
Reyhan terus saja memeluk tubuh Andini dengan erat, ia berusaha membuat Andini untuk tetap tenang dan tidak membuat hubungannya hancur karena perselingkuhannya. Reyhan masih menenangkan Andini yang menangis dipelukannya, ia berharap Andini mau mendengar penjelasan darinya.
" Maaf...maafin aku An..!!! aku tau kau terluka oleh sifat ku, tapi aku mohon maafin aku, aku akan merubah sifat ku untuk mu. Tapi aku mohon jangan minta putus dari ku, aku sangat mencintai mu An...!! aku mohon...!! kata Reyhan yang berusaha meyakinkan Andini."
" Aku tidak akan memaafkan mu Rey...!!! lepaskan aku....!!! aku jijik di sentuh oleh mu, aku tidak akan memaafkan yang namanya penghianat kau urus saja hubungan mu dengan wanita itu, kata Andini dengan nada suara yang tinggi."
Andini mendorong tubuh Reyhan dari pelukannya ia terus berlari meninggalkan Reyhan seorang diri, Reyhan yang merasa bersalah kepada Andini menjadi kebingungn ia tidak ingin berpisah dari Andini. Di dalam lubuk hatinya paling dalam ia sangat mencintai Andini dengan setulus hatinya, dan Rika hanya pelampiasan hafs* nya saja dimata Reyhan. Reyhan bingung harus berbuat apa sekarang ini, ia bingung harus berbuat apa agar Andini bisa mempercayainya lagi.
" Aaakkkkhhhh....., sial...sial...!! kata Reyhan sambil menendang botol minuman di depannya." Rika yang melihat Reyhan yang sedang kesal menghampirinya, Rika berusaha menenangkan Reyhan dengan caranya. Rika tahu ia merupakan orang ketiga dalam hubungannya Reyhan dengan Andini. Ia merasa bersalah kepada Andini yang saat ini sakit hati akan kelakuannya dan Reyhan.
" Rey..!! sudah lah ini semua sudah terjadi, kau harus tenang jangan emosi seperti ini, kata Rika yang berusaha menghibur Reyhan."
" Tenang bagaimana?? aku lihat sendiri Andini sangat marah kepada ku, ia minta putus bagaimana bisa kau bilang tenang, aku sangat mencintainya, kata Reyhan dengan nada marah kepada Rika." Rika yang mendengar perkataan Reyhan itu menjadi ikut marah kepadanya, ia kesal saat Reyhan bilang ia sangat mencintai Andini.
" Kalau kau benar mencintainya kenapa kau tidur dengan ku?? kenapa kau tidak tiduri saja gadis yang kau cintai itu ?? kau pria yang breng*ek Rey, kata Rika kepada Reyhan melampiaskan kemarahannya."
Reyhan yang mendengar perkataan Rika tadi menjadi sangat emosi, ia mencekik leher Rika dengan sangat kuat hingga Rika dibuat tidak bernafas olehnya dan Reyhan berkata.
" Kau yang menggoda ku hingga aku mau meniduri wanita seperti mu, kata Reyhan dengan sangat kasar dan penuh emosi matanya sangat merah seakan ingin menghabis Rika dengan seketika."
__ADS_1
Rika yang mendapat perlakuan kasar dari Reyhan menjadi sangat ketakutan ia merusaha melepaskan cekikannya dari tubuh Reyhan, Rika pun tidak kuasa menahan air matanya saat Reyhan memperlakukannya dengan sangat kasar. " Kau sangat egois Rey, kau menyalahkan ku atas penghianatan mu sendiri, kalau memang kau mencintainya seharusnya setia kepadanya walau pun aku menggoda mu, kata Rika kepada Reyhan yang sudah emosi dengan perlakuan kasarnya."
