
" Apa kau yang menanam ini semua?? tanya Riko kepada Andini."
" Hanya sebagian kak, jawab Andini."
" Oh...!!! jadi aku pikir kau yang menanam ini semua, kata Riko dengan menatap wajah Andini dengan dalam."
" Hanya sebagian saja, yang lainnya mamah yang menanam ini, kata Andini dengan menatao balik Riko dengan senyum manisnya."
" Hmmm...!!! apa aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?? tanya Riko."
" Boleh, jawab Andini." Tapi lebih baik kita duduk di sana saja ya kak, biar enak ngobrolnya, jawab Andini dengan menuntun Riko ke arah tempat duduk yang telah ada dengan tenda payung berserta kursi dan meja.
" Boleh, jawab Riko dengan berjalan di samping Andini."
Kini mereka telah sampai dan duduk bersama, Andini menawarkan minum kepada Riko tapi Riko menolaknya. Karena ia sudah minum dari sedari tadi.
" Apa yang ingin kak tanya kepada ku?? tanya Andini."
" Kenapa mata mu lembab seperti ?? apa kau habis menangis?? tanya Riko kepada Andini."
" Tidak kak, oh iya...!!! aku ambil minum dulu ya, kata Andini mengalihkan pembicaraan. Saat ia ingin pergi dari hadapan Riko, tiba-tiba Riko menarik tangannya menandakan ia tidak ingin Andini pergi dari nya.
Andini terduduk kembali saat Riko menarik tangannya,
" Tolong jangan pergi selagi aku bertanya An...!! itu tidak baik, kata Riko dengan nada suara yang lirik. Kau tidak bisa berbohong kepada ku, aku calon suami mu, kata Riko kepada Andini."
" Maaf kak, tapi aku belum bisa berkata jujur kepada dengan apa yang sedang aku alami saat ini, jawab Andini."
" Jadi apa gunanya aku, kalau kau ingin berkata jujur kepada ku, kata Riko dengan memegang tangan Andini dengan lembut. An....!!! dalan minggu ini kau akan menjadi istri ku, aku ingin segera menikahi agar aku bisa membawa mu tetap bersama ku di mana pun aku berada, kata Riko dengan tatapan yang penuh arti."
__ADS_1
" Sebenarnya, aku...!! aku..., jawab Andini gugup dan masih belum mau berkata jujur kepada Riko."
" An....!!! jika kau belum siap menjadi calon istri mu, setidaknya anggap aku sebagai sahabat mu, aku tidak akan memaksa mu untuk bisa mencintai ku, itu semua ada waktunya, kata Riko dengan sabarnya."
" Sebenarnya, tadi aku bertemu dengan Reyhan, kata Andini dengan ragu-ragu."
" Apa yang kau lakukan hingga bertemu dengannya, tanya Riko dengan menahan emosinya saat Andini menyebut nama pria itu."
" Tidak ada, aku, Reyhan dan juga Rika tadi bertemu di cafe untuk membahas hubungan ini, kata Andini."
" Hubungan ini, maksudnya ?? tanya Riko kepada Andini."
" Maksudnya, Rika ingin tahu hubungan ku dengan Reyhan, dan aku menjelaskan kepadanya bahwa aku tidak memiliki hubungan apa pun terhadap Reyhan. Dan saat ini juga Rika sedang mengandung anaknya Reyhan kak, kata Andini dengan mata yang berkaca-kaca."
" Apa itu menghancurkan mu An?? tanya Andini kepada Riko."
" Sejujur iya kak, tapi aku sudah tidak memiliki hubungan apa pun kepadanya, dan saat ini juga aku sudah memiliki mu sebagai calon suami ku, kata Andini dengan memberikan senyumnya kepada Riko." Riko yang mendengar perkataan Andini menjadi salah tingkah, ia senang dengan perkataan Andini.
" Apa kak Riko mau aku ambilim minuman?? tanya Andini."
