
Saat sedang asik menikmati makanan yang tersedia di meja makan Chika menanyakan sesuatu kepada Andini, Chika dan Bella penasaran akan apa yang dikatakan oleh Riko.
" Oh ya An...!!! tadi kak Riko ngomong apa sama mu ?? tanya Chika yang penasaran akan hubungan Andini dan kakaknya tersebut."
" Tidak ada kok Chik, kami hanya mengobrol biasa saja tidak ada yang penting, kata Andini sambil menikmati makanan yang ada di mulutnya."
" Hmmm...!!! yakin tidak ada yang penting?? kata Bella."
" Iya loh Bella, jawab Andini, Oh ya besok kita pulang saja lagian aku sudah baik-baik aja kok, kata Andini kembali."
" Baik lah kalau itu, kata Chika."
" Oh ya An...!! kapan kau dan kak Riko pergi untuk fetting gaun pengantin??" tanya Chika.
" Entah lah Chik aku belum tahu, kata Andini."
" Jangan bilang kau ingin memba'talkan pernikahan mu dengan kak Riko??" tanya Chika kembali. Bella dan Andini yang mendengar itu perkataan Chika tadi menjadi kaget.
" Hussssss !!! kau ini Chik, tidak boleh ngomong gitu sama Andini, kau tidak yakin kepada Andini??" kata Bella yang ingin menenangkan suasana antara kedua sahabatnya itu.
" Bukan gitu loh Bel, cuma aku gak ingin Andini kembali kepada Reyhan, kata Chika menjelaskan maksus perkataannya tadi."
" Oh...!!! kau masalah itu kau tenang saja Chik, Andini tidak akan mengecewakan kita, terlebih orang tuanya, Andini tahu yang terbaik untuknya dan juga om sama tante, iyakan An... ?? jawab Bella yang membela Andini."
" Iya Chik, aku tahu yang terbaik untuk ku, dan aku juga tidak akan menghianati kepercayaan orang tua ku, aku tahu kenapa kau berkata seperti itu kepada ku, kata Andini."
" Hmmm...!!! baiklah kalau gitu An, maaf kalau perkataan ku tadi membuat mu tersinggung, kata Chika kepada Andini yang merasa tidak enak kepadanya."
" Tidak apa-apa Chik, aku tahu kau ingin yang terbaik untuk ku dan juga kak Riko, kata Andinj kepada Chika."
" Hmmm...!! makasih ya An..!! aku tahu kau emang sahabat terbaik ku, kata Chika."
" Baik kalau gitu kita lanjut lagi makan ini sampai kenyang, kata Bella."
__ADS_1
" Ayo hajar...!! kata Chika", Kini mereka pun melanjutkan makan degan tawa dan bercanda ria. Sementara itu di sisi lain Reyhan sedang tidak sadarkan diri di diskotik ternama di kawasan jakarta bersama teman-temannya.
Para temannya Reyhan membawa pulang kerumahnya, saat di perjalanan menujuh rumahnya Reyhan selalu saja menyebut nama Andini. Ia masih merasa bersalah telah menghianati cintanya Andini, Reyhan ingin memperbaiki hubungan yang telah hancur tersebut akan tetapi Andini tidak ingin lagi menjalin hubungan itu lagi.
" Rey..!!! kita uda sampai didepan rumah mu nie, kata salah satu temannya Reyhan." Kini Reyhan telah sampai dirumahnya Reyhan, temannya itu mengetok pintu rumahnya Reyhan dan yang membukakan pintu itu ternyata ibunya Reyhan. Ibunya sangat kaget melihat Reyhan sedang tidak sadarkan diri.
" Rey...!!! apa yang terjadi kepada anak ku?? tanya ibunya Reyhan kepada teman anaknya itu."
" Reyhan lagi mabuk tante, dia kebanyakan minum, kata temannya itu."
" Mabuk?? kenapa anak ku bisa masuk begini, ayo tolong tante bawakan dia kekamarnya." Jessika adiknya Reyhan yang mendengar keributan di bawah sana, ia keluar dari kamarnya dan turun melihat sumber keributan itu.
Saat turun Jessika begitu terkejut melihat kakaknya itu sedang tidak sadarkan diri, Jessika pun bertanya kepada ibunya.
