah like dan komen....


GBU

__ADS_1


__ADS_2