Rika pun meninggalkan Reyhan sendiri ia kesal akan perkataan Reyhan kepadanya, yang menyalahkannya akan putusnya hubungannya dengan Andini. Kini Rika pun menangis di taman, ia menyesal mencintai Reyhan yang sudah memiliki kekasih itu, saat sedang menangis tiba-tiba Rika merasa mual-mual di mulutnya. Ia pun memuntahkan semua isi perut nya dan setika Rika merasa kepalanya pusing dan ia pun pingsan di taman.
" eh...lihat wanita pingsan..!! kata salah gadis yang melihat Rika pingsan." Mereka pun membawa Rika ke klinik terdekat yang ada dikampus itu.
Tiga puluh menit berlalu, Rika pun sadar dari pingsannya ia bingung melihat sekelilingnya dan ia bertanya kemana ia berada sekarang.
" Dimana aku, katanya kepada perawat disitu. Perawat yang melihat pasiennya telah sadar pun menjawab pertanyaan Rika tersebut."
" Oh mbaknya sudah sadar, sekarang mbak ada di klinik tadi salah satu orang membawa mbak ke sini, katanya mbak pingsan di taman, kata perawat tersebut."
" Apa tadi mbaknya tidak sarapan?? tanya sang perawat tersebut."
" Saya tadi sudah sarapan kok sus..!! jawab Rika."
" Oh...!!! tadi saya sudah periksa dan menurut saya mbaknya ini sedang hamil sekarang, kata perawat itu. Rika yang mendengar bawa ia sedang hamil saat ini pun menjadi kaget, ia bingung bagaimana akan mengatakan ini kepada Reyhan.
" Terakhir kali mbaknya datang bulan kapan?? tanya sang perawat itu lagi."
__ADS_1
" Aku rasa baru bulan ini aku telatnya, jawab Rika."
" Oh...!!! berarti kehamilan mbak ini sudah mau jalan dua bulan, kata sang perawat.
Ia teringat terakhir kali melakukan hubungan se** dengan Reyhan ia tidak meminum obat pencegah kehamilan. " Selamat ya mbak, atas kehamilannya ini saya kasih obat penguat kandungan dan juga vitamin yang harus mbak minum sehabis makan, kata sang perawat itu lagi."
Rika pun hanya terdiam saat sang perawat itu mengatakan itu, ia masih tidak menyangka bahwa ia akan hamil anaknya Reyhan secepat ini. Rika pun beranjak dari tempat tidur ia segera membayar biaya pengobatan dan pergi dengan segera mungkin.
Setelah selesai membayar biaya pengobatnnya Rika pun membeli tespek di apotik dekat klinik itu ia ingin memastikan sendiri bahwa ia tengah tidak hamil, ia tidak percaya kata-kata perawat tadi. Setelah membeli tespek tersebut Rika pun pergi ke toilet dan menggunakan alat kehamilan itu, dan betapa terkejutnya Rika saat mengetahui bahwa alat itu menunjukan garis dua. Rika menangis mendapati kenyataan ini ia harus hamil di luar nikah dan mungkin saja Reyhan tidak menginginkan bayi ini.
" Bagaimana ini ?? apa yang harus lakukan sekarang ini, oh...Tuhan...! aku belum siap untuk memiliki anak dan mungkin juga Reyhan tidak menginginkam bayi ini apa yang harus aku lakukan sekarang ini, kata Rika kepada dirinya sendiri ia nampak bingung dengan keadaan ini."
Di sisi lain Andini sedang menangis di belakang kampusnya ia di temani oleh kedua sahabat yang tadi ia telepon. Dan kedua sahabatnya itu pun ikut sedih dengan apa yang di alami Andini, terutama Bella yang sangat melihat Andini menangis seperti itu. Ingin sekali rasanya ia memukul wajah Reyhan.
" Sudahlah An...!! kau jangan menangis lagi, biarkan saja laki-laki itu bersama wanita itu kau tidak perlu menangisinya lagi, kata Bella yang berusaha menghibur sahabatnya itu.
Bersambung...
mohon tetap dukung karya saya teman-teman,..
__ADS_1
GBU