" Mah, kenapa dengan kak Reyhan?? tanya Jessika kepada ibunya."
" Dia lagi mabuk Jes...!!! kau cepat kau ambikan air hangat nak, bawa ke atas, kata ibunya." Jessika pun pergi kedapur dengan terburu-buru ia mengambil air putih hangat untuk kakaknya tersebut. Saat sedang mengambil air minum tersebut Bi Atik bertanya kepada Jessika.
" Non Jessika siapa yang tidak sadarkan diri?? kata Bi Atik."
" Lah kok bisa non, kata Bi Atik penasaran."
" Entah lah Bi, nanti saja aku ceritain, kata Jessika yang sedang terburu-buru memberikan air kepada ibunya." Jessika pun naik keatas tepat di kamarnya Reyhan.
" Rey...!! Rey...!! bangunlah sayang, kata ibunya."
"Andini..!!! Andini....!!! aku tidak mau pisah dengan mu, aku sangat mencintai mu, kata Reyhan yang mulai mengacau tidak jelas."
" Iya sayang, bangun lah nak..!!! jangan buat mamah khawar gini, kata ibunya lagi." Tiba-tiba Jessika datang membawa segelas air hangat.
" Ini mah air putihnya, kata Jessika kepada ibunya."
" Letak di meja saja sayang, sekalian ambilkan mamah minyak kayu putih, kata ibunya lagi." Jessika pun pergi berlari menujuh ruang obat di rumahnya, ia berlari untuk mengambil minyak kayu putih di ruang obat milik ibunya karema ibunya seorang dokter.
__ADS_1
" Ini mah, minyak kayu putihnya, kata Jessika kembali kepada ibunya.
" Coba kau gosokkan ke kaki kakak mu dan juga kepalanya, jawab ibunya Jessika."
" Rey...!!! ayo.sadar nak, jangan buat mamah khawatir gini, kata ibunya Reyhan."
" Kenapa kak Reyhan jadi seperti ini mah?? tanya Jessika kepada ibunya."
" Entah lah nak, dari tadi ia hanya menyebut nama Andini saja, kata ibunya lagi.'
" Sepertinya mereka sedang ada masalah, kata ibunya lagi."
" Telepon kak Andini mah, biar semuanya jelas kalau sekarang kak Reyhan sedang tidak sadarkan diri mending kita tanya kak Andini saja biar semuanya jelas, kata Jessika kepada ibunya."
" Besok sajalah Jes, ini juga sudah malam takut menganggu Andini, kata ibunya."
" Terus gimana dengan kak Reyhan mah, apa kita biarkan dia istirahat saja?? tanya Jessika kepada ibunya kembali."
" Iya sayang, biarkan saja dia istirahat besok juga dia sadarkan diri, balas ibunya."
" Hmmm....!!! ya sudah lah mah, kalau gitu aku balik ke kamar lagi ya, besok aku ada ujian pula ini, kata Jessika kepada ibunya.
" Iya sayang, kau juga istirahat juga sana, kata ibunya."
Sementara di sisi lain Rika sedang kesusahan untuk tidur ia terus mencari kabar dari Reyhan untuk membicarakan tentang kehamilanya ini, ia tidak ingin membesarkan bayi ini sendirian, ia sangat stres akan keadaannya sekarang. Ya...!! itu memang salahnya sendiri karena ia mau menjadi orang ketiga dalam hubungan Reyhan dan juga Andini dan mau merelakan tubuhnya kepada Reyhan.
" Rey...!!! kau dimana sekarang?? dari tadi pagi sampai saat ini kau tidak ada kabar?? kau tau saat ini kita dalam masalah besar, aku ingin kau tahu kalau aku sedang mengandung anak mu?? kata Rika kepada dirinya sendiri di dalan apartemennya."
Tidak terasa air mata Rika kini telah jatuh, ia menyesali sikapnya yang telah tega menghancurkan hubungan Reyhan dan Andini. Ia terus saja menangisi nasibnya ia takut jika orang tua tahu tentang kehamilannya ini bisa membuat ayahnya marah besar.
Bersambung....
tolong tetap dukung karya saya teman-teman jangan lupa di like, komen dan juga follow akun aku.
__ADS_1
Terima kasih
GBU