
Dalam waktu 40 menit, Reyhan telah tiba di apartemen milik Rika. Ia pun menurunkan Rika tepat di parkiran tanpa mengatakan satu kata pun, setelah itu ia menancap gas mobilnya dan pergi dari hadapan Rika. Ia yang mendapat perlakuan kasar dari Reyhan dan juga menolakan dari keluarga Reyhan menjadi sedih.
Yang bisa ia lakukan hanya menangis, ia berjalan menujuh kamar apartemennya dengan tangisan yang menghiasi pipinya. Setelah masuk kamar Rika merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya.
Rika belum makan di malam itu, ia sedang tidak selera makan dengan situasi yang seperti ini akan tetapi ia teringat akan kandungannya yang butuh asupan gizi dari makanan.
" Kau sehat-sehat di dalam sana ya sayang, mamah akan tetap bersama mu dan juga menjaga mu sayang, mamah akan makan untuk kesehatan mu sayang, kata Rika dengan dirinya sendiri."
Setelah berkata dengan dirinya sendiri di dalam apartemennya akhirnya Rika memesan makanan melalui online, ia memesan makanan kesukaannya dan juga memesan susu untuk ibu hamil melalui online. Setelah itu ia berbaring untuk menunggu pesanan yang ia pesan.
Di sisi lain Andini dan juga Riko, telah tiba di rumah Andini, Riko memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah Andini. Setelah itu mereka memasuk rumah dan Riko menyapa kedua orang tua Andini.
" Hehh..., kalian sudah pulang nak !! sapa Endang."
" Iya om...!! sudah malam, saya tidak enak membawa Andini terlalu malam di luaran sana om, kata Riko."
" Oh....!!! jadi kalian ini sudah makan apa belum?? tanya Endang lagi."
" Sudah kok om...!!! jawab Riko
" Oh ya pah, mamah kemana kok gak kelihatan gitu, tanya Andini."
" Iya om...!! tante kemana, kenapa tidak kelihatan?? tanya Riko juga kepada Endang."
" Oh...!!! mamah mu sudah tidur, katanya dia kecapekan, jawab Endang."
" Kecapekan kenapa pah, kan mamah tidak ada kegiatan apa-apa, tanya Andini lagi."
Pasti om dan tante sedang melakukan aktifitas yang menguras tenaga, sampe si tante lemas begitu, kata Riko dalam hatinya🤣🤣🤣🤣
" Akhhh...., sudahlah tidam usah bahas mamah mu lagi, dia sudah tidur nyenyak di kamar, kata Endang."
" Oh ya kak, Andini ganti pakaian dulu ya, sekalian mau mandi, udah gerah, kata Andini yang pergi meninggalkan ayahnya dan juga Riko di ruang tamu."
Sementara Endang mengajak Riko untuk mengobrol di ruang tamu, sambil menunggu Andini yang mandi di dalam kamarnya.
" Bagaimana hubungan dengan Andini nak, apakah kalian sudah mulai akrab satu sama lain??"
tanya Endang yang menasaran akan hubungan putrinya dengan lelaki pilihannya.
" Sudah kok om...!!! saya dan juga Andini sekarang sudah mulai akrab, jawab Riko."
" Bagus lah nak, itu yang om inginkan. Pesan om cuma satu sama mu nak, jangan pernah kau tinggali Andini dalam keadaan apa pun, kata Endang."
__ADS_1
Riko yang mendengar permintaan sang calon mertua menjadi gugup untuk menjawabnya. Akan tetapi ia tetap berusaha tegar agar Endang tidak meragukan cintanya kepada putri kesayangannya.
" Iya om...!!! saya janji tidak akan meninggalkan Andini walau apa pun yang terjadi, kata Riko dengan tegas."
" Baguslah kalau gitu nak, kata Endang."
" Oh ya, apa kau tidak ingin minum?? tanya Endang lagi."
" Nanti saja om, biar Andini yang membuatkan teh untuk saya. Soalnya teh buatnya sangat enak, jawab Riko."
" Oh....!!!! baik lah kalau gitu, biar kita tunggu dia turun. kata Endang."
