
Setelah cukup lama berbincang-bincang dengan Nia akhirnya Andini dan Riko pergi meninggalkan butik Nia, jam masih menunjukan pukul 20.00 WIB. Hari ini malam minggu sebelum mengantar pulang, Riko mengajak Andini untuk makan terlebih dahulu. Mereka menggelilingi jalanan untuk mencari tempat makan yang enak karena Riko tidak terlalu tahu jalanan dijakarta dan juga tempat makan yang enak Riko bertanya dulu kepada Andini.
" An...!!! kau mau makan apa?? tanya Riko kepada Andini.
" Terserah kak Riko aja, jawab Andini.
" Tapi aku tidak tahu, makanan yang enak di daerah sini, jawab Riko kembali.
" Hmm...!!! bagaimana kalau kita makan bebek madura aja kak, balas Andini kepada Riko.
" Bebek Madura?? aku belum pernah dengar 🤣, kata Riko.
" Oh ya....!!! jadi selama ini kak Riko makan apa saja di Singapore sana, tanya Andini.
" Ya...!!! makanan khas barat saja, kata Riko sambil menyetir mobilnya.
" Oh...!!! jadi makanan khas Indonesia kak Riko tidak pernah makan?? tanya Andini kembali.
" Pernah, cuma aku belmu pernah makan Bebek Madura seperti yang kau katakan itu, kata Riko.
" Oh...!!! apa kak Riko mau coba?? jawab Andini.
" Boleh, kau tunjukkan saja restoran yang ada bebek maduranya, kata Riko.
" Aku maunya yang ada di Kota Tua saja kak, yang di pinggir jalan itu. Rasa lebih nikmat ketimbang di restoran, kata Andini.
" Apa itu steril An...??? kau jangan makan sembarangan, kata Riko kepada Andini.
" Tentu saja steril kak, aku dan Chika suka makan di sana kak. Di situ juga tempatnya bersih kok, kami sudah langganan di sana. Tapi kalau kak Riko tidak mau ya sudah kita cari restoran saja, jawab Andini dengan wajah kesal dengan perkataan Riko tadi.
Riko yang melihat wajah Andini kesal menjadi tertawa kecil, ia lucu melihat Andini yang sedang cemberut seperti itu, karena tidak ingin pujaan hatinya kecewa Riko menuruti permintaan Andini untuk makan Bebek Madura yang ada di Kota Tua tersebut.
__ADS_1
" Baik lah, kita akan makan Bebek Madura di Kota Tua, kata Riko untuk menghibur Andini.
Mendengar Riko berkata mereka akan makan di Kota Tua wajah Andini menjadi ceria kembali, ia tersenyum manis sambil memalingkan wajahnya agar tidak di lihat oleh Riko, akan tetapi Riko melihat Andini tersenyum di balik kaca.
Suasana menjadi hening di antara mereka, Riko sedang fokus menyetir mobil. Sedangkan Andini sedang memainkan handphone miliknya. Karena suasana sedang sepi akhirnya Riko membuka pembicaraannya.
" WA dari siapa ?? tanya Riko.
" Oh...!!! dari papah kak, tanya kita lagi dimana?? kata Andini
" Oh..!! bilang saja nanti kita agak malam pulangnya, biar om Endang tidak menunggu kita, kata Riko kepada Andini.
" Baik kak, jawab Andini.
" An...!! sebentar lagi kita akan menikah, apa kau akan terus memanggil ku dengan sebutan kak?? kata Andini.
" Jadi aku harus panggil apa?? kata Andini
" Panggil sayang kalau boleh, kata Riko sambil tertawa.
" Aku sangat mencintai mu An...!!! kau adalah cinta pertama dan terakhir bagi ku, aku sangat mencintai mu, kata Riko sambil menggenggam erat tangan Andini.
Andini tidak menjawab, ia masih saja diam tnpa berkata apa-apa. Hanya senyuman yang bisa ia berikan kepada Riko, karena sejujurnya ia masih mencintai Reyhan. Akan tetapi ia tidak ingin kembali lagi bersama Reyhan, dan ia juga tidak ingin ayahnya kecewa kepadanya.
" Buka lah hati mu untuk ku An...!!! biarkan hanya nama ku yang ada di dalam hati mu, kata Riko sambil menantap wajah Andini dengan senduh.
Hati Andini pun mulai luluh dengan Riko, belum pernah ia mendapatkan kasih sayang yang tulus seperti ini, hanya Riko yang membuat merasa sangat berarti dalam hidupnya. Andini membalas dengan menyentuh kedua pipi Riko dengan lembut, saat Andini meletakkan tangan di wajah Riko jantungnya terasa ingin copot, ia merasakan kelembutan di wajah Riko dan kehangat di dalam diri ku yang belum pernah Reyhan berikan kepadanya.
Saat Andini menyentuh wajah Riko, Riko langsung mencium tangan itu dengan lembut dengan tatapan penuh cinta di hatinya. Memang Andini tidak membalas kata cinta Riko tetapi ia membalasnya dengan bahasa tubuhnya.
Krukkk...krukkk...
__ADS_1
Terdengar suara bunyi perut Andini, saat mendengar suara itu mereka berdua pun tertawa dengan bahagianya.
" Ayo kita lanjut cari makanannya, kata Riko yang menghidupkan mesin mobilnya kembali.
" Ayo, kata Andini dengan malunya.
Sekitar 40 menit berlalu, kini Andini dan Riko telah tiba di Kota Tua, suasana di Kota Tua itu sangat ramai sehingga membuat Andini bahagia, karena sudah lama sekali ia tidak ke Kota Tua. Dan langsung saja, Andini dan Riko berjalan menujuh warung Bebek Madura yang di sebutkan oleh Andini tadi.
Setelah tiba di warung Bebek tersebut, Andini memesan makanan dan juga minuman akan tetapi Riko seakan segan makan di pinggir jalan, selama ini ia belum pernah makan di pinggiran seperti ini, sehingga ia sedikit risih.
" Kakak coba dulu, baru nanti komen..!! oke, kata Andini.
" Hmmm....!!!! kata Riko, apa kau dan Chika biasa makan di sini, tanya Riko.
" Iya kak, di sini makanannya enak sekali. Kakak coba aja dulu, kata Andini.
Di warung makan itu banyak sekali mata yang memandang mereka, para lelaki di sana banyak menatap Andini dengan mata genit sehingga membuat Riko menjadi emosi sementara para wanita di sana sedang di pandangi oleh wanita yang caper kepada Riko. Andini sedikit cemburu saat melihat wanita-wanita mencari perhatian kepada Riko.
Setelah menunggu 15 menit lebih makanan yang di pesan oleh Andini telah tiba di meja makanan,
" Ayo makan kak, kata Andini.
" Iya, jawab Riko. Ayo kita berdoa dulu sebelum makan, kata Riko kembali.
Mereka berdua pun berdoa sebelum makan, setelah selasai berdoa Riko mencoba makanan yang tersedia di meja makan, saat mulai makan Bebek Madura itu Riko sangat menyukainya.
" Enak banget An...!!! kata Riko kepada Andini
" Hmmm...!!! benarkan enak, kata Andini.
" Kenapa kau tidak mengajak ku untuk makan ini dari dulu An...!! kata Riko sambil menikmati makanan itu dengan lahapnya.
__ADS_1
Sakin lahapnya makan Riko sampai memesan Bebek itu lagi untuk kedua kali, belum pernah Riko selama di Singapore makan dengan selahap ini. Andini sangat senang melihat Riko makan dengan lahapnya, kini mereka berdua pun memakan dengan nikmatnya.
Bersambung