" Tidak An...!!! Terima kasih, aku kemari hanya ingin bertemu dengan mu dan ingin menhajak mu untuk fetting gaun pengantin kita, kata Riko kepada Andini."
" Oh....!!! tapi kita akan fitting di mana kak?? tanya Andini."
" Di tempat disainer langganan mamah ku An...!!! mamah ku sudah memesan gaun untuk mu, sejak awal pertemuan keluarga kita, mamah sudah tidak sabar ingin membawa mu kerumah kami sebagai menantunya. Makanya mamah sudah menyiapkan semua keperluan yang ada, kata Riko menjelaskan kepada Andini."
Andini yang mendengar perkataan Riko tadi menjadi sangat tersanjung, ia tidak menyangka bahwa calon ibu mertuanya itu, sangat ingin sekali mereka cepat menikah.
" Oh ya kak...!!! disainer yang mana, kata Andini dengam antusiasnya."
__ADS_1
" Kamu mau kita kesana ?? tanya Riko dengan lembut."
" Hmmm...!!! jawab Andini."
" Baik lah kalau gitu, kita kesana sekarang, kata Riko."
" Tapi aku ganti baju dulu ya kak, kata Andini yang sudah berpaling dari Riko."
Saat sedang berpaling dan pergi meninggalkan Riko, seperti biasa Riko menahan tangan Andini kuat hingga membuat Andinj jatuh kepelukan Riko. Tentu saja Andini kaget akan perlakuan Riko tersebut ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh Riko, akan tetapi Riko menahannya. Ia ingin tetap Andini berada di pelukannya, dan ia ingin sekali mencium bi**r milik Andini. Tapi Andini menghindar, ia sedang tidak ingin berciuman saat ini.
" Kak...!!! kata Andini yang sedang memalingkan wajahnya saat Riko sedang berusaha menciumnya.
" Maaf An....!!! baik lah silahkan ganti baju mu, aku akan menunggu di bawah dan sekalian pamit kepada kedua orang tua mu, kata Riko kepada Andini."
" Hmmm...!!! jawab Andini dengan gugup dan dengan segera meninggalkan Riko seorang diri menujuh kamarnya."
Riko pun berjalan menujuh ruang tamu milik kediaman Andini, ia meminta salah satu ART di rumah tersebut untuk memanggil Endang dan juga Melisa. Dan tentu saja ART tersebut pergi menujuh kamar Endang dan Melisa. Setelah Endang dan Melisa turun, Riko berpamitan keoada kedua orang tua Andini. Dan di susul oleh Andini yang sudah turun dari kamarnya menujuh ruang tamu, ia terlihat cantik dengan gaun dibawah lutut dengan warna cream yang terlihat cantik di kulit putihnya.
Setelah mereka berdua pamit kepada Endang dan Melisa, Riko dan juga Andini memasuk mobil milik Riko. Di dalam mobil Riko memuji kecantikan Andini dengan berkata.
" Kau terlihat cantik dengan menggunakan gaun ini, kata Riko kepada Andini." Tentu saja Andini yang mendapat pujian seperti itu dari calon suami menjadi malu. Dan entah mengapa saat Riko ingin menciumnya tapi ia menjadi gugup tidak karuan. Ia bingung menentukan perasaannya saat ini, yang ada di dalam benaknya saat ini ia tidak ingin menghancurkan hubungan Rika dan Reyhan walau pun sebenarnya Andini lah orang yang di sakiti.
" Apa lagi kalau kau mengikat rambut mu seperti ini, kata Riko sambil menyentuh rambut Andini dengan lembutnya."
" Kak...!!! sudah aakkhhhh....!!! ini kita masih di rumah, malu dilihati mamah dan papah kata Andini."
" Om dan tante kan sudah masuk kedalam An..!!! lagian aku hanya menyentuh rambut mu saja, bukan yang lainnya, kata Riko yang sedang tertawa karena sudah berhasil menggoda Andini sampai wajah merah seperti kepiting rebus.
Bersambung...
__ADS_1
Tetap dukung karya saya teman-teman...