Tidak lama kemudian, Andini turun dengan menggunakan gaun malamnya di sertai dengan rambutnya yang masih basah. Tentu saja Riko yang melihat Andini turun dari anak tangga itu tidak berkedip memandangnya.
Endang memperhatikan cara memandang Riko terhadap Andini. Ia merasakan bahwa cinta Riko untuk Andini tidak main-main.
Setelah menuruni anak tangganya Andini menghampiri ayahnya dan juga Riko denga ikut bergabung bersama mereka.
" Panjang umur nie anak, kata Endang kepada Andini."
" Kenapa pah, ?? tanya Andini."
" Barusan papah dan Riko baru saja membicarakan mu, kata Endang."
" Iya,, jawab Endang."
" Katanya si Riko dia ingin kau buatkan teh, jawab Endang lagi."
" Oh...!!! kirain apa?? papah mau juga gak?? biar sekalian aku buatkan, kata Andini."
" Tidak usah nak..!! lagian papah sudah mengantuk, besok papah ada kerjaan penting, kata Endang yang hendak pergi meninggalkan mereka berdua."
" Hmmm....!! selamat malam pah, kata Andini."
" Iya selamat malam juga sayang, kata Endang."
" Selamat malam om..!! semoga mimpi indah, kata Riko ."
" Iya, selamat juga nak. Nanti kalau sudah pulang hati-hati di jalan, om mau istirahat juga ini, kata Endang."
" Iya om..!!! kata Riko."
Setelah Endang pergi Andini membuat teh yang Riko inginkan dan kembali bersama Riko dan kini hanya tinggal berdua saja di ruang tamu,
__ADS_1
" Kau cantik sekali saat menggunakan gaun malam seperti ini😁, kata Riko yang memuji kecantikan Andini."
" Kak Riko bisa saja, jawab Andini."
" Seriua An...!!! kau memang cantik menggunakan gaun malam seperti ini, kata Riko kembali."
" Oh ya An....!!! aku ingin ngomong sesuatu kepada mu, kata Riko."
" Mau ngomong apa kak?? tanya Andini penasaran."
" Aku sudah tidak sabar lagi ingin menikah mu, apa kau mau menikah dengan hari sabtu ini, tanya Riko dengan wajah yang serius."
" Kenapa ingin terburu-buru sekali kak, Jawab Andini. Lagiankan tingga menghitung hari lagi, dari hari sabtu ini kak, kata Andini lagi."
" Itu karena aku ingin memiliki mu An...!! aku sudah tidak tahan ingin hidup bersama mu, kata Riko kembali."
" Tapi kak, bukannya aku tidak mau. Cuma semua keluarga kakak dan juga aku sudah setujuh untuk kita menikah di tanggal segitu, kata Andini yang memberikan penjelasan kepada Riko."
" Hmmmm...!!! baik lah kalau gitu, aku menurut saja kepada mu, kata Riko."
" Oh An...!!! aku ingin memberikan mu sesuatu tapi tidak di sini, kata Riko dengan senyuman manisnya."
" Lalu kita harus kemana kak, tanya Andini."
" Kita ketaman saja ya, kayaknya lebih cocok, kata Riko."
" Di taman banyak nyamuk kak, lebih baik di sini saja, kata Andini."
Riko yang mendengar perkataan Andini menjadi lemas, mau tidak mau ia hanya bisa mengikuti perkataan dari pujaan hatinya itu.
" Tapi kau harus tutup mata, kata Riko."
" Baik lah...!!! jawan Andini."
" Jangan mengitip ya, kata Riko."
" Hmmmm...!!! jawab Andini."
Andini pun menutup kedua matanya, ia penasaran akan apa yang akan Riko berikan kepadanya. Dan saat ia masih menutup matanya, Riko melinggarkan sebuah kalung di lehernya Andini.
Kalung itu terbuat dari berlian dan sangat indah di lehernya Andini. Dan di kalung tersebut tertulis nama mereka berdua. Dan setelah Riko memakaikan kalung itu di lehernya Andini, Riko menyuruh Andini membukakan kedua matanya.
Bersambung.....
__ADS_1
Mohon tetap dukung karya saya teman-teman, dan bagi kalian yang sudah membaca. Saya ucapkan terima kasih banyak